Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Makna Ziarah - Hidup Katolik

Makna Ziarah

Minggu, 17 Mei 2009 08:29 WIB
Makna Ziarah
[HIDUP/Markus Ivan]
Menggembirakan: Setiap Bulan Maria tiba, Gua Maria Sendangsono dibanjiri peziarah

HIDUPKATOLIK.com - Ziarah adalah tradisi yang ada di hampir semua agama. Yerusalem misalnya, adalah tempat ziarah tiga agama besar sekaligus: Kristen, Yahudi, dan Islam.

Dalam Gereja Katolik, dikenal ziarah ke Vatikan dan Loreto (Italia), Lourdes (Perancis), Fatima (Portugal), serta Guadalupe (Meksiko). Apa sebenarnya makna ziarah itu?

Allah memang hadir di mana-mana. Namun, Allah juga diyakini hadir secara khusus di tempat-tempat tertentu. Dengan demikian, orang mencari tempat-tempat khusus itu untuk bisa berjumpa dengan Allah secara lebih intensif, guna mendapatkan berkat. Baik berkat spiritual, berupa penyatuan diri dengan Yang Ilahi, penyucian batin, dan kebahagiaan. Atau bisa pula berkat material. Misalnya, penyembuhan, keberhasilan usaha, mendapatkan jodoh atau anak.

Bagi umat Katolik, tujuan berziarah bervariasi. Pertama, untuk bersyukur kepada Allah, dengan menghormati tempat yang terkait dengan peristiwa kehidupan Yesus dan Bunda Maria. Kedua, mengunjungi situs makam para kudus, tempat mereka hidup dengan relikwi mereka. Ketiga, untuk merayakan Sakramen Tobat dan Ekaristi di tempat tertentu guna memperoleh indulgensi. Juga masih ada beberapa tujuan lain yang lebih spesifik.

Ziarah Maria bermakna khusus, karena dalam sejarah keselamatan, ia adalah Ibu Penebus. Dikenal istilah per Mariam ad Iesum, melalui Maria kita sampai kepada Yesus. Allah telah memilih Maria sebagai Ibu Penebus serta menguduskannya dengan karunia-karunia Roh Kudus. Gereja selalu menggarisbawahi hubungan Maria dengan Kristus (Marialis Cultus 25, Lumen Gentium 66). Dengan memandang Bunda Maria, umat Kristiani akan mendapat jawaban atas segala tuntutan zamannya (Lumen Gentium 53). Maria menjadi teladan dan model bagi seluruh umat Kristiani karena Maria hidup dalam kepasrahan dan kemauan yang bertanggung jawab terhadap kehendak Ilahi (Marialis Cultus 35).

Tradisi ziarah dimulai sekitar awal abad ketiga, ketika umat Kristiani memiliki devosi terhadap para martir, dengan datang ke makam mereka. Pada abad pertengahan, tempat ziarah paling penting adalah Tanah Suci Yerusalem dan sekitarnya, yang berkaitan dengan peristiwa kehidupan Yesus. Tempat ziarah lainnya adalah makam Santo Yakobus di Santiago de Compostella, serta makam Santo Petrus dan Paulus di Roma.

Devosi terhadap Maria telah berkembang sejak Konsili Efesus, tahun 431, ketika Maria diakui sebagai Bunda Allah, dan dengan demikian menjadi Bunda kita. Tempat ziarah Maria pada umumnya terkait dengan peristiwa penampakan. Misalnya, di Guadalupe, Meksiko (1531), Paris (1830), Lourdes (1858) keduanya di Perancis, dan Fatima, Portugal (1917). Antara tahun 1928 sampai dengan 1971 tercatat ada 210 penampakan Maria di seluruh dunia. Di Indonesia, tempat ziarah Maria bisa berasal dari tempat keramat yang sudah ada. Misalnya, Sendangsono, Gua Kerep, dan Gua Sendhang Ratu Kenya di Danan, Wonogiri.

Saat ini, di Indonesia gua Maria menjamur di mana-mana. Pada bulan Mei dan Oktober, tempat ziarah Maria dipenuhi umat. Ini sangat menggembirakan, karena devosi umat terhadap Maria tampak hidup. Namun, kita perlu melihat adanya kecenderungan bisnis di sekitar ziarah Maria. Tidak jarang paket ziarah ini juga sekalian menawarkan tempat rekreasi, supaya bisa lebih banyak menarik peminat.

Ikut paket ziarah memang sangat praktis, karena banyaknya kemudahan yang bisa didapat. Peziarah tidak perlu mengurus transportasi dan akomodasi, serta bisa berkenalan dengan peziarah lain sebagai saudara seiman.

Dalam satu paket ziarah bisa ditawarkan beberapa tempat sekaligus, bahkan ada yang sampai sembilan tempat. Sebuah paket ziarah tiga hari dua malam untuk umat Keuskupan Agung Jakarta menawarkan enam tempat ziarah di Jawa Tengah. Waktu yang efektif untuk berziarah hanya sehari, sebab yang dua hari untuk perjalanan. Apakah realistis dalam waktu sehari, bisa dikunjungi enam tempat ziarah dengan jarak berjauhan satu dengan lainnya? Makna ziarah bukan terletak pada banyaknya tempat yang bisa kita kunjungi, melainkan seberapa mendalam devosi kita.

Yang perlu diingat dalam berziarah adalah tujuan dan motivasi kita. Jangan sampai kita tidak dapat menghayati peziarahan, karena dikejar oleh target mengunjungi sebanyak mungkin tempat ziarah. Tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui perantaraan Bunda Maria harus selalu menjadi tatapan kita saat berziarah. Itulah makna utama ziarah. Hingga ziarah tidak jatuh pada kuantitas tempat, tetapi lebih terfokus pada kualitas.

B.A. Rukiyanto SJ
Dosen Mariologi di STF Driyarkara Jakarta




Kunjungan: 710
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com