Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Ketua Presidium KWI: "Saya Bukanlah Seorang Presiden" - Hidup Katolik

Ketua Presidium KWI: "Saya Bukanlah Seorang Presiden"

Minggu, 25 November 2012 11:14 WIB
Ketua Presidium KWI:
[HIDUP/Y. Prayogo]
Mgr Ignatius Suharyo

HIDUPKATOLIK.com - “Saya merasa bahwa teman-teman uskup yang lain sangat mendukung saya. Jadi, saya tidak perlu berpikir bahwa saya berjalan sendiri. Saya tidak bekerja sendiri.”

Demikian Mgr I. Suharyo, saat diwawancara HIDUP, Kamis, 15/11, pukul 20.00, di Wisma Keuskupan Agung Jakarta. Mgr Suharyo terpilih menjadi Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia untuk tiga tahun ke depan, menggantikan Mgr Martinus D. Situmorang OFMCap yang sudah dua periode menjabat. Berikut petikannya:

Bagaimana dinamika pemilihan pengurus Presidium KWI?
Pemilihan dalam sidang seperti ini sudah ada aturannya. Semuanya sudah ada dalam peraturan persidangan, khususnya yang berkaitan dengan pemilihan fungsionaris-fungsionaris. Misalnya, untuk dua ronde pertama harus memperoleh suara mayoritas mutlak atau dua pertiga suara. Kalau itu belum tercapai, maka 50 persen suara pemilih tambah satu. Yang terjadi tadi hanya satu putaran. Semua berjalan mulus dan lancar.

Apa kesan Mgr Suharyo setelah terpilih menjadi Ketua Presidium KWI?
Saya tidak punya kesan yang istimewa. Bagi saya, ini beban, bukan kesan. Saya berpikir begini, Mgr Situmorang sudah memimpin selama dua periode. Ia orang baik, cerdas, dan bersahabat. Saya berharap, ke depan semua bisa berjalan lebih baik lagi, khususnya keputusan-keputusan dalam sidang tersebut bisa dijalankan oleh presidium yang sekarang. Biasanya Presidium KWI mengadakan rapat tiga bulan sekali untuk membicarakan macam-macam hal. Seperti, surat-surat yang masuk dan butuh cepat ditanggapi, bagaimana keputusan-keputusan dilaksanakan, atau juga menanggapi masalah-masalah yang muncul. Selama Sidang Sinodal ini, saya mendengarkan dan mencatat beberapa hal. Catatan saya itu akan saya tawarkan dalam rapat presidium untuk diperhatikan.

Apa yang akan Mgr Suharyo lakukan untuk tiga tahun ke depan?
Saya menjalankan keputusan-keputusan presidium dan mewakili KWI di forum-forum yang diperlukan. Saya merasa teman-teman uskup yang lain sangat mendukung saya. Jadi, saya tidak perlu berpikir bahwa saya berjalan sendiri. Saya tidak bekerja sendiri. Kepemimpinan ini kepemimpinan bersama. Jadi, tidak ada prinsip bahwa saya membuat keputusan dan yang lain hanya mengikuti atau menjalankan keputusan itu. Kita bersama-sama mencari jalan keluar untuk setiap masalah atau apa pun yang ada di sekitar kita. Selain itu, saat ini banyak uskup baru. Menurut hemat saya, banyak yang belum memahami betul organisasi KWI itu bagaimana, aturan-aturannya apa saja, dinamika konferensi itu seperti apa, dll. Saya juga melihat bahwa teman-teman uskup yang baru belum mempelajari dokumen-dokumen KWI. Maka, saya pikir, ke depan perlu ada pembelajaran bersama, sehingga mereka bisa mengerti dinamikanya dan dapat memberi masukan. Dengan demikian, kerjasama dapat semakin terbangun.

Apa pesan Mgr Suharyo untuk presidium dan umat?
Kepada presidium, saya tidak punya pesan khusus. Saya hanya berharap bahwa kepemimpinan ini bersifat dialog. Saya bukanlah seorang presiden yang mengambil keputusan, lalu yang lain harus mengikuti. Dalam kepemimpinan Gereja, yang diutamakan adalah dialog. Sebab, dialog adalah spiritualitas Gerejani. Dialog ini untuk mencapai mufakat. Dalam dialog akan tampak unsur komunio. Komunio adalah bersama-bersama. Jadi, saya menjalankan tugas ini bersama-sama dengan yang lain. Sedangkan pesan saya untuk umat adalah tantangan-tantangan sosial, misalnya kerusakan lingkungan harus menjadi tantangan iman bagi kita. Sebagai umat Katolik, kerusakan lingkungan bukan hanya masalah sosial semata, tetapi juga masalah iman. Maka, pertanyaannya, apa yang harus saya lakukan terhadap lingkungan yang rusak ini? Kita tidak perlu memulai dengan hal yang besar, tetapi dengan hal yang sederhana. Misalnya, mengubah pola pikir “memembuang sampah pada tempatnya” dengan “meletakkan sampah pada tempatnya”.

Stefanus P. Elu




Kunjungan: 786
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com