Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Raja Semesta Alam - Hidup Katolik

Raja Semesta Alam

Selasa, 18 Desember 2012 11:29 WIB
Raja Semesta Alam
[NN]

HIDUPKATOLIK.com - Apa maksud perayaan Kristus Raja semesta alam? Bukankah gelar Raja itu digunakan justru untuk menghina Yesus, misalnya pertanyaan Pilatus yang mengejek (Mrk 15:2), alasan penyaliban Yesus yaitu Dia menyamakan diri-Nya sebagai Raja (Luk 23:1-5), ejekan terhadap Yesus: “Baiklah Mesias, Raja Israael itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya” (Mrk 15:32)? Apakah ejekan-ejekan ini dijadikan dasar penetapan Kristus sebagai Raja Semesta Alam? Apakah Kristus disebut Raja karena Dia adalah Allah? Bisakah kuasa Kristus itu kita alami di zaman modern ini?

Budi Purwono, Malang

Pertama, keyakinan bahwa Yesus Kristus adalah Raja, pasti tidak didasarkan pada rujukan-rujukan biblis yang mengejek Yesus (Mrk 15:2; Luk 23:1-5; Mrk 15:32; dll), karena teks-teks itu tidak menunjukkan unsur-unsur seorang Raja. Iman bahwa Kristus adalah Raja Semesta Alam bisa kita tangkap pada ungkapan Paulus dan surat-surat Paulin, yaitu “segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya” (1 Kor 15:27; Ef 1:22; Ibr 2:8, juga dengan kata-kata yang mirip dalam Ef 3:10; Kol 1:18 dan Flp 3:21). Memang ungkapan ini tidak secara eksplisit menyebut kata “Raja”, tetapi mencerminkan pengertian tentang Raja yang berkuasa atas segala sesuatu atau semesta alam. Jika segala sesuatu telah ditaklukkan, berarti yang menaklukkan merajai segala sesuatu itu (bdk. Ungkapan yang mirip dalam Kej 1:26 dan Mzm 8:7).

Kedua, Kristus sebagai Raja Semesta Alam ini merujuk pertama-tama bukan kepada Kristus sebagai Allah, meskipun ungkapan yang mirip juga digunakan untuk menunjukkan ke-allah-an Kristus (Flp 2:10-11; Mat 28:18). Raja semesta alam merujuk kepada Kristus yang telah bangkit mulia. Ungkapan “segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya” memang diarahkan kepada Dia yang telah menghancurkan kuasa yang memperbudak dari dosa dan kematian. Dengan kebangkitan-Nya, Kristus telah menang dan membalikkan kebusukan dosa dan kuasa kematian dalam diri Adam pertama menjadi hukum hidup kekal. Dengan menyatukan segala sesuatu dengan diri-Nya, Kristus telah merajai semesta alam dan memproklamirkan hukum kekekalan di dalam semesta alam.

Itulah sebabnya mengapa Kristus disebut sebagai “Adam kedua dan terakhir” (1Kor 15:46-439), yang kepada-Nya “segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya” (1Kor 15:27) dan yang “dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.” (Flp 3:21)

Ketiga, kuasa kebangkitan Kristus meresapi dan memperbaharui bukan hanya umat manusia tetapi juga seluruh alam raya (kosmos). Buah-buah kebangkitan telah dinyatakan di dunia ini, bahkan juga sampai sekarang ini, tetapi buah-buah kebangkitan itu baru akan mencapai kepenuhannya pada akhir zaman. Kuasa kebangkitan Kristus ini sudah bekerja di alam semesta dan terus berkembang menuju kepada kepenuhannya. Matius berbicara tentang kepenuhan ini sebagai “ciptaan baru” (Yun: palin-genesis, Mat 19:28) sedangkan Paulus menggambarkan hal ini sebagai kerinduan setiap makhluk (Rm 8:19). Kitab Wahyu tanpa ragu menggambarkan kepenuhan ini dengan ungkapan yang digunakan dalam Perjanjian Lama (Yes 65:17; 66:22), yaitu kedatangan “langit baru” dan “bumi baru” (Why 21:1).

Perayaan Kristus sebagai Raja Semesta Alam mau menegaskan bahwa karya keselamatan yang dibawa Kristus untuk manusia, mempunyai dampak juga pada alam semesta, seperti juga dosa manusia pertama mempunyai dampak pada alam semesta. Hal ini menunjukkan pentingnya relasi manusia dengan dunia tempat dia hidup dan berkembang. Itulah sebabnya ekologi merupakan bagian dari karya keselamatan.

Keempat, fakta bahwa Kristus adalah Raja Semesta Alam, bisa kita alami melalui kuasa kebangkitan yang bekerja di antara kita. Kuasa kebangkitan inilah yang mengubah pandangan Paulus sehingga melihat segala sesuatu sebagai sampah (Flp 3:7-11). Kuasa kebangkitan inilah yang bekerja ketika Yesus berkata kepada penyamun yang bertobat: “Aku berkata kepadaMu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Luk 23:43). Dengan kepekaan rohani akan kuasa kebangkitan Kristus, kita juga bisa mengalami “pemerintahan” Raja semesta alam dalam hidup kita sehari-hari.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 1286
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com