Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Renungan Minggu 6/01/2013: Mgr I Suharyo Uskup Agung Jakarta - Hidup Katolik

Renungan Minggu 6/01/2013: Mgr I Suharyo Uskup Agung Jakarta

Jumat, 4 Januari 2013 20:52 WIB
Renungan Minggu 6/01/2013: Mgr I Suharyo Uskup Agung Jakarta
HIDUP/Prayogi Dwi Sulistyo

HIDUPKATOLIK.com - Hari Raya Penampakan Tuhan; Yes 60:1-6; Mzm 72; Ef 3:2-3a.5-6; Mat 2:1-12

MEREKA PULANG LEWAT JALAN LAIN

Ketika pemimpin Ibadah Minggu ini mengatakan bahwa hari ini kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan, saya bayangkan dapat muncul berbagai macam pikiran dalam diri Anda. Dalam diri saya sendiri yang begitu saja muncul adalah Beata Edith Stein (1891-1942). Riwayat hidupnya amat menarik.

Penampakan Tuhan melalui sesama
Pada usia 14 tahun, Edith Stein yang dikarunia kecerdasan istimewa sampai pada kesimpulan bahwa Allah tidak ada. Ia tidak mempunyai alasan lagi untuk percaya. Ia menulis, “Dengan sadar saya memutuskan, atas kemauan saya sendiri, untuk berhenti berdoa.”

Selanjutnya, ia mulai belajar Filsafat karena cita-citanya adalah menjadi ahli Filsafat. Sampai pada suatu hari, ia berjumpa dengan sahabatnya yang suaminya baru saja meninggal. Edith Stein yang jiwanya selalu mencari, sangat tersentuh oleh “ketabahan ilahi” yang tampak pada diri temannya. Selanjutnya, ia akan menulis, bahwa kekuatan itu diberikan oleh salib kepada “orang-orang yang memikulnya… Saat itulah ketidakpercayaan saya runtuh dan Kristus mulai memancarkan sinar-Nya kepada saya – Kristus dalam misteri salib-Nya.”

Ia dibaptis pada tahun 1922 yang ia kenang sebagai pemenuhan kerinduan dan pencariannya yang paling dalam. Selanjutnya kita tahu, Edith Stein masuk pertapaan Karmel dengan nama Suster Teresa Benedikta dari Salib. Sebagai keturunan Yahudi, ia diangkut ke kamp konsentrasi di Auschwitz, Jerman, dan meninggal di sana. Ia mempersatukan penderitaannya dengan penderitaan Kristus sendiri secara sempurna. Pada tahun 1986, Paus Yohanes Paulus II menyatakan bahwa Edith Stein sebagai beata. Dalam bahasa Nabi Yesaya, terang Tuhan terbit atasnya dan kemuliaan Tuhan menjadi nyata atasnya (Yes 60:2).

Perjumpaan Edith Stein dengan temannya yang baru saja kehilangan suami, saya pahami sebagai saat ketika Kristus menampakkan diri kepadanya. Penampakan itu terjadi pada saat yang tidak terduga, dan dalam peristiwa manusiawi yang dalam arti tertentu amat biasa. Sementara itu, pengalaman itu mengubah seluruh arah hidupnya: ia bercita-cita untuk menjadi ahli Filsafat, tetapi Tuhan menuntunnya melalui jalan lain.

Ajakan dan teladan terus mencari
Kisah mengenai orang majus dari Timur berakhir dengan kata-kata ini, “… Mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain.” Menurut kisah, mereka pulang lewat jalan lain untuk menghindari Herodes. Tetapi secara simbolis, kata-kata itu dapat diartikan secara lain: siapa pun yang benar-benar mengalami penampakan Tuhan (=berjumpa dengan Tuhan), ia tidak akan lagi hanya menapaki jalan hidup yang sama. Pengalaman perjumpaan dengan Tuhan membaharui dan mengubah.

Sementara itu, pengalaman penampakan atau perjumpaan dengan Tuhan ditawarkan kepada siapa saja tanpa kecuali, bukan hanya kepada orang-orang yang disebut terpilih (waktu itu orang-orang Yahudi), tetapi juga kepada semua orang, yang diwakili oleh orang-orang majus itu. Yang membedakan adalah keterbukaan orang untuk menanggapi kesempatan itu. Tidak sedikit orang yang hanya merasa “terkejut” (Mat 2:3), seperti halnya Herodes dan seluruh Yerusalem. Mereka berhenti dan karena satu dan lain hal, tidak mencari.

Sementara itu, orang-orang majus itu sampai pada “sukacita” (Mat 2:10), karena mereka tidak membiarkan pencarian mereka berhenti atau dihentikan oleh siapa pun. Marilah kita syukuri saat Tuhan menampakkan Diri dalam pelbagai peristiwa dalam kehidupan kita. Semoga pengalaman-pengalaman seperti itu membaharui hidup kita masing-masing, keluarga-keluarga dan komunitas kita.

Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo
Uskup Agung Jakarta




Kunjungan: 1481
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081318544200 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com