Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Doa Ajaran Tuhan - Hidup Katolik

Doa Ajaran Tuhan

Minggu, 23 Desember 2012 17:23 WIB
Doa Ajaran Tuhan
[en.wikipedia.org]

HIDUPKATOLIK.com - Sebelum makan kita biasa berdoa. Bisa doa yang panjang, atau pendek saja. Dari buku doa khusus, atau diungkapkan secara spontan. Ada yang membiasakan diri dengan hanya mengucapkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus. Doa itu akrab disebut doa ”Bapa kami” (Pater Noster). Namanya diambil dari dua kata awal dari teks doa itu sendiri.

Ritus Komuni juga diawali dengan Doa Tuhan. Doa Tuhan di sini kiranya dapat dianggap seperti doa santap bagi jemaat yang akan menyambut Komuni. Memang tampaknya cocok jika kita ingat kalimat yang berbunyi: “Berilah kami rejeki pada hari ini”. Kata “rejeki” merupakan tafsiran untuk kata “roti”. Roti yang dimohonkan itu telah berada di hadapan umat, yakni roti Ekaristi, Tubuh Kristus. Begitulah yang ditafsirkan oleh Siprianus dan Ambrosius.

Unsur ritual

Setidaknya, ada empat unsur yang mengisi ritual Doa Tuhan ini, yakni ajakan imam, doa “Bapa kami” itu sendiri, embolisme, dan doksologi. Unsur-unsur itu perlu dilagukan atau didaras dengan suara jelas. Untuk semua unsur itu, TPE 2005 masih menggunakan teks terjemahan lama, kecuali pada bagian doksologi ada sedikit perubahan: “Sebab Tuhanlah Raja…” menjadi “Sebab Engkaulah Raja…”

Doa Tuhan menjadi bagian dalam Misa sudah sejak akhir abad IV. Teksnya diambil dari Injil (Mat 6:9-13, Luk 11:2-4). Namun, tidak dikutip begitu saja dan telah disesuaikan untuk kebutuhan Misa. Misalnya, doksologi yang terdapat sebagai tambahan dalam Matius 6:13 dihilangkan “Amin”-nya. Sementara sesudah “dari yang jahat” atau sebelum doksologi itu, diselipkan embolisme. Metode serupa juga diterapkan untuk bagian lain dalam Misa, seperti untuk bacaan-bacaannya.

Selain permohonan untuk “rejeki”, relevansi Doa Tuhan sebagai awal dari Ritus Komuni ditunjukkan juga dengan “memohon pengampunan dosa, supaya anugerah kudus itu diberikan kepada umat yang kudus”. Juga dilengkapi dengan unsur embolisme yang “menguraikan isi permohonan terakhir dalam Doa Tuhan dan memohon agar seluruh umat dibebaskan dari segala kejahatan” (PUMR 81). Gagasan-gagasan itu menyarankan dan mengarah pada kedamaian dan kesatuan. Nilai-nilai yang terdapat dalam Ritus Komuni.

Cara terindah
Kita sering mendoakan “Bapa kami” di luar Misa, untuk pelbagai kesempatan dan dengan berbagai cara. Dalam Misa, marilah kita gunakan cara-cara terbaik dan terindah.

Pertama, kita gunakan teks doa yang diajarkan Yesus dan sudah ditetapkan sebagai teks liturgis resmi dalam Misale Romawi atau TPE. Problem tekstual sering muncul dari syair lagu “Bapa kami” yang tidak liturgis dan secara gampangan digunakan dalam Misa. Kelirunya: ada penggantian atau juga penambahan kata atau frase, bahkan kalimat, sehingga bisa tidak sesuai lagi dengan “petunjuk Penyelamat kita” atau ajaran Gereja.

Kedua, cara melagukan atau mendaraskan Doa Tuhan memang dianjurkan. Maka, sebaiknya melodi untuk doa itu lebih bernada meditatif, mengantar kita secara pantas menuju persatuan jiwa dan raga dengan Kristus. Kata demi kata dari doa itu kita resapkan kembali dalam hati. Nada untuk menopang kata. Kita hindari juga penggunaan lagu yang syairnya benar, tapi melodinya tidak mendukung tujuan kita berdoa dalam Ritus Komuni.

Ketiga, mengenai cara kita membawakan diri dalam doa itu. Semua peraya berdiri secara pantas sebagai bentuk penghormatan atas kehadiran misteri
Paskah. Hanya imam selebran yang merentangkan tangan. Dalam rubrik tak tercantum tata gerak lain bagi umat, selain sikap tubuh berdiri. Sikap tubuh yang sama menandakan kesatuan seluruh umat yang berhimpun dan mencerminkan serta membangun sikap batin yang sama pula.

Doa Tuhan yang didaraskan dalam Misa adalah dasar bagi semua doa lain dalam kehidupan umat Kristiani. Di sinilah keaslian dan kepenuhan maknanya
dinyatakan. Patutlah kita menyuarakannya dengan pantas dan indah.

Christophorus H. Suryanugraha OSC
Ketua Institut Liturgi Sang Kristus Indonesia




Kunjungan: 2488
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com