Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Kisah Yesus di dalam Al Quran - Hidup Katolik

Kisah Yesus di dalam Al Quran

Selasa, 8 Januari 2013 15:00 WIB
Kisah Yesus di dalam Al Quran
[vimeo.com]

HIDUPKATOLIK.com - Apakah benar bahwa Al Quran berbicara tentang pengandungan dan kelahiran Yesus yang ajaib? Benarkah Yesus yang dikatakan di Al Quran lebih hebat daripada Yesus dalam Alkitab? Bagaimana menyikapi kesamaan dan perbedaan ini?

Maria Kwee Giok Nie, Malang

Pertama, bila membandingkan Injil Lukas dan Al Quran tentang pengandungan dan kelahiran Yesus (nabi Isa), kita akan menemukan kemiripan yang sangat kuat antara apa yang dikatakan dalam Kisah Masa Kanak-kanak dari Injil Lukas dengan Al Quran. Beberapa contoh ialah Pertanyaan Maria kepada malaikat Gabriel “Bagaimana hal itu munggkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (Luk 1:34) sangat mirip dengan Surat Maryam 19:20 “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak, sedang aku belum pernah disentuh seorang laki-laki pun (suami) dan tiadalah aku perempuan jahat.”

Jawaban malaikat atas pertanyaan Maria (Maryam) juga sangat berdekatan, yaitu dalam Injil Lukas (1:35) berbunyi: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau, ...” Sedangkan dalam surat At Tahrim: “Dan Maryam putri Imran, yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya dan adalah dia termasuk orang yang ta’at” (Surat At Tahrim 66:12). Sedangkan jawaban malaikat pada surat Maryam berbunyi: “Demikianlah,” Tuhan berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku.’ Kami hendak menjadikannya sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan adalah urusan itu telah ditetapkan.” (Surat Maryam 19:21)

Surat At Tahrim menggunakan kata “tiupan” yang bisa ditafsirkan sebagai karya Roh, sedangkan Injil Lukas mengatakan secara eksplisit kata “Roh Kudus” dan kata kerja yang digunakan ialah “menaungi.” Buah dari campur tangan Allah ialah Maria (Maryam) mengandung karena kekuatan Allah, bukan dari benih lelaki. Cara pengandungan yang ajaib itu adalah keistimewaan Yesus (nabi Isa) yang sungguh tidak terjadi pada manusia lain, termasuk juga pada utusan lainnya. Cara pengandungan yang ajaib inilah yang akan menjadikan Yesus (Isa) “tanda bagi manusia” dan “rahmat” dari Allah seperti dikatakan oleh malaikat (Jibril, Gabriel).

Kedua, Al Quran menceritakan sebuah mukjizat yang tidak ada di dalam Alkitab, yaitu tentang cara kelahiran Isa (Yesus). Ketika Maryam dicurigai karena sudah hamil sebelum hidup bersama dan mencelanya, “Hai saudara Harun, ayahmu bukanlah seorang laki-laki jahat dan ibumu bukan seorang perempuan berbuat serong.” (Surat Maryam 19:28), Maryam tidak menjawab, tetapi merujuk kepada bayi yang ada di dalam kandungannya: “Maka Maryam mengisyaratkan kepada anaknya. Mereka berkata, Bagaimana kami berbicara dengan bayi yang masih dalam buaian?” (Surat Maryam 19:29). Keajaiban terjadi, yaitu bayi dalam kandungan itu menjawab: “(Bayi) berkata: Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah memberiku kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi” (Surat Maryam 19:30).

Keajaiban ini tidak ada dalam Kisah masa Kanak-kanak dari Injil Matius dan Lukas. Matius dan Lukas mengisahkan kelahiran bayi Yesus tanpa keajaiban, bahkan cenderung mengatakan bahwa hidup Yesus sejak kecil sampai usia 12 tahun tidak mempunyai keistimewaan dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Hal ini bisa disimpulkan dari reaksi Maria yang terheran-heran dan tidak mengerti akan kata-kata Yesus (Luk 2:50-51). Lukas menunjukkan bukan suatu keajaiban, tetapi malahan sebuah dinamika pertumbuhan yang normal layaknya anak-anak biasa: “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi Allah dan manusia” (Luk 2:52).

Ketiga, kita harus ingat bahwa Injil-injil sudah ada terlebih dulu sebelum Al Quran. Apa yang diceriterakan oleh Al Quran tentang keajaiban Yesus sangat mungkin berasal dari salah satu injil-injil apokrif yang dikenal Muhammad melalui teman kristianinya. Injil-injil apokrif itu dinyatakan oleh para Rasul sebagai tidak diinspirasikan oleh Roh Kudus. Maka tidak termasuk dalam kanon Kitab Suci.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 9235
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com