Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Antara Gereja dan Negara - Hidup Katolik

Antara Gereja dan Negara

Minggu, 20 Januari 2013 15:45 WIB
Antara Gereja dan Negara
[pilgrimsfootsteps.blogspot.com]

HIDUPKATOLIK.com - Gereja diutus ke dalam dunia dan dipanggil menjadi saksi Kristus tanpa terkecuali. Perutusan itu, menurut Gaudium et Spes (GS), art. 3, demi tugas pengabdian kepada manusia dan pembangunan masyarakat yang benar yang menghormati martabat manusia. Tugas panggilan Gereja dalam dunia dilaksanakan dengan menyucikan segala wilayah kehidupan manusia dengan menjunjung tinggi martabat manusia (GS art. 42) dan mengusahakan keadilan sosial (Franz Magnis Suseno, Serial Seminar Fakultas Teologi Wedhabakti, 2012).

Gereja juga menegaskan bahwa setiap orang Katolik wajib menghindari kesenjangan antara iman dan kehidupan, menghindari dua posisi ekstrim, yakni di satu pihak melalaikan tugas-tugas duniawi dengan dalih mencari kediaman yang akan datang, dan di lain pihak terbenam sama sekali dalam urusan duniawi seolah-olah urusan ini asing sekali bagi kehidupan agama (bdk. GS art. 43).

Konsili memperingatkan bahwa harus dibedakan dengan jelas antara apa yang dibuat orang-orang Kristen, baik sendiri-sendiri maupun bersama, atas namanya sendiri sebagai warga karena dibimbing oleh hati nurani Kristiani, dan apa yang dibuat atas nama Gereja bersama para gembalanya (GS art. 76). Misal, seorang Katolik yang terlibat dalam partai politik, pribadi tersebut bertindak atas nama partai, bukan Gereja. Partai politik untuk kepentingan bonum commune (kesejahteraan umum), bukan Gereja. Namun, akhirnya diharapkan tetap bisa menanamkan nilai-nilai kristiani. Ada perbedaan antara tindakan orang Kristen sebagai warga negara dan tindakan orang Kristen atas nama Gereja.

Gereja dan negara mengabdi pada umat manusia. Maka, diharapkan dua institusi ini bekerjasama melayani kepentingan umat manusia. Meski Negara dan Gereja bersifat otonom, namun Gereja mengajak umatnya untuk mengambil bagian di dalam pemerintahan. Gereja sangat menghormati orang-orang yang membaktikan diri untuk bekerja bagi Negara.

Hakikat dan tujuan negara tergambar dalam GS art. 74, di mana negara ada demi kesejahteraan umum. Kesejahteraan umum mencakup keseluruhan kondisi kehidupan sosial, yang memungkinkan orang-orang, keluarga-keluarga, dan perhimpunan-perhimpunan mencapai kesempurnaan mereka secara lebih penuh dan lebih mudah. Dalam konstitusi pastoral tersebut juga dikatakan, negara dan pemerintah mempunyai dasarnya pada kodrat manusia, dan karena itu termasuk tatanan yang ditetapkan oleh Allah.

Sementara, GS art. 75, menghimbau agar diusahakan pembinaan kewarganegaraan dan politik, yang sekarang ini sangat perlu bagi masyarakat, supaya semua warga negara mampu memainkan peranannya dalam hidup bernegara. Perlu juga disiapkan orang-orang yang berbakat untuk mencapai keahlian politik. Gereja menetapkan bahwa golongan awam bertanggungjawab pada pekerjaan duniawi, mengatur, dan menyinari hal-hal fana, serta melibatkan diri, sehingga semua berjalan seturut kehendak Allah, sekaligus juga menjadi saksi dan sarana hidup perutusan Gereja (GS art. 31 dan 33).

Gereja masuk ke dalam dunia dan Gereja mengakui otonomi dunia dan tidak berhak memegang kekuasaan dunia. Misi Gereja adalah menjadi tanda dan sarana keselamatan untuk semua bidang kehidupan. Iman dan negara pada akhirnya tidaklah bertentangan. Hubungan negara dan agama adalah hubungan yang saling mempengaruhi.

Gereja sadar sepenuhnya bahwa kehidupan negara maupun Gereja sendiri bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dan semakin baik. Hal inilah yang menjadi titik temu antara negara dan agama. Umat dipanggil untuk membangun dunia baru yang adil dan diresapi semangat pelayanan penuh kasih. Meminjam ucapan Mgr A. Soegijapranata SJ bahwa sebagai warga negara dan anggota Gereja, kita hendaknya 100% Katolik dan 100 % Indonesia. Yesus pun secara tegas mengatakan, “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Mat 22:21).


Suster Fransita Fch
Mahasiswi Program Bakaloreat Fakultas Teologi Wedhabakti Yogyakarta




Kunjungan: 866
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com