Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Karya Salib Suci di Jawa Barat - Hidup Katolik

Karya Salib Suci di Jawa Barat

Minggu, 18 Oktober 2009 16:32 WIB
Karya Salib Suci di Jawa Barat
[HIDUP/RB Yoga Kuswandono]
Agustinus Rahmat Widiyanto OSC

HIDUPKATOLIK.com - Bertambah banyaknya imam Projo di Keuskupan Bandung justru sangat bagus. Ini menantang OSC terus berkembang mencari lahan karya baru di luar Keuskupan Bandung.

Hal ini disampaikan Provinsial Ordo Salib Suci, Pastor Agus-tinus Rahmat Widiyanto ,OSC, saat diwawancarai, RB Yoga Kuswandono dari HIDUP di Provinsialat OSC Jalan Nias, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 30/9. Berikut petikannya:

Apa saja tantangan yang dihadapi Ordo Salib Suci saat ini?
Pertama, masalah panggilan yang makin menurun. Sebenarnya ordo dan tarekat imam lain juga menghadapi hal serupa. Kedua, makin banyak imam yang mengundurkan diri dari hidup panggilannya. Biasanya seseorang akan mengalami krisis setelah sepuluh tahun menjalani hidup sebagai imam. Namun, sekarang banyak imam yang baru lima tahun saja sudah mengalami krisis. Bahkan, imam-imam yang baru ditahbiskan juga sudah mengalami krisis.

Ketiga, masalah pastoral di Keuskupan Bandung. Masyarakat Sunda masih kurang bisa menerima agama Katolik karena dianggap sebagai agama asing dan agen negara-negara Barat. Blok kultural Sunda dengan salah satu agama juga sangat kuat. Sudah terjadi penyatuan dan identifikasi diri antara Sunda dan salah satu agama.

Mungkin, hal ini juga dipicu faktor kuurangnya panggilan imam di kalangan mereka sendiri. Tidak ada bangsawan Sunda yang menjadi imam sehingga kurang bisa menyebarkan pengaruh kepada masyarakat. Biasanya masyarakat daerah mau menerima satu pandangan baru jika yang menyebarkan adalah orang-orang yang berasal dari kalangan atas dan punya pengaruh kuat dalam kehidupan mereka.

Strategi kultural untuk masuk ke masyarakat Sunda juga kurang dipikirkan Gereja. Sebenarnya sudah ada satu kelompok jaringan komunikasi antaragama bernama Jaka Tarub – Jaringan Komunikasi Antar Umat Beragama. Dalam jaringan ini, Katolik dan Kristen cukup kompak menjalin komunikasi. Namun, ada salah satu kelompok yang masih enggan aktif terlibat.

Apa solusi menghadapi tantangan tersebut?
Mengenai kurangnya panggilan, saat ini ada usaha menggencarkan promosi memperkenalkan Ordo Salib Suci melalui media cetak dan internet. Banyak yang tertarik masuk Ordo Salib Suci setelah melihat situs internet. Bahkan, ada pemuda dari Vietnam dan Filipina yang tertarik. Namun, itu semua belum cukup membantu. Ada satu hal yang lebih penting, yaitu bagaimana kami bisa membuat orang muda tertarik masuk ordo ini karena figur para imamnya. Karena itulah, sebenarnya panggilan bukan hanya tanggung jawab imam-imam tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh anggota ordo.

Mengenai pembinaan lanjut bagi para imam, Ordo Salib Suci sedang mengarahkan perhatian pada kelompok basis, di mana terdapat anggota ordo yang saling mendukung dan menguatkan. Diharapkan, gaya hidup bersama yang lebih kental mampu menguatkan dan mendukung para anggota ordo berjalan bersama menapaki hidup panggilan ini, sehingga mereka tidak lagi merasa sendiri.

Saat ini, imam Projo Keuskupan Bandung makin banyak. Apakah ada kemungkinan OSC akan pindah dan beralih tugas ke keuskupan lain?
Perkembangan imam Projo di Keuskupan Bandung saya rasa cukup bagus. Di antara 23 paroki di keuskupan ini, sekarang Ordo Salib Suci hanya memegang delapan paroki.

Hal ini menantang kami mencari kemungkinan adanya peluang lain di luar Keuskupan Bandung. Saat ini, ordo kami lebih fokus menanggapi karya-karya kategorial.

Dahulu, mungkin kami kaget dengan kehadiran uskup Projo, apalagi bukan berasal dari Bandung. Kami sama-sama tidak saling mengenal dan masih menyesuaikan diri satu sama lain. Karena itu, sempat terjadi benturan-benturan.

Namun, saat ini, kami makin leluasa berkomunikasi dan saling bekerjasama. Di tingkat kategorial, banyak imam Projo yang bekerjasama dengan kami. Misalnya, menangani Yayasan Salib Suci dan bersama-sama mengelola Universitas Katolik Parahyangan.

RB Yoga Kuswandono




Kunjungan: 757
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com