Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Iman yang Mewujud Perwujudan iman - Hidup Katolik

Iman yang Mewujud Perwujudan iman

Minggu, 3 Februari 2013 14:42 WIB
Iman yang Mewujud Perwujudan iman
[Dok.Pribadi]
Perwujudan iman: Maria Amelia Rosiana (memegang mikropon) mengkoordinir perlombaan anak-anak dalam peringatan HUT RI

HIDUPKATOLIK.com - Perwujudan iman tak hanya dalam kehidupan rohani. Tapi, juga tindakan persaudaraan dan belarasa terhadap semua orang.

Sejak masih muda, pasutri Michael Agus Wicoro dan Maria Amelia Rosiana terbiasa aktif dalam kegiatan kegerejaan, baik di tingkat lingkungan maupun paroki. Mereka juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di tempat tinggal mereka, RT 007/RW 03, Kebon Baru-Tebet, Jakarta Selatan.

Agus mengaku banyak belajar pada pelawak nasional, (Alm) Ateng, dalam
hal bermasyarakat. Baginya, Ateng menjadi figur yang tegas dalam prinsip dan
moderat atau toleran dalam berelasi dengan masyarakat.

Sejak 1996 hingga 2009, Agus dipercaya sebagai ketua Rukun Tetangga (RT).
Wilayah RT 007 ini terdiri dari 50 KK dengan 12 KK beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan. Saat suaminya aktif sebagai ketua RT, Lia yang beretnis Tionghoa aktif dalam arisan ibu-ibu, kegiatan PKK, dan jalan sehat. Ia ditunjuk sebagai Ketua PKK Gudang Peluru.

Setelah periode kepengurusan Agus sebagai RT selesai, diadakan pemilihan ketua RT baru. Tak disangka, Lia terpilih sebagai Ketua RT mulai 2009. “Pensiun” dari ketua RT, Agus didaulat menjadi sekretaris RW dengan tanggung jawab pelayanan yang lebih luas.

Garam dan terang
Agus dan Lia memiliki kebiasaan membaur dan bergaul dengan masyarakat yang heterogen. “Awalnya, kami tinggal di sini diwarnai suka-duka. Ada juga penolakan, terutama karena Katolik, apalagi Lia juga sipit,” ujar Agus.

Tapi, karena terjun dan membaur, mereka tak lagi mengalami kendala yang berarti dalam bermasyarakat. Bahkan, pasutri ini dikenal dan dipercaya sebagai tokoh yang membuat terobosan baru. Misalnya, membuat media kompleks selama enam bulan, untuk menanamkan semangat keterbukaan dan
transparansi. “Melalui media ini, tentu saja dengan kesaksian yang konkret, nilai-nilai Kristiani sebenarnya ditanamkan dalam diri warga,” jelas Agus.

Agus dan Lia merasa Gereja memberi bekal pada tiap orang Katolik, yakni semangat pelayanan. Gereja melangkah lebih awal. “Kita tinggal copy-paste saja program paroki yang disesuaikan dengan situasi kompleks,” tandas Lia.
Contohnya, program Go Green yang diterapkan dengan pembuatan biopori dan komposer untuk RT, pengelolaan uang iuran warga secara transparan, tertib administrasi, dan penggunaan media komunikasi modern.

Mereka dikenal sebagai pelopor perubahan dan semangat “keterbukaan”. Keaktifan di gereja dirasa banyak manfaatnya. “Kita sudah dilatih di Gereja,
bahkan digembleng untuk bisa menjadi ‘garam dan terang’, ‘domba yang diutus ke tengah serigala’. Inilah medan perutusan kita sebagai umat Katolik,” papar Agus.

Menurut Agus, keberanian menjadi garam dan terang harus dipupuk. Totalitas untuk sungguh mengakar di masyarakat, itulah wujud konkret iman sebagai murid Kristus.

Mengenai keterlibatan orang Katolik dalam masyarakat, Agus dan Lia merefleksikan banyak orang Katolik yang masih takut terjun ke masyarakat. Ada kecenderungan acuh tak acuh dan eksklusif dalam pergaulan. Mereka berharap, lebih banyak aktivis Gereja terjun dalam masyarakat dan menjadi pioner pembaruan yang lebih baik. “Kita harus bisa profesional dan bersih dalam pelayanan sebagai abdi masyarakat. Buatlah kehadiran kita dirindukan, karena kita hadir memberi solusi dan manfaat bagi kehidupan bersama,” demikian Agus.

Keterlibatan dan kepedulian Agus dan Lia dalam masyarakat pun tampak dalam upaya membantu korban banjir di sekitar mereka. Mereka mencari jalan
untuk mendapat bantuan bagi sebagian warganya yang terkena banjir. Rumah
mereka juga dipakai beberapa keluarga untuk tempat pengungsian.

Perutusan
Sebagai umat Katolik, wujud iman bukan semata-mata hanya pergi ke gereja setiap Minggu serta terlibat dalam kegiatan di lingkungan dan paroki. Pengalaman mewujudkan iman dengan berbelarasa dan menjalin persaudaraan di tengah masyarakat juga dirasakan Victor Tjandra Budiawan S. Ia berusaha ambil bagian dalam kegiatan di masyarakat.

Ia menjadi Sekretaris Rukun Warga (RW) di Kompleks Billy Moon, Kalimalang, untuk empat periode kepengurusan. “Sekitar 31 tahun lalu, saya juga pernah dipercaya menjadi ketua RT di sini,” ungkap pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 30 September 1947 ini.

“Saya berusaha melakukan apa yang bisa saya lakukan untuk orang lain. Tidak hanya bisa omong, tapi saya buktikan. Kita tunjukkan kasih untuk orang lain tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, dll,” tutur pensiunan ASTRA ini.

Di wilayah di mana ia tinggal, Tjandra dan umat Katolik lain membantu menyiapkan makanan ketika Hari Raya Idul Fitri, saat ada warga yang meninggal, membantu pembangunan masjid, dan menyumbang hewan kurban saat Idul Adha.

Pengalaman mewujudkan iman dalam karya nyata juga dialami Y.W. Junardy. Bersama para anggota Indonesia Global Compact Network (IGCN), Junardy terjun di masyarakat. Ia memotori IGCN untuk peduli terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Mereka membuat kegiatan untuk masyarakat, seperti penyediaan air bersih dan membantu pembangunan rumah.

Warga Paroki St Matias Cinere, Keuskupan Bogor, ini senang terlibat dalam
kegiatan lintas agama. Ia berusaha menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.
“Ini salah satu perwujudan iman saya. Saya tidak merasa iman saya goyah, karena kegiatan yang saya lakukan. Dengan bertemu berbagai macam orang yang berbeda agama dan keyakinan, itu mengasah iman saya. Saya banyak belajar dari perbedaan itu. Mengetahui lebih banyak itu memperkuat iman saya,” paparnya.

Sebagai orang Katolik, terjun ke masyarakat juga bentuk perutusan. “Tiap Minggu, di gereja, kita mendengar kata “perutusan”. Kita diutus, itu “instruksinya”. Setiap orang diutus berbeda jalannya. Saya “diperintahkan”, ditunjukkan dengan urusan seperti ini. Saya ditunjukkan jalan untuk membantu masyarakat miskin. Dan, ini tidak saya batasi,” tandas Junardy.

Maria Pertiwi/R.B.E. Agung Nugroho




Kunjungan: 1510
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com