Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


BLK Salesian Don Bosco, Tangerang: Mewujudkan Misi Don Bosco - Hidup Katolik

BLK Salesian Don Bosco, Tangerang: Mewujudkan Misi Don Bosco

Selasa, 19 Februari 2013 15:13 WIB
BLK Salesian Don Bosco, Tangerang: Mewujudkan Misi Don Bosco
[HIDUP/Maria Etty]
Siap kerja: Para peserta kursus mekanik bubut di BLK SDB Tiga Raksa, Tangerang

HIDUPKATOLIK.com - Mimik wajah Robertus Handoko terlihat serius. Manik matanya membuntuti gerak mesin yang mengikir permukaan selempeng pelat besi.

Sudah tiga pekan ia mengikuti kursus mekanik bubut di Balai Latihan Kerja Salesian Don Bosco (BLK SDB) Tiga Raksa, Tangerang. Setiap hari secara intensif pemuda berusia 21 tahun ini mengasah keterampilan mekanik bubut sejak pukul 08.30 hingga pukul 16.00. Selama kursus yang menelan waktu tiga bulan, Handoko tinggal di asrama milik SDB.

Tamatan salah satu SMA di Yogyakarta ini berharap bisa segera memperoleh pekerjaan, sesuai dengan keterampilan yang baru dimilikinyadi bidang bubut. Tak hanya Handoko, enam rekannya yang sama-sama mengikuti kursus mekanik bubut juga menggan-tungkan harapan serupa.

Menurut Direktur BLK SDB, Pastor Matius Sudiantoro SDB, BLK ini dibangun demi mewujudkan misi Tarekat Salesian Don Bosco, yakni menyiapkan kaum muda meraih masa depan. ”Dengan bekal keterampilan, mereka siap bekerja,” ujar imam asal Lampung ini saat ditemui di ruang kerjanya di BLK SDB Tiga Raksa, Selasa, 13 Oktober 2009.

Karya pertama
BLK SDB merupakan karya pertama Tarekat Salesian Don Bosco di Indonesia. BLK yang didirikan pada tahun 2000 ini terletak di Desa Matagara, Tiga Raksa, Tangerang. ”Kami membangun BLK di kawasan industri Tangerang sesuai saran Almarhum Mgr Leo Soekoto SJ,” ungkap pastor yang mengenyam pendidikan teologi di Yerusalem ini.

Sasaran peserta BLK adalah tamatan SMA atau SMK yang tidak melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. Meski demikian, ada juga peserta kursus yang hanya memiliki ijazah SMP. ”Karena pada umumnya perusahaan-perusahaan membutuhkan tenaga kerja berpendidikan minimal SMA, maka peserta kursus yang lulusan SMP diarahkan untuk membuka usaha sendiri,” lanjut Pastor Matius.

Ada sembilan program kursus yang ditawarkan di BLK SDB, yakni instalasi listrik, mekanik bubut, las, sepeda motor, pneumatik (robot), bahasa Inggris, komputer, desain grafis, dan menjahit.

Awalnya, BLK SDB mengutamakan bidang teknik. ”Kursus bahasa Inggris dan komputer sebenarnya untuk melengkapi kursus di bidang teknik.” Ternyata, kursus bahasa Inggris dan komputer lebih menjaringpeminat. ”Dari sekitar 400 murid saat ini, sekitar 300 orang belajar komputer dan bahasa Inggris,” urai pastor yang ditahbiskan empat tahun lalu ini.

Kecenderungan ini bukan hanya terjadi di BLK SDB saja. Menurut Pastor Matius, dalam pertemuan para penyelenggara kursus di Provinsi Banten, beberapa waktu lalu, terungkap bahwa orang muda setempat cenderung kurang berminat pada bidang teknik.

Modifikasi pengajaran
Pastor Matius sempat prihatin tatkala daya tarik kelas mekanik bubut pudar, tak ada orang yang mendaftar. Bahkan, selama beberapa waktu kelas ini tutup. Lantas, ia menelisik kemungkinan dengan memodifikasi model pengajaran.

Jika sebelumnya, kelas mekanik bubut berlangsung tiga kali dalam sepekan, dan setiap pertemuan berlangsung hanya dua jam, maka ia membuka kelas mekanik bubut intensif. Pelajaran berlangsung Senin sampai Sabtu, dari pagi hingga menjelang petang.

Selain itu, agar kualitas pelatihan meningkat, BLK mengundang instruktur mekanik bubut dari Akademi Teknik Mesin Indonesia (ATMI) Solo.

”Sebelumnya, saya mendapat laporan bahwa lulusan kelas mekanik bubut kaget karena waktu kerja di pabrik dari pagi hinggasore, sementara di BLK mereka belajar hanya dua jam,” papar Pastor Matius.

Lantas, Pastor Matius mengumpulkan murid melalui paroki-paroki. Dengan demikian, Seksi Sosial Paroki (SSP) bisa memberikan pinjaman biaya kursus. ”Jika sudah bekerja, mereka harus mengembalikan biaya tersebut agar bisa digunakan untuk orang lain.”

Saat ini, baru ada tujuh peserta di kelas mekanik bubut. Dua peserta dari Paroki Kristus Salvator Slipi, Jakarta Barat, dua peserta dari Paroki St Yohanes Bosco Sunter, Jakarta Utara, satu peserta dari Paroki Fransiskus Asisi Tebet, Jakarta Selatan, satu peserta dari Paroki Santa Maria Tangerang, dan satu lagi peserta dari Purworejo - bukan utusan paroki.

Rencananya, setelah kelas mekanik bubut ini berlangsung satu setengah bulan, BLK SDB akan membuka pendaftaran baru. ”Tidak perlu menunggu kelas yang sedang berlangsung selesai,” tukas Pastor Matius. Diharapkan, sebelum bekerja, peserta kursus mekanik bubut sudah bisa menghasilkan produk yang layak jual.

Kesempatan magang
BLK SDB juga menjalin kerjasama denganBank Central Asia (BCA) dan Suzuki Motor untuk magang. Selepas kursus, siswa kelas komputer bisa magang di Bank Central Asia Slipi, Jl Jenderal Sudirman, dan Grand Indonesia, di Jakarta. ”Saat ini, ada 75 murid sedang magang di sana,” beber Pastor Matius.

Mereka magang selama setahun. Setiap bulan, mereka memperoleh uang saku Rp 1.200.000. Di penghujung magang, mereka yang berprestasi memperoleh beasiswa Rp 5.000.000. ”Setelah magang selesai, mereka memperoleh sertifikat dari BCA yang bisa mempermudah mereka mencari pekerjaan,” lanjut Pastor Matius.

Sedangkan peserta kelas otomotif bisa magang di Suzuki Motor. ”Kalau sikap mereka dinilai baik, PT Suzuki akan merekrut mereka menjadi karyawan,” kata Pastor Matius sembari melepas senyum. Selain itu, tamatan kelas mekanik bubut juga bisa segera memperoleh pekerjaan. ”Ada pengusaha lulusan ATMI yang sudah menawarkan pekerjaan kepada mereka,” sambungnya.

Bagi peserta kursus lainnya - selain kursus mekanik bubut, komputer, dan otomotif - tak tertutup kemungkinan akan disalurkan bekerja. ”Kami akan segera menghubungi mereka, bila ada perusahaan-perusahaan yang mencari tenaga kerja melalui kami,” ujar Pastor Matius.

Ikut terlibat
BLK SDB memiliki 11 tenaga pengajar, terdiri dari tujuh pengajar laki-laki dan empat pengajar perempuan. Guna mendukung kelangsungan BLK SDB, Pastor Matius juga meminta kepada komunitas SDB Tiga Raksa untuk ikut terlibat. Alhasil, satu bruder SDB mengajar kursus listrik dan AC, sementara para pastor dan frater mengajar bahasa Inggris dan komputer. ”Saya juga mengajar dua kelas bahasa Inggris,” imbuhnya seraya tersenyum.

Sedangkan 11 aspiran dan sembilan postulan SDB yang saat ini tinggal di komunitas SDB Tiga Raksa menjadi peserta kursus otomotif, listrik, dan AC. ”Keterampilan ini akan dibutuhkan dalam karya mereka kelak.”

Pastor Matius menandaskan, biaya kursus di BLK SDB relatif terjangkau bagi khalayak kebanyakan. Misalnya, biaya kursus bahasa Inggris hanya Rp 75.000 per bulan. Untuk kursus komputer (Microsoft Word) selama tiga bulan hanya dikenakan biaya Rp 340.000. Sedangkan biaya kursus otomotif per bulan Rp 200.000. ”Calon peserta kursus yang sulit membayar bisa minta bantuan kepada SSP,” sarannya.

Dua persen
Selama sembilan tahun perjalanannya, BLK SDB telah meluluskan sekitar 5.000 peserta kursus. Namun, jarang sekali di antara mereka yang beragama Katolik. Dari sekitar 400 murid saat ini, hanya sekitar dua persen saja yang Katolik. Bahkan, pada tahun-tahun sebelumnya, tak ada satu pun peserta kursus beragama Katolik.

”Kami berharap ada banyak peserta Katolik. Siapa tahu ada yang berminat menjadi imam atau bruder SDB,” ucap Pastor Matius terus terang.

Pernah ada peserta kursus non Katolik dari Bogor ingin menjadi frater. ”Karena di BLK ini selalu ada frater yang mendampingi, rupanya dia tertarik,” kenang Pastor Matius. Tetapi, ia menyarankan agar murid tersebut mendatangi paroki asalnya. ”Karena izin di sini hanya untuk BLK bukan untuk gereja,” katanya memberi alasan.

Kini, BLK SDB terus berbenah, terlebih dalam menyongsong ulang tahun ke-25 SDB berkarya di Indonesia, tahun 2010. Sesuai tema perayaan ”Bersama Meraih Mimpi”, BLK SDB ingin membekali kaum muda dengan aneka keterampilan demi masa depan yang gemilang.

Maria Etty




Kunjungan: 2762
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com