Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Renungan Minggu 24/2/2013: Mgr A M Sutrisnaatmaka MSF - Hidup Katolik

Renungan Minggu 24/2/2013: Mgr A M Sutrisnaatmaka MSF

Sabtu, 23 Februari 2013 18:11 WIB
Renungan Minggu 24/2/2013: Mgr A M Sutrisnaatmaka MSF
beingisgood.blogspot.com

HIDUPKATOLIK.com - Pekan Prapaskah II; Kej 15:5-12.17-18; Mzm 27; Flp 3:17-4:1; Luk 9:28b-36

Panggilan dan Pengutusan Murid Yesus

DUC in altum, Bertolak ke tempat yang dalam” merupakan tema yang dicanangkan oleh Beato Yohanes Paulus II dalam Surat Apostoliknya: Novo Millennio Ineunte (Pada awal Milenium Baru), 6 Januari 2001. Ajakan yang dikutip dari Luk 5:4 masih sangat relevan dan dibacakan pada Minggu ini. Ajakan itu disampaikan untuk memberi dorongan kepada para murid untuk menunaikan tugas panggilan mereka mewartakan karya keselamatan Allah agar mendapatkan hasil yang lebih banyak.

Siap diutus
Bagaimana murid Yesus bisa merasakan panggilan hidupnya? Panggilan untuk apa? Pertanyaan ini bisa muncul dalam hati kita. Yesaya mendengar panggilan Tuhan, Raja Semesta Alam yang memberi tugas perutusan. Dialah yang menghapus kesalahan dan mengampuni dosa. Yesaya mengimani bahwa keselamatan berasal dari Allah. Karena dipanggil untuk mewartakan Allah kepada bangsanya agar bertobat, maka ia menerimanya dan menjawab: “Inilah aku, utuslah aku” (Yes 6:8).

Dalam Perjanjian Baru, keselamatan itu menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus. Santo Paulus memahami bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci (bdk 1Kor 15:3). Dengan kebangkitan-Nya, semua yang beriman diikutsertakan dalam karya keselamatan Allah. Jika kita telah mati bersama Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga bersama Dia. Melalui baptisan dalam Kristus, kita dikuburkan bersama-sama dengan Dia dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan dibangkitkan dalam hidup yang baru. Sesudah bangkit dari antara orang mati, Ia tidak mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas Dia (bdk Rom 6:4-9). Dengan baptisan, kita siap untuk diutus karena pada dasarnya Gereja yang adalah kita semua, bersifat misioner. Kita harus siap juga untuk diutus mewartakan kebangkitan Kristus.

Keberanian untuk bermisi
Kebangkitan, dasar iman, menjadikan hidup kita tak sia-sia, melainkan mendatangkan keselamatan, yaitu hidup baru, hidup kekal bersama Kristus. Para murid, yang tadinya adalah para nelayan, penjala ikan, dipanggil untuk menjadi penjala manusia agar yang percaya kepada-Nya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dari kisah Injil, kita dapat memahami bahwa rupanya para murid tak terlalu sulit menerima panggilan yang disampaikan oleh Yesus secara langsung. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia” (Luk 5:10). Panggilan itu merupakan tugas luhur, yaitu menjala manusia, ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan Yesus sendiri.

Panggilan itu dimaksudkan juga untuk kita yang telah dibaptis. Dari semua murid Yesus, ada yang secara khusus menanggapi panggilan Yesus dengan bergabung dalam suatu tarekat; menjadi imam atau religius. Pelaksanaan tugas perutusan para murid Yesus menjadi penentu kehidupan dan perkembangan Gereja selanjutnya. Kita tidak boleh takut, karena panggilan dari Allah melalui Yesus merupakan tugas luhur: dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Diperlukan keberanian untuk melaksanakannya secara konkret, menurut kemampuan dan kesempatan yang ada. Selain itu, juga diperlukan macam-macam terobosan untuk mewartakan karya keselamatan Allah yang disampaikan oleh Yesus. “Tebarkanlah jalamu ke tempat yang dalam”. Ayat ini bisa ditafsirkan sebagai usaha-usaha yang “luar biasa”, terobosan yang mencakup pelbagai kemungkinan: cara, metode, pelaksanaan yang didukung oleh kesediaan dan keberanian kita.

Tugas perutusan Gereja menentukan keberadaan Gereja: hidupnya, perkembangannya, dan masa depannya. Gereja yang berada di dalam dunia, pastilah memerlukan keikutsertaan kita semua dalam tugas pengutusan sekarang ini. Tugas mewartakan Injil melingkupi seluruh bidang kemanusiaan. Karenanya, keikutsertaan setiap murid Kristus juga sedemikian luas memungkinkan keikutsertaan kita semua: imam, religius, dan segenap kaum awam. Semoga kesadaran akan tugas misi kita semua semakin memajukan dan mengembangkan hidup menggereja pada masa sekarang ini.

Mgr A.M. Sutrisnaatmaka MSF
Uskup Palangka Raya




Kunjungan: 1595
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com