Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Kisah Pertobatan Paulus - Hidup Katolik

Kisah Pertobatan Paulus

Jumat, 1 Maret 2013 16:26 WIB
Kisah Pertobatan Paulus
[theliberalspirit.com]

HIDUPKATOLIK.com - Tentang pertobatan Paulus, mengapa diceritakan dua kali dalam Kisah Para Rasul? Mengapa ada perbedaan rincian yang kontradiktif, yaitu tentang teman-teman Paulus (Kis 9:7 dan Kis 22:9). Mana yang benar?

Tonie, 08123383XXX

Pertama, kisah pertobatan Rasul Paulus bukan hanya ditulis dua kali dalam Kisah Para Rasul, melainkan tiga kali, yaitu Kis 9:3-19, 22:6-16, dan 26:12-18. Demikian pula perbedaan tidak hanya berkaitan dengan
teman-teman seperjalanan Paulus, melainkan hampir terjadi pada semua rincian. Perbedaan ini hendak membantu kita untuk mengerti bahwa Kitab Suci bukan laporan pandangan mata tentang sebuah peristiwa, tetapi sebuah kesaksian iman yang diilhami Roh Kudus. Dalam kesaksian iman ini, tidak semua rincian data bersifat historis. Rincian itu bukan pesan utama yang hendak disampaikan. Jadi, perbedaan rincian bahkan yang berlawanan, tidak penting dan tidak membatalkan pesan utama yang hendak disampaikan.

Kedua,
mengapa kisah pertobatan ini ditulis sampai tiga kali? Sebab Lukas, penulis Kisah Para Rasul, hendak menunjukkan terpenuhinya kata-kata Yesus,
yaitu Injil akan mencapai seluruh dunia, “sampai ke ujung bumi” (1:8). Yang dimaksud “ujung bumi” tak lain ialah Kota Roma, Ibu Kota Kekaisaran Romawi.

Karena tidak ada rasul-rasul yang mencapai Kota Roma, sejauh pengetahuan Paulus pada saat itu, maka Lukas ingin menunjukkan bahwa ramalan Yesus terpenuhi dalam diri Rasul Paulus. Masalahnya, Paulus bukan salah satu dari 12 Rasul Yesus. Bagi Lukas, seorang rasul adalah seorang yang mengenal Yesus secara pribadi dan menerima dari Dia perutusan untuk mewartakan Injil (Kis 1:21-26). Bagaimana dua syarat ini terpenuhi dalam diri Paulus? Dengan
tiga gambaran yang semakin rinci tentang kisah pertobatan Paulus, Lukas menunjukkan bahwa Paulus mengenal Yesus secara pribadi dan dia menerima
instruksi dari Yesus dalam perjalanannya ke Damaskus.

Ketiga, dengan mengerti tujuan utama Lukas, maka rincian lain tidak penting apakah historis atau tidak. Dalam tiga kisah itu, Lukas menyajikan gambaran yang semakin rinci ketika mengulangi kisah yang sama. Ini disebut teknik gradasi.

Tentang cahaya yang mengelilingi Paulus, kisah pertama berkata tentang “cahaya memancar dari langit” (9:3), kisah kedua merinci “cahaya yang menyilaukan dari langit” (22:6), dan kisah ketiga merinci lebih lanjut “cahaya yang lebih terang daripada cahaya matahari turun dari langit” (26:13).

Tentang waktu, kisah pertama tidak mengatakan apa-apa. Kisah kedua memperjelas bahwa hal itu terjadi pada “waktu tengah hari” (9:6), sedangkan
kisah ketiga merinci lebih lanjut “pada tengah hari bolong” (26:13).

Pada kisah pertama dan kedua, dikatakan bahwa cahaya itu hanya mengelilingi Paulus (9:3; 22:6), sedangkan pada kisah ketiga cahaya itu meliputi Paulus dan teman-temannya (26:13).

Demikian pula, lukisan tentang pengejaran yang dilakukan Paulus dilukiskan semakin rinci. Kisah pertama mengatakan secara sederhana “dimasukkan ke dalam penjara” (8:3), sedangkan kisah kedua merinci “sampai mereka mati” (22:4). Kisah ketiga melukiskan secara lebih rinci lagi (26:10-11).

Tentang perutusan yang diberikan Yesus kepada Paulus, pertama dikatakan bahwa Paulus akan mewartakan nama Yesus di hadapan para bangsa, raja-raja, dan anak-anak Israel (9:15). Kisah kedua tidak menjelaskan apa-apa. Sedangkan kisah ketiga memberikan gambaran perutusan yang sangat rinci.

Tampaknya Lukas tidak mempedulikan rincian yang kontradiktif pada kisah pertama dan kedua (9:7 dan 22:9), dan lebih lagi pada kisah ketiga dikatakan
bahwa mereka tidak mendengar ataupun melihat apa pun. Ingat, rincian ini bukanlah tujuan utama Lukas.

Keempat,
yang tetap konsisten dalam ketiga kisah itu ialah dialog antara Paulus dan Kristus pada saat penampakan. Menimbang kemiripan yang sangat
kuat, kita bisa memastikan bahwa ini adalah percakapan yang sungguh antara Paulus dan Yesus. Dialog ini menekankan dua butir tujuan utama Lukas, yaitu Paulus mengenal Yesus secara pribadi, dan dia menerima pengajaran langsung dari Yesus.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 2373
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com