Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Lilin Adven - Hidup Katolik

Lilin Adven

Senin, 4 Maret 2013 16:21 WIB
Lilin Adven
[NN]

HIDUPKATOLIK.com - Selama Masa Adven, di altar diletakkan empat lilin, apakah maksudnya? Apakah harus lingkaran? Bo­­lehkah simbol ini dibuat juga di rumah? Kalau diadakan di rumah, kapan harus dinyalakan? Terima kasih.

Yovita Lima, 081330724xxx

Pertama, simbol yang Anda rujuk itu disebut lingkaran adven, yang mempunyai empat lilin. Praktik membuat lingkaran adven ini berasal dari Jerman yang kemudian berkembang dan dilakukan di dalam gereja di banyak daerah. Berbagai makna kemudian dilekatkan pada simbol-simbol yang digunakan dalam lingkaran adven itu. Empat lilin itu melambangkan keempat minggu dalam Masa Adven, yaitu masa persiapan kita menyambut Natal. Tiga lilin berwarna ungu, yang menyimbolkan pertobatan dan penantian. Sedangkan lilin minggu ketiga Adven berwarna merah muda, yang menyimbolkan sukacita. Minggu ketiga Adven yang disebut Minggu “Gaudete” atau Minggu “bersukacitalah”, mengajak umat untuk bersukacita karena kedatangan Sang Penyelamat semakin dekat.

Lilin dalam lingkaran adven ini dinyalakan mulai Minggu Adven pertama. Setiap minggu dinyalakan tambahan satu lilin, sehingga banyaknya lilin yang bernyala menjadi tanda progresif bahwa kelahiran Sang Terang Dunia semakin mendekat. Hal ini mengingatkan kita untuk menyediakan palungan di dalam hati kita agar Kristus bisa dilahirkan kembali dalam diri kita. Maka, lingkaran adven menjadi bagian persiapan rohani menyambut kedatangan Sang Mesias.

Di beberapa daerah, ditambahkan lilin kelima berwarna putih yang lebih besar dan diletakkan di tengah lingkaran. Lilin putih ini melambangkan Kristus yang adalah “Terang yang telah datang ke dalam dunia” (Yoh 3:19-21). Lilin putih ini dinyalakan pada Misa atau kebaktian malam Natal sebagai lambang bahwa masa penantian telah berakhir karena Juruselamat telah lahir.

Simbolisasi lainnya kiranya juga perlu dimengerti. Digunakan lingkaran dan bukan bentuk lain, karena lingkaran dimaknai sebagai simbol dari Allah yang abadi yang tidak mempunyai awal dan akhir. Lingkaran ini dibungkus dengan daun-daunan hijau (pakis, pinus, salam), karena hijau melambangkan hidup. Kristus adalah Sang Hidup itu sendiri. Dia telah wafat, tetapi hidup kembali dan tetap hidup.

Kedua, pada abad XVI, lingkaran adven juga dipasang dalam rumah-rumah keluarga Kristiani. Maknanya, alangkah baiknya jika setiap keluarga memasang lingkaran adven. Lingkaran ini bisa digantung atau diletakkan di atas meja. Biasanya diletakkan di tempat yang mudah dilihat oleh seluruh anggota keluarga. Lingkaran adven ikut menyemarakkan suasana dan membangkitkan semangat persiapan menyambut kelahiran Yesus dan kedatangan Kristus yang kedua pada akhir zaman.

Lilin adven bisa dinyalakan pada waktu keluarga makan bersama atau pada waktu doa pagi atau malam. Doa bersama pada Masa Adven ini bisa mengingatkan semua anggota keluarga akan kehadiran Kristus dalam keluarga, dalam Gereja sekaligus menjadi antisipasi kedatangan kedua Kristus. Sepanjang tahun, kita menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan dengan menghayati misteri Kristus di masa kini. Lingkaran adven mengingatkan kita akan perlunya persiapan jiwa menyambut perayaan kelahiran Tuhan.

Dalam pemberkatan perkawinan selama Masa Adven ini, bolehkah imam menggunakan warna liturgi putih? Warna ungu mengingatkan kita pada kematian. Pada hari bahagia itu, lebih simpatik menggunakan bukan warna ungu.

Mario Susanto, Malang

Sebaiknya warna liturgi selama Masa Adven tetap dipertahankan. Yang perlu diubah ialah pengertian umat tentang warna ungu, bukan mengubah warna liturgi itu sendiri. Memang warna liturgi kematian dan adven itu sama-sama ungu. Kiranya perlu disosialisasikan kepada umat makna warna ungu dari Adven. Adven adalah sebuah masa pengharapan yang penuh sukacita, yaitu merayakan kedatangan Kristus yang pertama sekaligus menantikan kedatangan Kristus yang kedua. Jadi, suasana yang dominan bukanlah kesedihan tetapi pengharapan, penantian akan kedatangan Tuhan.

Makna pengharapan dan penantian akan kedatangan Tuhan akan sangat cocok dikaitkan dengan kegembiraan suatu perayaan perkawinan. Pemberkatan perkawinan bisa dipandang sebagai permohonan agar Allah yang adalah Kasih datang meneguhkan cinta kasih kedua mempelai dan menyucikan ikatan mereka. Kehadiran Tuhan dalam pernikahan ini bisa menjadi sumber pengharapan keluarga baru itu dalam menghadapi hidup dan tantangan-tantangannya. Jika demikian, warna ungu sangat cocok dengan suasana perkawinan.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 1316
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com