Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Pusat Pelatihan Guru - Hidup Katolik

Pusat Pelatihan Guru

Minggu, 20 Januari 2008 15:00 WIB
Pusat Pelatihan Guru
[kansai-u.ac.jp]

HIDUPKATOLIK.com - Pemerintah sedang mencari berbagai cara meningkatkan mutu pendidikan melalui pengadaan Ujian Nasional (UN), sertifikasi guru, dan pembuatan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP). Sementara kita juga tahu bahwa Indeks Pendidikan Indonesia semakin menurun. Hal itu dikemukakan pada laporan EFA (Education For All) dalam Global Monitoring Report 2008. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, peringkat Indonesia turun dari posisi 58 menjadi 62. Apa yang dapat dilakukan memperbaiki keadaan ini?

Harapan bahwa UN dan sertifikasi guru dapat menyelamatkan mutu pendidikan di Indonesia, tinggal harapan. Terlebih ketika tim sukses UN yang melibatkan seluruh komponen pendidikan melakukan kecurangan. Sertifikasi juga terjerat pada birokrasi dan urusan administrasi yang sering disertai dengan dokumen aspal. Sebaiknya, sekolah-sekolah swasta dapat menjadi penggerak pembaharuan. Menaruh harapan pada sistem UN dan sertifikasi tidak cukup. Kita perlu melakukan sesuatu.

Sekarang kita makin menyadari, bila kompetensi guru dalam mengajar dapat diperbaiki, mutu pemahaman peserta didik juga akan semakin membaik. Langkah awal yang perlu dilakukan penyelenggara pendidikan adalah memperbaiki kompetensi guru. Kita membutuhkan pusat-pusat pelatihan yang memberikan pelatihan bagi para guru agar mereka semakin kompeten sebagai pendidik dan pengajar. Sebagai ilustrasi, dunia perbankan, senantiasa mengusahakan peningkatan profesi karyawannya secara terus-menerus. Diberikan aneka materi yang kian meningkatkan mutu kerja dan kepribadian mereka.

Dalam dunia pendidikan, pusat-pusat pelatihan yang melayani para guru masih belum banyak kita dengar. Yayasan-yayasan swasta tertentu memiliki pusat-pusat diklat tapi belum dikelola secara maksimal. Sebenarnya, pusat-pusat pelatihan profesional seperti Service Quality itu adalah salah satu jawaban yang tepat.

Dapat menjadi bahan permenungan bagi pengelola yayasan-yayasan swasta untuk bekerja sama menyiapkan berdirinya pusat-pusat pelatihan guru profesional, dengan menyiapkan tenaga-tenaga edukatif yang mengembangkan materi pelatihan yang komprehensif sekaligus memberikan pelatihan-pelatihan profesional bagi para tenaga pendidik.

Idealnya setiap keuskupan memiliki pusat pelatihan bagi para pendidik, yang dikelola secara profesional sehingga dapat memberikan dukungan pada lembaga-lembaga pendidikan yang ada di sekitarnya. Tentu saja, pendirian pusat pelatihan mesti disertai dengan pengadaan tenaga-tenaga profesional yang mengelolanya. Sementara tenaga relawan hanya dapat menjadi tenaga pendukung yang dapat menyumbang sesuai keahliannya.

Pusat-pusat pelatihan seperti ini belum ada, padahal dunia pendidikan kita saat ini sangat membutuhkannya. Sebenarnya Majelis Pendidikan Katolik (MPK) di tiap keuskupan dapat menjadi koordinator untuk mengelolanya secara profesional. Pada zaman ini ada banyak sekali penemuan-penemuan di bidang psikologi pendidikan, cara dan metode pembelajaran yang baru yang sebenarnya perlu diketahui dan dikuasai oleh para guru. Bisa jadi diklat seperti ini yang apabila dikelola dengan baik, dapat menjadi sebuah model yang lebih efektif meningkatkan mutu pendidikan dibandingkan dengan sertifikasi.

Tentu pendirian Pusat Training Guru seperti ini membutuhkan banyak biaya dan sekaligus persiapan tenaga yang profesional. Saya yakin, biaya itu dapat diatasi bila setiap yayasan swasta saling bergandengan tangan, menyisihkan sebagian dana untuk itu. Tentu saja dibutuhkan orang yang memiliki visi yang jelas dan komprehensif. Bila diklat seperti ini dapat melatih para guru menjadi pendidik profesional, maka suasana pendidikan di sekolah-sekolah akan mengalami perubahan.

Peserta didik menikmati proses pembelajaran, karena dibimbing guru-guru yang menguasai bidang yang diajarkannya dan mampu menyampaikan materi pembelajaran secara sederhana dan jelas. Perubahan mutu profesional guru dengan sendirinya berdampak pada mutu peserta didik. Pada gilirannya, mutu pendidikan pelan-pelan dapat diperbaiki, sehingga pada masa-masa yang akan datang kita dapat membaca bahwa mutu pendidikan di Indonesia mengalami perbaikan. Bukan karena UN atau sertifikasi guru melainkan karena kualitas guru dan pendidik mengalami perbaikan.

Untuk pendirian diklat seperti ini, kita dapat bercermin pada Pusat-pusat Training Service Quality yang ada, bagaimana pusat pelatihan guru dapat dikelola, dikembangkan dengan menciptakan program-program yang sesuai dengan tuntutan zaman. Hingga pada akhirnya para peserta didik kita tidak takut menghadapi berbagai bentuk ujian kehidupan, karena mereka telah memahami hakikat pengetahuan dari guru-guru mereka yang profesional di bidangnya. Dan para pendidik profesional itu bukan hasil sertifikasi melainkan hasil proses pelatihan yang komprehensif dan berkesinambungan.

Fidelis Waruwu




Kunjungan: 326
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com