Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Perjamuan Terakhir - Hidup Katolik
Home » Tajuk

Perjamuan Terakhir

Minggu, 2 Maret 2008 14:34 WIB
Perjamuan Terakhir
[leonardo.net]
Leonardo da Vinci

HIDUPKATOLIK.com - Perjamuan Terakhir, lukisan Leonardo da Vinci adalah karya seni besar Italia abad ke-15. “Italia abad ke-15” menunjuk perkara sangat penting dalam sejarah peradaban. Renaisans, ‘kelahiran kembali’, manusia menemukan identitas dan harkatnya kembali setelah berabad-abad terkubur oleh kekuasaan teologi. Periode ini sedang berlangsung gencar-gencarnya di abad tersebut. Sementara itu, Italia adalah palungan arus kebudayaan ini. Di antara kota-kota di Italia yang menjadi sumber gelombang ini adalah Florence. Vinci, kampung kelahiran Leonardo, ada di pinggiran pusat kebudayaan dan pemikiran tersebut.

Dalam waktu singkat, Leonardo masuk ke dalam lingkaran orang-orang paling elite di Florence. Ia menjadi sosok terhormat dalam lingkaran komunitas orang-orang terpelajar di kota itu.

Jangan membayangkan Leonardo adalah ‘tukang gambar’, yang kerap kita lihat di pinggiran jalan di kota-kota Indonesia. Ia adalah simbol manusia modern dan terpelajar. Ia mempelajari geologi, geofisika, dan botani. Untuk mempelajari tubuh manusia, ia praktik sendiri membedah mayat. Gambar-gambarnya mengenai anatomi tubuh adalah warisan untuk ilmu kedokteran yang sangat berharga. Di antara keahliannya yang multidimensi itu, ia adalah seorang pelukis. Penemuan dalam berbagai eksperimennya sangat memperkaya bakat seni melukisnya.

Leonardo adalah manusia Renaisans. Dia bukan pelukis biasa dengan karya seni yang tidak biasa pula. Tetapi, kita bukan berbicara mengenai Leonardo. Kita hendak berbicara mengenai satu karyanya: lukisan Perjamuan Terakhir.

Di antara karya-karya besarnya – lukisan Mona Lisa akrab dengan kita – Perjamuan Terakhir mendapat tempat tersendiri. Lukisan dengan ukuran kira-kira lima kali sembilan meter ini adalah pesanan seorang bangsawan Milan, Lodovico Sforza, untuk menghiasi dinding ruang makan Kuil St Maria delle Grazie, Milan.

Sebelum memulai pekerjaannya itu tahun 1495 – diselesaikan 1498 – riset mendalam dilakukannya. Dia mendalami psikologi dan watak manusia. Dan, ia mengambil kesimpulan bahwa watak dan jiwa manusia tercermin dalam reaksi dan gerak tangan. Leonardo mempelajari konteks Kitab Suci Perjamuan Terakhir. Momen yang dilukiskan dalam potret ini adalah detik-detik ketika Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku” (Yoh 13: 21b).

Yudas tampak mengambil sikap bersembunyi dalam santap malam itu. Dia satu-satunya murid yang siku tangannya menumpang di atas meja. Dia dilukiskan sebagai orang yang berkepribadian culas. Petrus direpresentasikan dengan wajah marah dengan pisau terhunus.

Perjamuan Terakhir dalam Kitab Suci adalah kisah sangat penting dalam iman Gereja Katolik. Hari Kamis Putih – hari sebelum Jumat Agung – mendapatkan pendasaran Kitab Suci dalam peristiwa ini. Perjamuan Terakhir ikut menjelaskan lahirnya tiga Sakramen: Imamat, Krisma, dan Ekaristi. Berbicara tentang substansi, momen pengkhianatan Yudas bukan momen yang paling penting. Pembasuhan kaki para murid dan nasihat lain dari Yesus, misalnya, jauh lebih signifikan dalam ajaran iman.

Gambar suci seperti Perjamuan Terakhir ini sangat membantu dalam penghayatan iman. Manusia yang berpanca indera akan terbantu dengan menatap lukisan itu. Iman dan moral orang bisa diperkaya dan diperteguh dengan merenungkan sebuah karya seni suci. Lukisan dan benda-benda seni lain yang diperlakukan demikian akan memberikan aura. Dalam kasus ini lukisan berubah menjadi “lukisan”. Dia bukan lukisan biasa.

Tetapi, sehebat apa pun lukisan Leonardo, ia bukan Kitab Suci dan Wahyu itu sendiri. Dan, muncul satu persoalan abad ini. Teknologi moderen dan kebudayaan kapitalisme telah mengubah aura tadi. Mudahnya gambar dan karya seni suci lainnya direproduksi dan diperbanyak secara berlebihan, membuat aura itu menjadi hilang atau luntur. Lebih dari itu, demi kapitalisme gambar-gambar itu dibuat variasi. Entah berapa banyak modifikasi – dengan tujuan serius, humor, sinis – lukisan Perjamuan Terakhir dari Leonardo da Vinci diproduksi. Dalam kebudayaan semacam itu, lukisan menjadi kehilangan aura imannya.

Redaksi





Kunjungan: 556
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com