Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Petrus Tripomo Pr: Dari Stasi hingga Takhta Suci - Hidup Katolik

Petrus Tripomo Pr: Dari Stasi hingga Takhta Suci

Kamis, 11 April 2013 14:26 WIB
Petrus Tripomo Pr: Dari Stasi hingga Takhta Suci
[HIDUP/Heri Kartono OSC]
Petrus Tripomo Pr

HIDUPKATOLIK.com - Meski bukan seorang pejabat di Vatikan, dia dapat leluasa keluar masuk Vatikan. Tanpa antre, tanpa pemeriksaan khusus.

Berkat jasanya pula, Elisabet Retno Andrianti dan suaminya Yohanes Sugeng Wiyono dapat menjadi petugas pembawa persembahan pada Perayaan Ekaristi Paskah lalu di Vatikan. Pastor Petrus Tripomo Pr atau yang kerap dipanggil Pastor Tri memang bukan pejabat di Vatikan. Namun, melalui kegiatan informalnya, ia mengenal para pembesar Vatikan, khususnya yang berkaitan dengan liturgi.

Bahkan, pastor kelahiran Sendangmulyo, Lampung Tengah, 9 Januari 1970 ini memiliki kartu tanda pengenal khusus. Kartu itulah yang membuat ia dapat keluar masuk Vatikan lewat pintu mana pun. Tanpa harus antre dengan pemeriksaan metal detector. Kartu itu diperoleh, lantaran Pastor Tri adalah salah satu anggota Coro Guida atau kor penuntun.

Coro Guida
adalah kelompok kor inti Vatikan yang biasa tampil pada upacara liturgi yang dipimpin langsung oleh Paus.

Kor stasi
“Sebenarnya saya bukan seorang ahli musik atau penyanyi handal,” aku Pastor Tri. Tetapi, ia mengakui, dirinya memang tertarik pada musik dan lagu-lagu yang terkait dengan liturgi.

Anak ketiga dari enam bersaudara ini sudah mulai dapat membaca notasi lagu sejak duduk di kelas tiga Sekolah Dasar. Ia mempelajarinya secara otodidak. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan kelompok kor di Gereja Stasi Sendangmulyo, Lampung Tengah.

Saat usianya menginjak remaja, ia memberanikan diri mengiringi kor paroki dengan alat musik harmonium atau organ yang menggunakan pedal. Ia juga bergabung dengan Paduan Suara SMP Xaverius Gisting, Tanggamus, Lampung Selatan. Paduan suara di bawah bimbingan Helena Pende ini hampir selalu meraih juara pertama pada setiap perlombaan. Melalui kegiatan dan pengalaman-nya dalam bidang musik, pengetahuannya semakin terasah. Dari situ, ia mulai mencoba mencipta lagu.

Bakatnya mencipta lagu semakin terolah ketika ia kuliah di Seminari Tinggi Pematang Siantar, Sumatera Utara, sebagai calon imam diosesan Keuskupan Tanjungkarang. Bahkan, salah satu lagu ciptaannya pernah dijadikan lagu wajib dalam perlombaan menyanyi anak-anak di salah satu paroki di Pematang Siantar.

Motivasi lain
Pastor Tri menerima Sakramen Imamat tanggal 29 Juni 1998. Usai ditahbiskan, selama beberapa tahun Pastor Tri bertugas di Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Metro Lampung untuk Unit Pastoral Bakauheni dan Unit Pastoral Liwa. Selama bertugas di paroki, ia memberi perhatian lebih banyak pada musik dan lagu-lagu liturgi, termasuk untuk anak-anak.

Melihat minat dan bakatnya yang besar pada bidang liturgi, Uskup Tanjungkarang Mgr Andreas Henrisoesanta SCJ, mengirim Pastor Tri ke Roma, Italia. Ia pun terbang meninggalkan tanah kelahirannya untuk belajar liturgi di Institut Pontifical San Anselmo Roma tahun 2005 hingga kini.

Bakatnya menyanyi makin terasah. Ia pun melamar sebagai anggota Coro Guida Vatikan dan diterima. “Ini satu kebanggaan bagi saya. Tapi, juga sekaligus pengorbanan,” ujarnya. Karena, di sela-sela kesibukannya belajar, Pastor Tri harus rela meluangkan waktu untuk berlatih menyanyi bersama. Apalagi, kalau harus mengikuti upacara yang dipimpin Paus, latihan semakin diperbanyak.

Bergabung dengan Coro Guida adalah minat pribadinya. Dari situ, ia mendapatkan banyak hal. Ia menimba banyak pengalaman positif. Ia juga dapat belajar membandingkan antara teori liturgi di bangku kuliah dengan liturgi dalam praktik. “Semula saya menganggap liturgi itu sangat kering. Ternyata, bisa amat hidup dan memikat!” tegasnya.

Satu keuntungan lagi. Lewat Coro Guida, ia mengenal para petinggi Vatikan, terutama imam dan suster yang bekerja di Kantor Liturgi Vatikan. Pimpinan tertingginya Mgr Guido Marini pun ia kenal. “Itulah mengapa saya dapat merekomendasikan agar orang Indonesia menjadi petugas liturgi saat Paskah kemarin,” tambahnya sembari menebar senyum.

Di luar menyanyi
Selain aktif dalam kegiatan tarik suara, Pastor Tri memiliki kesibukan lain. 13 Mei 2007, ia terpilih sebagai Ketua Ikatan Rohaniwan/ wati Indonesia di Kota Abadi/Roma (IRRIKA). Saat ini IRRIKA memiliki 773 anggota. “Sebenarnya saya merasa tidak mampu. Masih banyak yang lebih mampu memimpin. Tapi, saya menerima sebagai sarana untuk pengabdian pada sesama,” ujarnya.

Kendati mengaku tidak mampu, program-program kerja IRRIKA di bawah pimpinannya dapat berjalan lancar, terutama kerja sama dengan pihak-pihak luar. Seperti kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci Vatikan. Dua kegiatan terakhir yang dilakukan bersama adalah rekreasi ke San Gabriele dan Pentas Budaya di Bolzano, Italia Utara, pertengahan April lalu. Saat rekreasi ke San Gabriele, pihak KBRI menyumbang satu bus serta makan siang untuk 165 orang. Bahkan, Duta Besar RI untuk Vatikan Suprapto Martosetomo memberi hadiah empat buah raket bulutangkis. Sementara pada saat Pentas Budaya di Bolzano, para anggota IRRIKA menggelar Perayaan Ekaristi dengan inkulturasi budaya Indonesia. “Semua itu perlu proses pendekatan yang tepat. Komunikasi dengan semua pihak harus jelas dan lancar,” katanya memberi kiat.

Teladan ayah
Pastor Tri mengaku, apa yang dilakukannya sekarang berkat didikan sang ayah, Florentinus Slamet. Sebagai seorang katekis purna waktu, ayahnya rajin mengunjungi kelompok-kelompok umat di mana pun. “Ayah saya sangat rajin mengunjungi umat, bahkan yang berjarak puluhan kilometer dengan sepeda onthel-nya. Ia juga kerap pulang larut malam,” ujar Pastor Tri mengenang. Dalam segala keterbatasan, ayahnya banyak membantu orang-orang yang ada di sekitarnya. “Teladan hidup itulah yang menumbuhkan benih cita-cita imamat dalam hati saya,” lanjutnya.

Tahun lalu, Pastor Tri mengalami kesedihan. Ia mendapat kabar, ayahnya sakit keras. Padahal, ia sedang mengikuti kursus Bahasa Jerman untuk mengisi liburan musim panas. Pastor Tri segera menelepon ke rumah. Melalui telepon, ia sempat berbicara dengan ayahnya. “Ayah saya hanya berpesan agar saya terus belajar dengan tenang,” ujarnya sedikit terbata. Dan, 21 Agustus 2007, Pastor Tri ditinggalkan sosok yang menjadi teladan hidupnya untuk selamanya. “Ayah saya tidak hanya pandai mengajar soal iman. Tapi, dia sungguh mempraktikkan semua yang diajarkannya,” ujar Pastor Tri.

Suara Pastor Petrus Tripomo Pr akan terus berkumandang di Vatikan. Ia terus bernyanyi dengan penuh iman. Iman yang ia terima dari mendiang ayahnya, meski ia tidak dapat hadir pada hari-hari terakhir sang ayah tercinta.
“Saya yakin, lagu-lagu yang saya lambungkan dengan sepenuh hati akan dapat mengantar Ayah ke tempat Bapa di Surga dengan penuh sukacita,” pungkasnya.

Biodata
Nama : Petrus Tripomo Pr
Tampat/ tanggal lahir: Sendangmulyo, Lampung Tengah, 9 Januari 1970
Orangtua : Florentinus Slamet dan Victoria Sarjilah
Tahbisan : 29 Juni 1998
Pendidikan:
• SD Negri I Sendangmulyo (1976-1982)
• SMP Xaverius Gisting, Tanggamus, Lampung Selatan (1982-1985)
• Seminari Menengah St Paulus Palembang (1985-1989)
• STFT St Yohanes Pematangsiantar (1995-1997)
Tempat tugas:
• Pastor Pembantu di Paroki Hati Kudus Yesus Metro, Lampung.
• Pastor di Unit Pastoral Bakauheni.
• Pastor di Unit Pastoral St Theodorus Liwa.
• Pastor Paroki pembantu di Paroki St Petrus Kalirejo.
• Studi licensiat tentang liturgi di Institut Pontifical San Anselmo Roma, Italia.

Heri Kartono OSC




Kunjungan: 1734
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com