Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Christina M Rantetana: Perempuan Serba Pertama - Hidup Katolik

Christina M Rantetana: Perempuan Serba Pertama

Jumat, 26 April 2013 16:44 WIB
Christina M Rantetana: Perempuan Serba Pertama
[NN/Dok.Pribadi]
Laksamana Pertama TNI Christina M. Rantetana, MPH

HIDUPKATOLIK.com - “Saya takut melihat tentara, apalagi bercita-cita jadi tentara. Kalau melihat tentara lewat, saya lari terbirit-birit,” ceritanya mengenang masa-masa ketika masih duduk di bangku SMP Katolik Minanga-Toraja, Sulawesi Selatan.

Saat itu, Christina M. Rantetana atau yang kerap disapa Marike, bercita-cita menjadi seorang perawat. Maka, atas dorongan orangtuanya, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Perawat Umum di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan. Semua itu, cerita lama. Karena kini, di pundak perempuan penggemar kopi Toraja ini bertengger satu bintang. Ia pun dipanggil Laksamana Pertama TNI Christina M. Rantetana, MPH.

Selain itu, perempuan kelahiran Makale, Tana Toraja, 24 Juli 1955 ini, juga pernah mendapat julukan ‘perempuan serba pertama’. Perempuan pertama di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) yang mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di luar negeri, yakni di Royal Australian Naval Staff Course di Sydney, Australia. Anggota Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) pertama yang ditugaskan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI. perempuan pertama yang menjabat Direktur Sekolah Kesehatan di Angkatan Laut. Anggota Kowal pertama yang mengikuti pendidikan strata dua di Tulane University New Orleans, Amerika Serikat. Anggota Kowal pertama yang menjadi staf ahli Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Bidang Ideologi dan Konstitusi. Dan, perempuan pertama di TNI AL yang mencapai pangkat laksamana.

Belum selesai. Tahun ini, Marike masuk dalam jajaran ‘Seratus Wanita Indonesia Terinspiratif 2008’ versi Majalah Kartini. Bahkan, ia menjadi salah satu dari 21 tokoh favorit pilihan dewan juri. Selain itu, ia pun termasuk dalam deretan ‘Sepuluh Bukan Perempuan Biasa’ pilihan Majalah Tempo.

Tak disangka
Menjadi tentara memang bukan cita-cita Marike. Saat itu, ia hanya diajak temannya mengikuti tes. “Waktu itu, saya tidak memiliki beban apa pun,” ujar ibu lima anak ini saat ditemui di kediamannya di Perumahan Permata Harapan Baru, Medan Satria, Bekasi. Beberapa tahapan tes, ia lalui dari Makasar hingga Malang, Jawa Timur. Tak disangka, Marike diterima. Sementara, teman yang mengajaknya tidak lulus tes.

Cita-cita sebagai perawat harus dipupusnya. Jalan menuju pada pengabdian sebagai prajurit negeri ini, sudah terbentang di hadapan Marike. Ia pun sudah menetapkan hati. “Saya sudah memiliki kemauan. Mungkin ini memang jalan hidup saya. Maka, saya harus menjadi tidak mau menjadi tentara yang biasa-biasa saja. Saya mau yang maksimal,” tekadnya kala itu. Tekad itu pun terus bergelora dalam hati Marike hingga kini. “Itu modal saya sampai sekarang,” tambahnya.

Berbekal kemantapan hati dan tekad yang kuat, Marike menjalani pendidikan sebagai calon prajurit yang akan menjaga wilayah laut negeri ini. Sembilan bulan, ia berada dalam rahim pendidikan Sekolah Perwira Militer Sukarela Wanita (Sepamilsukwan). Marike bersyukur, selama menjalani pendidikan, ia tak pernah sakit. “Padahal fisik saya lemah. Saat itu, badan saya kurus, kecil dan perasaan saya peka sekali. Setiap kali orangtua bicara keras, saya pasti menangis. Saya juga tidak tahu, mengapa sekarang kok saya bisa seperti ini?” ujarnya diiringi tawa.

Selepas pendidikan, Marike dilantik menjadi seorang perwira dengan pangkat letnan dua. Saat itu, ia lebih sering disapa Christina. Penugasan pertama dijalani Christina di kawasan Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Tak lama berlalu, ia harus mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di Negeri Kanguru Australia. Sesko adalah pendidikan tertinggi di lingkungan TNI dan Polri. Saat itu, pangkat Christina mayor.

Seorang tokoh perempuan yang dikagumi Christina adalah Laksamana Malahayati. Dia adalah seorang panglima perang angkatan laut dari Aceh yang hidup sekitar abad ke-15. “Dia memimpin 3.000 prajurit. Saya pernah mengunjungi makamnya di Aceh. Atas jasanya, kapal perang TNI AL juga diberi nama KRI Malahayati,” paparnya.

Rancangan-Nya
Menurut Christina, jalan hidup yang dilaluinya selama ini merupakan buah dari tuntunan Tuhan. Seperti saat ia terpilih menjadi anggota DPR-MPR RI untuk fraksi TNI-Polri. “Itu kan dunia yang tidak saya sukai sama sekali,” urainya. Kala itu, ia masih dinas di Jayapura, Papua. Pilihan tetap jatuh pada Christina, karena ia dianggap memiliki kualitas yang dapat diandalkan. Meski, ia tidak pernah mengikuti Kursus Sosial Politik dilingkungan TNI. Bahkan, Christina menjadi anggota DPR-MPR selama dua periode berturut-turut. Periode pertama tahun 1997 hingga 1999. Periode kedua 1999 sampai 2004. Pada periode kedua, Christina dipercaya menjabat Sekretaris Fraksi TNI-Polri.

Usai berkarya di DPR-MPR RI, Christina ditugaskan sebagai Staf Ahli Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Bidang Ideologi dan Konstitusi. “Memang menjadi Staf Menko Polhukam, tidak jauh dari dunia saya saat di DPR-MPR. Karena, kalau saya masuk ke dalam struktur Angkatan Laut, saya harus menyesuaikan diri lagi. Padahal, hampir separuh dari masa dinas saya, berada di luar dinas Angkatan Laut,” akunya.

Meski, hari-hari Christina diliputi kesibukan, ia masih memberikan waktu dan sumbangan bagi Gereja. Semenjak tahun 2005, ia didaulat menjadi Ketua Umum Pembangun Gereja Stasi Albertus Harapan Indah, Bekasi. Stasi ini masuk dalam wilayah Paroki Mikael Kranji, Bekasi. “Puji Tuhan, setelah sepuluh tahun berjuang, kami sudah mendapatkan izin mendirikan tempat ibadat pada bulan Februari lalu. Mudah-mudahan Tuhan memberkati, sehingga kami bisa segera mulai pembangunan gedung gereja pada bulan September yang akan datang,” ungkapnya.

Christina meyakini, bahwa rentetan perjalanan karirnya merupakan rancangan Tuhan. “Saya yakin Tuhan sudah membuat rancangan yang terbaik untuk kita. Tapi, kadang kita tidak tahu. Mungkin karena kita tidak peka, ”ujarnya. Kepekaan pada rancangan Tuhan, menurut Christina harus diwujudkan dalam kerja yang maksimal. “Caranya dengan bekerja keras sekaligus cerdas. Bekerja keras saja tidak cukup, karena hanya akan capek dan tidak ada hasilnya. Maka, juga harus bekerja dengan cerdas. Bukankah kita harus cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati,” ungkapnya memberi kiat.

Bagi Christina, tugas dan karyanya adalah panggilan Tuhan. Dalam menjalankan setiap karya, ia berprinsip, melakukan dengan sepenuh hati dan mengerjakan untuk Tuhan. “Lakukan yang terbaik!” tegasnya. Prinsip itulah yang dipegang kuat Christina untuk memberi warna dan memberi kontribusi pada negara ini. Ia juga berharap, agar muncul perempuan-perempuan muda yang memiliki sumbangan bagi negeri ini.

Biodata
Nama : Christina M. Rantetana
Tempat : Makale. Sulawesi Selatan
Tanggal Lahir : 24 Juli 1955
Pangkat : Laksamana Pertama TNI
Jabatan : Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi
Suami : Ir. Cosmas S. Birana, MS

Anak-anak :
* Belo P. Birana
* Mada P. Birana
* Lambe P. Birana
* Rinding P. Birana
* Irianto P. Birana

Pendidikan :

* Akademi Perawatan Umum Ujung Pandang
* Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
* Tulane University, New Orleans, Lousiana, Amerika Serikat

Organisasi :

* Anggota Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI)
* Ketua Umum Persatuan Perempuan Toraja
* Ketua I Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia
* Anggota Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS)

Ari Darsana/Nelson Sembiring




Kunjungan: 1764
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081318544200 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com