Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Panggilan, Inisiatif Allah - Hidup Katolik
Home » Tajuk

Panggilan, Inisiatif Allah

Rabu, 15 Mei 2013 09:32 WIB
Panggilan, Inisiatif Allah
[st-takla.org]

HIDUPKATOLIK.com - Panggilan hidup seseorang sering dianggap misteri. Pengalaman eksistensial dalam peziarahan hidup kerap menjadi pemicu munculnya panggilan itu. Baik panggilan religius maupun awam, sudah seharusnya menuntun orang pada kesucian hidup.

Dewasa ini, muncul keprihatinan merosotnya panggilan imam, terutama di negara maju. Dapat dikatakan, Gereja di dunia pertama mengalami kebangkrutan misioner. Sementara banyak benih panggilan tumbuh bersemi dalam Gereja di negara berkembang. Tentu fenomena ini tidak serta merta mudah ditemukan akar penyebabnya.

Misalnya, Gereja Indonesia. Panggilan religius boleh dibilang lumayan. Namun harus diakui, yang terpanggil kebanyakan berasal dari daerah dengan akar tradisi kristiani yang kuat. Penanaman nilai sejak dini dalam keluarga boleh jadi termasuk elemen dasar, penentu mekarnya benih panggilan itu. Setiap pribadi pasti membawa bekal pengalaman khas dari keluarganya. Bekal ini selalu dimiliki oleh tiap imam, uskup, bahkan paus.

Belajar dari pengalaman dan refleksinya sejak kecil hingga menjadi Uskup Agung dan Kardinal, panggilan Paus Fransiskus dapat dikatakan unik. Kisah itu terungkap di salah satu bab dalam buku biografinya, El Jesuita: Conversaciones con el Cardenal Jorge Bergoglio SJ (Buenos Aires, 2010), hasil wawancara Sergio Rubin dan Francesca Ambrogetti.

Bergoglio mewarisi banyak keutamaan dari tradisi kesalehan keluarganya, terutama dari garis sang ayah. Neneknya, Rosa Margherita Vasallo, dapat dikatakan menjadi teolog pertama yang mendidiknya sebagai seorang religius. Kebiasaannya mengajak ke Gereja dan menceritakan kisah para kudus, tertancap dalam diri sang cucu.

Di sisi lain, sang ibu, Regina Maria Sivori, juga berkontribusi besar dalam panggilannya. Keberatan bundanya saat Bergoglio ingin masuk seminari menjadi pembelajaran tersendiri. Meski pada akhirnya sang ibu mendukungnya, kesetiaan Bergoglio berproses dan memaknainya menjadi formasi yang amat bernilai.

Selain peran keluarga, Bergoglio menekankan aspek relasi dengan Tuhan sebagai kunci panggilan religius. Dalam refleksinya, ia mengungkapkan, Tuhanlah yang berinisiatif sejak awal. Kisah panggilan Yeremia (Yer.1) menunjukkan bahwa Tuhan yang pertama kali memanggil. Lalu, ia mengutip refleksi Yohanes tentang ‘Allah itu kasih’ (1Yoh 4:10), yakni: cinta Tuhan selalu menyapa lebih dulu.

Landasan rohani ini harus mendasari peziarahan panggilan. Bagi Bergoglio, jika orang tak merasakan pengalaman iman ini, panggilan yang dijalani tak akan pernah dicecap secara total. Orang tidak sepenuh hati memeluk pilihannya. Sebenarnya, Bergoglio merujuk pada pengalaman keterkejutan saat mendengar panggilan Tuhan pada usia 17 tahun. Tatkala merasakan keanehan itu ia butuh jeda waktu empat tahun mengkristalkannya dalam balutan kasih hingga mendorongnya untuk memutuskan masuk seminari pada usia 21 tahun.

Bergoglio sadar, tak mudah membangun habitus relasi mesra dengan Tuhan. Maka selain tradisi keluarga, diperlukan usaha keras mempersembahkan waktu khusus bagi Tuhan. Hal ini harus menjadi kebutuhan agar kualitas penghayatan panggilan sungguh prima. Jika kualitas prima, kesaksian hidup para imam tentu akan menarik makin banyak orang muda untuk mengikutinya. Pertanyaannya, apakah kita, baik imam maupun awam, sudah memberi kesaksian hidup dengan kualitas prima? Artinya, habitus relasi mesra dengan Tuhan yang mendasarinya harus terus dihidupi dengan totalitas.

Redaksi




Kunjungan: 1198
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com