Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Kurikulum 2013 - Hidup Katolik

Kurikulum 2013

Minggu, 26 Mei 2013 16:10 WIB
Kurikulum 2013
[freeimageslive.co.uk]

HIDUPKATOLIK.com - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menulis surat kepada Presiden RI, terkait pelaksanaan Kurikulum 2013. Isi surat meminta agar pelaksanaan K13 ditunda lantaran proses persiapan yang tergesa-gesa sehingga sulit melatih guru dalam waktu singkat.

Dari komentar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mohammad Nuh di media, terlihat meski ada permintaan menunda bahkan menolak, tetap saja pemerintah akan melaksanakan Kurikulum 2013. Pelaksanaan kurikulum akan dilakukan secara terbatas, yakni pada sekolah yang sudah siap.

Apa keunggulan dan kelemahan kurikulum ini? Hingga saat ini, belum ada dokumen resmi mengenai Kurikulum 2013 yang dapat diakses. Informasi hanya didapat melalui keterangan dari slide power point. Dari keterangan itu, apa yang perlu kita ketahui untuk menata proses belajar-mengajar di sekolah?

Belajar aktif

Menurut pemerintah, Kurikulum 2013 mendorong siswa lebih kreatif, inovatif, dan aktif belajar. Siswa diajak aktif mengalami, mengobservasi, menalar, dan merefleksikan, hingga kemudian mencatat hasil, membuat laporan, dan mempresentasikannya.

Proses belajar ini dinilai menyenangkan dan dapat dilaksanakan dalam suasana gembira. Proses belajar dalam kurikulum ini menuntun peserta didik untuk mencari tahu (discovery learning), bukan diberitahu. Proses pembelajaran merangsang peserta didik berpikir, bukan menghafal. Untuk itu, para guru perlu dilatih agar mampu menjadi fasilitator pembelajaran aktif (active learning). Pusat pembelajaran ada di peserta didik (student center learning) dan guru hanya memfasilitasi proses belajar.

Keunggulan proses ini hanya dapat menjadi kenyataan, bila guru dapat memahami dan terampil dalam memfasilitasi proses belajar. Proses belajar ini sangat mengandalkan guru berkompeten yang mampu memberi pengalaman kepada peserta didik.

Mayoritas guru di sekolah belum terbiasa dengan cara “belajar aktif”. Padahal proses belajar seperti inilah yang dibutuhkan dunia pendidikan. Maka, penyelenggara pendidikan wajib memampukan setiap guru melalui pelatihan langsung di tempat (training in service). Seperti yang dilakukan di Finlandia, para guru mengobservasi cara rekan gurunya mengajar, membahas, dan memberi masukan cara agar siswa kian aktif.

Pembentukan karakter
Dalam Kurikulum 2013, pelajaran agama dan PPKn ditambah durasinya. Dengan alasan agar akhlak peserta didik dapat dibentuk menjadi pribadi yang mulia, tidak suka korupsi, mencuri, merampok, dan tawuran.

Seakan-akan pendidikan karakter akan menjadi lebih baik dengan menambah jam pelajaran agama. Padahal karakter hanya dapat dibentuk melalui pengalaman langsung, yang dialami tiap orang. Misalnya, setiap hari para guru menyapa siswa dengan penuh kesabaran dan datang ke kelas tepat waktu. Otomatis para siswa akan merasakan karakter itu penting, sehingga akan menginternalisasikan pada perilaku sehari-hari siswa.

Apalagi jika para guru bersama-sama peserta didik membersihkan kamar mandi, kantin, dan halaman sekolah. Hal ini seperti yang dilakukan para guru di Jepang. Mereka mengambil waktu 15 menit setiap hari untuk membersihkan seluruh kompleks sekolah bersama-sama. Peserta didik menginternalisasi bahwa nilai kebersihan adalah nilai penting, karena melihat sendiri para guru memberi teladan.

Dalam hal ini, kita harus mengkritisi, bahwa asumsi yang digunakan pemerintah dalam membentuk karakter melalui Kurikulum 2013 dengan menambah jam pelajaran agama dan PPKn, perlu disikapi. Karakter tak pernah dibentuk melalui penataran atau dengan menambah jam pelajaran. Karakter hanya dibentuk melalui keteladanan dan atmosfer kelas. Pendidikan karakter dapat dibentuk tanpa harus menambah jam pelajaran di sekolah.

Fidelis Waruwu




Kunjungan: 810
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081318544200 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com