Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Orang Katolik Indonesia - Hidup Katolik

Orang Katolik Indonesia

Rabu, 3 Juli 2013 14:05 WIB
Orang Katolik Indonesia

HIDUPKATOLIK.com - Apa yang dilakukan orang Katolik Indonesia? Pertanyaan ini barangkali akan membuat kita mengerenyitkan dahi. Hanya sebentar, kemudian kita akan menjawab, “Oh banyak, antara lain ikut berperan membangun negeri ini.” Jawaban akan diikuti penjelasan panjang lebar tentang peran para tokoh Katolik mulai dari Zaman Kemerdekaan hingga Zaman Pembangunan.

Saat ini, tak banyak orang bisa menyebut tokoh Katolik Indonesia, kecuali sejumlah pastor. Apakah terjadi krisis sehingga tak ada tokoh Katolik yang muncul? Zaman dulu dalam tubuh Partai Katolik ada banyak tokoh yang dilahirkan. Partai Katolik yang lahir pada 12 Desember 1949 sebagai fusi dari tujuh partai Katolik di beberapa kota ini, memang banyak mendidik pemuda untuk berorganisasi dan terlibat dalam urusan politik. Namun, pada 1971 Partai Katolik dibubarkan bersamaan dengan penyederhanaan partai politik oleh pemerintahan Orde Baru.

Pasca pemerintahan Soeharto tumbang pada 1998, umat Katolik mencoba kembali membangun partai, yaitu Partai Katolik Demokrat. Namun terbukti partai ini tak mampu membangkitkan rasa sentimentil dan keinginan umat Katolik untuk mendukung partai ini. Hal ini terlihat pada Pemilu 1999, Partai Katolik Demokrat hanya meraup 216.675 suara atau 0,20% dari keseluruhan suara. Maka, partai yang memiliki semangat dan cita-cita untuk memperjuangkan kesejahteraan umum sebagai hukum tertinggi (salus populi suprema lex) ini tak memenuhi batas ambang.

Umat Katolik tak memiliki semangat sektarianisme. Politik aliran tak lagi menarik orang Katolik. Dalam beberapa Pemilu pasca 1998, umat Katolik tak tertarik memilih pemimpin hanya karena latar belakangnya beragama Katolik. Mereka lebih tertarik mendukung pemimpin yang jujur, tidak korupsi, berpandangan luas, inklusif, serta memiliki rekam jejak yang baik. Meskipun masih ada pihak-pihak yang menggunakan isu kekatolikan untuk mendukung sesamanya yang beragama Katolik.

Kenyataan ini tentu saja membanggakan. Saat ini pula, ada banyak umat Katolik yang menyebar dan memasuki berbagai macam profesi. Ada yang bergiat dalam gerakan anti korupsi, pegiat lingkungan, wartawan, pengusaha, dokter, arsitek, pengarang, seniman, artis, budayawan, dan lain-lain. Sementara di pemerintahan ada yang menjabat sebagai menteri, dirjen, duta besar, anggota DPR, jaksa, hakim, tentara, dan juga polisi. Beberapa juga masuk ke state auxiliary body seperti Komnas HAM, KPI, dan sebagainya.

Namun, sejauh mana orang-orang Katolik itu memberi contoh yang baik, menjadi inspirasi bagi lingkungan di mana mereka berada? Memang, tak semua orang Katolik beruntung menjadi orang penting yang memegang posisi kunci di berbagai institusi negeri ini. Juga, tak semua orang Katolik sukses dalam dunia profesional yang mereka tekuni. Karena itulah, tugas mereka yang “dipilih” dan “terpilih” untuk memberi teladan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai orang Katolik, mereka yang “dipilih” dan “terpilih” harus mampu memberi teladan dengan menjadi pemimpin yang jujur, sederhana, adil, dan mau membela kaum yang lemah. Hal ini tentu sejalan dengan semangat dan perjuangan Gereja yang tertuang dalam dokumen Gaudium et Spes. Orang Katolik harus mampu keluar dari dirinya sendiri dengan segala kepentingan pribadi dan mengarah pada perjuangan untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama.

Sudah saatnya, orang Katolik berpandangan outworld looking, keluar dan melihat dunia di luar mereka. Tugas orang Katolik tidak lagi sekadar menjadi pembela Gereja. Orang Katolik harus mampu terlibat untuk mendorong terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Orang Katolik harus ikut ambil bagian untuk mendorong Gereja agar tak terasing hadir dalam kehidupan orang-orang kecil di negeri ini.

Stanley Adi Prasetyo




Kunjungan: 1614
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com