Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Mendirikan Gereja Semakin Sulit - Hidup Katolik

Mendirikan Gereja Semakin Sulit

Rabu, 24 Juli 2013 16:30 WIB
Mendirikan Gereja Semakin Sulit
[Dok. Pribadi]
Pergub: Ignatius Rudy Pratikno (kanan) bersama dengan anggota FKUB DKI Jakarta berjabat tangan dengan Wakil Gubernur Basuki Tjahaya Purnama.

HIDUPKATOLIK.com - “Secara formal prosedur pendirian Gereja St Stanislaus Kostka Kranggan tidak ada masalah kok. Jadi, ya jalan terus saja!” tegas Wakil Ketua FKUB DKI Jakarta, Ignatius Rudy Pratikno. Kenapa masih dipersoalkan?

Ratusan orang dari Forum Umat Islam (FUI) dan Majelis Taklim se-Kecamatan Jatisampurna berunjuk rasa di kantor Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Mereka menolak dan menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membongkar calon gereja yang terletak di Kampung Kalamiring, Kranggan, Bekasi, yang masih dalam tahap pembangunan. Stasi St Stanislaus Kostka berada di wilayah Paroki St Servatius Kampung Sawah. Massa menilai perizinan gereja itu tidak sesuai prosedur, karena ada dugaan pemalsuan dokumen persetujuan dari warga sekitar gereja.

Namun, menurut Pastor Rekan Paroki St Servatius Kampung Sawah, F.X. Widoyoko SJ, proses pembangunan gereja stasi tersebut sudah dimulai 10 tahun lalu. “Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gereja sudah dikantongi sejak Desember tahun lalu,” ujarnya saat ditemui pada Minggu, 7/7. Empat bulan kemudian, lanjutnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Pastor Yakobus Rudiyanto SJ meletakkan batu pertama pembangunan gereja itu.

Polemik tentang IMB tak hanya dialami Gereja Stasi St Stanislaus Kostka. Beberapa waktu lalu, Gereja Paroki Damai Kampung Duri, Jakarta Barat juga mengalami hal sama. Anggota Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Ignatius Rudy Pratikno, mengatakan, “Secara formal prosedur pendirian Gereja St Stanislaus Kostka Kranggan tidak ada masalah kok. Jadi, ya jalan terus saja!” tegas umat Paroki St Andreas Kedoya, Jakarta Barat ini.

Menurut Wakil Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta ini, pengurusan IMB bakal lebih sulit dengan disahkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 83 Tahun 2012 tentang Prosedur Pendirian Rumah Ibadah. “Pergub ini bertentangan dengan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri,” tegasnya. Ia menjelaskan, materi Pergub ini justru lebih berbelit-belit. “Pergub ini disahkan secara diamdiam pada 23 Juli tahun lalu. FKUB juga sudah mengadakan pertemuan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, agar mencabut Pergub ini,” jelas Rudy.

Sementara anggota Komisi III DPR RI, Eva K. Sundari, mengatakan, sikap Wali Kota Bekasi sudah tepat. “Pendirian rumah ibadah adalah hak substantif, sepanjang sudah terpenuhi syarat administratifnya. Dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, kepala pemerintahan mempunyai hak prerogatif pemberian izin, tanpa harus mendapat dukungan masyarakat,” tandasnya.

A. Benny Sabdo/Yanuari Marwanto




Kunjungan: 2195
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com