Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Beata Anna Katharina Emmerick: Anugerah Penglihatan dan Nubuat - Hidup Katolik

Beata Anna Katharina Emmerick: Anugerah Penglihatan dan Nubuat

Kamis, 10 Oktober 2013 11:38 WIB
Beata Anna Katharina Emmerick: Anugerah Penglihatan dan Nubuat
[Ensiklopedi Gereja, CLC, 2005]
Beata Anna Katharina Emmerick

HIDUPKATOLIK.com - Anna Katharina lahir dan dibesarkan dalam keluarga petani miskin di Flamsche, wilayah Keuskupan Munster, Westphalia, Jerman. Sejak kecil, kesehatannya kurang baik.

Namun, sejak kecil pula wanita kelahiran Jerman, 8 Desember 1774 ini telah memperoleh anugerah penglihatan dan nubuat. Karena begitu seringnya ia mendapat penglihatan dan nubuat, ia pun beranggapan, semua anak dapat melihat Yesus, Bunda Maria, para kudus, dan jiwa-jiwa di api penyucian. Selain itu, Anna dapat mendiagnosa penyakit serta menyarankan pengobatannya. Bahkan, ia dapat melihat dosa-dosa orang lain.

Anna Katharina sering ikut bekerja di pertanian keluarganya. Ia juga bekerja sebagai penjahit dan pembantu rumah tangga di rumah seorang organis miskin. Dari majikannya itu, ia belajar alat musik tersebut.

Tahun 1802, ketika usianya dua puluh delapan tahun, Anna masuk Biara Agustinian di Agnetenberg, Dulmen. Di biara ini, ia ikhlas diperlakukan sebagai yang terendah dalam biara.

Para biarawati lainnya merasa heran dan terganggu oleh kehadiran Anna. Kemampuan Anna dianggap aneh. Apalagi, kesehatannya buruk dan ia kerap mengalami ekstase di gereja, di kamar tidur, maupun di tempat kerja. Karena itu, ia diperlakukan dengan sikap antipati.

Tahun 1811, atas instruksi pemerintah, biara ditutup. Anna Katharina pindah ke rumah seorang janda miskin. Sementara itu, kesehatan Anna semakin memburuk. Ia bukan menjadi pembantu, malah menjadi pasien.

Mendapat stigmata
Tanggal 29 Desember 1811, pukul tiga sore, Yesus yang tersalib menampakkan diri kepadanya dengan luka-luka-Nya yang memancarkan cahaya. Sinar itu menembus kedua tangan, kaki, dan lambungnya bagaikan panah.

Saat berusia 24 tahun, Anna memperoleh stigmata di kepalanya. Stigmata itu mulai meneteskan darah hingga ia harus terus-menerus membalut kepalanya dengan perban.

Tahun 1812, tanda salib muncul di dadanya. Karunia stigmata yang diterimanya kemudian disertai dengan karunia inedia, yaitu hidup tanpa makanan, hanya dari Komuni Kudus saja.

Anna berusaha menyembunyikan luka-lukanya. Namun, kabar mengenai hal itu akhirnya tersebar juga. Vikaris Jenderal setempat memutuskan untuk melakukan suatu penelitian yang panjang dan terperinci.

Vikjen bersama tiga orang ahli medis meneliti dengan cermat dan seksama akan keaslian stigmata hingga mereka yakin akan kekudusan Beguine yang saleh, demikian Anna disebut.

Tahun 1819, pemerintah Jerman melakukan penyelidikan sendiri. Dalam keadaan sakit parah hampir mati, Anna dijebloskan ke penjara. Sejak itu, ia berada di bawah pengawasan ketat 24 jam sehari.

Mereka menyatakan, fenomena tersebut palsu. Tetapi, mereka tidak dapat menjelaskan alasannya.

Ketika seorang penulis bernama Clemens Brentano mengunjunginya, Anna mengatakan, ia telah melihatnya dalam suatu penglihatan bahwa Clemens akan menuliskan catatan tentang penglihatan-penglihatan serta nubuat-nubuat yang diterimanya. Setiap hari selama lima tahun, Clemens mencatat pesan-pesan Anna. Tulisan-tulisan itu kemudian dipublikasikan. Sebagian dari tulisan itu menjadi dasar pembuatan film The Passion of Christ, karya Mel Gibson.

Tahun 1823, kesehatan Anna semakin memburuk. Ia wafat tanggal 9 Februari 1824.

Tak lama berselang, tersiar kabar bahwa jenazahnya dicuri orang. Enam minggu kemudian, kuburnya digali kembali. Tubuhnya masih dalam keadaan segar, tak ada tanda-tanda kerusakan. Lalu, jenazah Anna dipindahkan ke Gereja Salib Suci di Dulmen, Jerman pada 15 Februari 1975.

Tanggal 24 April 2001, Anna dimaklumkan sebagai Venerabilis (Yang Pantas Dihormati). Tanggal 3 Oktober 2004, Paus Yohanes Paulus II menyatakan dia sebagai Beata (Yang Berbahagia).

Beata Anna Katharina Emmerick
Ia dilahirkan tanggal 8 Desember 1774. Sejak kecil ia memperoleh anugerah penglihatan dan nubuat. Ia memperoleh stigmata. Kepalanya meneteskan darah terus-menerus sehingga harus diperban. Tahun 1812, ia memperoleh karunia inedia, yaitu hidup hanya dari komuni saja tanpa makan. Tanggal 3 Oktober 2004, Paus Yohanes Paulus II menyatakannya sebagai beata.

Yoseph Ajin, dari berbagai sumber




Kunjungan: 1054
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com