Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Lingkungan St Alexander: Iman dalam Relasi Internal dan Eksternal - Hidup Katolik

Lingkungan St Alexander: Iman dalam Relasi Internal dan Eksternal

Jumat, 1 November 2013 16:39 WIB
Lingkungan St Alexander: Iman dalam Relasi Internal dan Eksternal
[NN/Dok.Lingkungan Alexander]
Memuji Allah: Salah satu penampilan Kor Alexander dan Alexander String Ansamble

HIDUPKATOLIK.com - Warga Lingkungan St Alexander Paroki St Gregorius Kotabumi, Tangerang, menghayati gerak imannya dalam dinamika bersama sebagai Gereja serta keterlibatannya dalam bermasyarakat.

Lingkungan St Alexander adalah salah satu lingkungan yang berada dalam reksa pastoral Paroki St Gregorius Kotabumi, Tangerang. Lingkungan ini memiliki moto “Kesigapan dan Kesetiaan Melaksanakan Pelayanan dalam Semangat Kasih”.

Sekretaris Lingkungan St Alexander, Agustinus Joko Suryanto, saat ditemui beberapa waktu lalu, menuturkan bahwa dalam dinamika kehidupan sebagai Gereja, umat lingkungan ini berusaha sedemikian rupa agar berbagi peran antara umat yang satu dengan yang lain sehingga semua terlibat. Salah satunya, lewat pergantian pengurus lingkungan yang dilakukan setiap tiga tahun sekali.

“Hal ini bertujuan untuk pemerataan. Jadi, semua bisa memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan ini,” kata Joko.

Selain terlibat melalui kepengurusan lingkungan, umat juga bisa terlibat dalam kor yang menjadi kebanggaan lingkungan ini. Menjelang puncak perayaan ulang tahun perdana Paroki St Gregorius pada 7 September 2013 lalu, warga Lingkungan St Alexander aktif berlatih kor di kediaman Joko.

“Keunikan di Lingkungan St Alexander, pada kor ansamble string. Awalnya, kor ini hanya dipandang sebelah mata. Tapi sekarang, bisa ditonton dan dinikmati banyak umat,” kata mantan Sekretaris Lingkungan St Alexander, Agustinus Widiyanto.

Kor ini terbentuk dari keinginan anak-anak Bina Iman Remaja (BIR) untuk belajar bermain alat musik. “Kebetulan, seorang guru musik SMA Tarakanita 2 bersedia memberikan latihan violin kepada anak-anak. Kelompok ini kemudian diberi nama Alexander String Ansamble,” kata Joko.

Ketekunan Lingkungan Alexander mengembangkan kemampuan anak-anaknya dalam bermusik, kini membuahkan hasil. Ketika Paroki St Gregorius masih berstatus stasi dari Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) Tangerang, Lingkungan St Alexander pernah mewakili Paroki HSPMTB untuk ikut lomba kor Dekanat Tangerang dalam memperingati 200 tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Dan, anak-anak ini turut serta mengiringi kor tersebut.

Alexander String Ansamble pun pernah tampil bersama Orchestra Paroki Trinitas Cengkareng, Jakarta Barat, dalam peringatan Paskah Jakarta Barat. Kepiawaian mereka dalam memainkan alat musik gesek ini pun pernah dipertontonkan di Universitas Bunda Mulia Jakarta dan SMA Tarakanita 2 Pluit, Jakarta Utara.

Kekeluargaan
Semangat kekeluargaan pun terus diusung oleh lingkungan yang mulai dirintis oleh Wahyudi, tepat pada pesta nama Alexander, 10 Juli 1996 ini. Selain lewat kor, semangat kekeluargaan pun tampak dalam kesediaan untuk membantu sesama umat yang sedang berkesusahan.

Misalkan, saat ada umat yang sakit atau meninggal, begitu ada informasi dari warga yang bersangkutan via SMS kepada ketua lingkungan, maka pesan itu akan diteruskan kepada seluruh warga. Warga pun terlibat untuk membantu. Di situlah mereka berusaha menghayati iman kekatolikan di dalam lingkungan.

Sederet kegiatan iman lain juga digalang Lingkungan St Alexander guna memberi kesempatan kepada warganya untuk saling jumpa. Dalam perjumpaan itu, diharapkan rasa kekeluargaan dan iman mereka sebagai communio semakin diperteguh. Beberapa di antaranya, menyelenggarakan rekoleksi Orang Muda Katolik (OMK) bersama prodiakon dan pengurus lingkungan di Villa Green Apple Puncak, Bogor, Jawa Barat, Arisan Wanita Katolik (WK), dan Koperasi Simpan Pinjam. Joko menandaskan, “Adanya koperasi di lingkungan ini cukup membantu ekonomi umat.

”Selain itu, setiap Bulan Kitab Suci Nasional umat berkumpul untuk mendalami Kitab Suci dan sharing pengalaman. Rumah Joko sering menjadi pusat kegiatan-kegiatan rohani tersebut.

Terlibat
Selain meningkatkan semangat kekeluargaan dari dalam, dimensi horisontal iman umat Lingkungan Alexander dihayati dengan keterlibatan di tengah masyarakat sekitar tempat tinggal mereka. Wahyudi sudah mencobanya dengan menjadi Sekretaris Rukun Warga di tempat tinggalnya.

Warga lingkungan yang kini terdiri dari 33 kepala keluarga ini pun mencoba untuk melebur dalam dinamika kehidupan masyarakat lewat perhatian terhadap sesama yang berkekurangan.

Kemauan untuk merasakan apa yang dirasakan masyarakat pada umumnya juga tampak saat mereka hendak mengadakan ziarah ke Gua Maria Kanada, Rangkasbitung, Jawa Barat. Mereka tidak menyewa bus, tetapi memakai kendaraan pribadi warga.

“Bukan perjalanan enak karena memakai bus ber-AC yang menjadi target kami. Kenikmatan perjalanan justru ada dalam perjumpaan dengan orang-orang selama perjalanan dan saat motor teman kami mogok, atau bahkan ada yang sampai jatuh. Saat itulah kami merasa menjadi bagian dari mereka,” tandas Wahyudi.

Warga Lingkungan St Alexander menyelenggarakan beragam kegiatan dari anak-anak hingga orang dewasa untuk mengondisikan warganya agar semakin erat bersaudara.

Stefanus P. Elu/Gerry Gabriel




Kunjungan: 514
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com