Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Komunitas Sepeda Bonaventura: Pastoral Sepeda Umat Pulomas - Hidup Katolik

Komunitas Sepeda Bonaventura: Pastoral Sepeda Umat Pulomas

Kamis, 30 Januari 2014 15:44 WIB
Komunitas Sepeda Bonaventura: Pastoral Sepeda Umat Pulomas
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Segala Usia: Komunitas Sepeda Bonaventura mengayuh sepeda mengunjungi umat di berbagai wilayah

HIDUPKATOLIK.com - Komunitas Sepeda Paroki Bonaventura Pulomas, Jakarta Timur, memaknai bersepeda bukan sekadar olah raga dan hobi, melainkan juga sarana untuk menyapa umat di berbagai wilayah.

Titik-titik embun masih menggantung di atas ruas dedaunan. Mentari pun masih terlihat malu menampakkan batang hidungnya. Udara yang masih terasa dingin
sama sekali tidak mengerutkan semangat sekitar 20-an pesepeda yang mengayuh tunggangan masing-masing, Sabtu, 7/12. Mereka adalah anggota Komunitas Sepeda Paroki Bonaventura (Komsep Bonaven) Pulomas, Jakarta Timur.

Halaman gereja paroki menjadi meeting point. Tidak ada seremoni khusus dan njlimet saat itu. Para peseda yang datang langsung berbaur satu sama lain. Mereka saling menyapa, bercanda, dan tertawa. Sekitar pukul 06.30 WIB, para pesepeda meninggalkan paroki, menyusuri jalan dengan santai dan beriringan hingga tiba di wilayah yang sudah mereka sepakati sebulan sebelumnya.

Hari itu, anggota Komsep Bonaven bertandang ke wilayah X yang jaraknya
sekitar lima kilometer dari gereja paroki. Tiba di wilayah itu, mereka memarkir sepeda di rumah keluarga Santoso, melepas lelah, dan berbagi kisah dengan ditemani semangkok soto ayam dan segelas juice yang telah tersaji di atas meja.

Mulai gowes
Komsep Bonaven mulai gowes pada 20 April 2010. Menurut Ketua Komsep Bonaven, Andreas Bambang Sunanto Martanto, ide awal hadirnya komunitas ini sangat sederhana. Pada waktu itu, Pastor Paroki Bonaventura adalah RD V. Rudi Hartono. Ia mengusulkan ide kepada Romo Rudi untuk menghidupkan dan menggerakkan komunitas basis sesuai program Keuskupan Agung Jakarta
(KAJ) dengan naik sepeda. Ide itu mendapat tanggapan positif dari Romo Rudi. Sejak saat itu pastoral sepeda ke setiap wilayah mulai berjalan.

Kala itu, setiap bulan Romo Rudi bersama minimal 20-an pesepeda bertandang
ke setiap wilayah. “Banyak umat paroki hobi bersepeda, selain itu sepeda juga
kendaraan yang tergolong aman, nyaman, dan mudah ditunggangi oleh para ibu dan anak-anak. Dan kami hanya mengandalkan tenaga sepeda ini,” kenangnya.

Pendapat hampir senada juga dikemukakan oleh Kepala Paroki Bonaventura, RD Albertus Hendaryono. Imam yang bertugas di Pulomas sejak 2012 ini memandang Komsep Bonaven bisa menjadi wadah yang sanggup menampung
berbagai bahasan atau hal yang terjadi di tengah umat yang tidak terakomodasi
dalam rapat dewan.

Guyub dan Efektif
Bambang menilai kunjungan dengan bersepeda dirasakan lebih guyub, santai,
dan tidak ada jarak atau sekat di antara umat, atau umat dengan pastor. Cara
tersebut juga lebih efektif untuk menyapa umat dari berbagai kategorial dan teritorial, khususnya orang-orang muda.

Ia menerangkan, selama ini tidak mudah mengumpulkan orang-orang muda untuk mendengar berbagai pengalaman serta masukan dari mereka. Selain
karena disibukkan dengan pekerjaan atau pendidikan, pola pendekatan yang
konvensional seringkali tidak memikat orang-orang muda untuk hadir memenuhi ajakan.

Pembahasan mengenai anak muda memang sempat mengemuka saat Komsep
Bonaven berkumpul hari itu. Mereka memikirkan bagaimana bisa melibatkan
orang-orang muda dalam menggereja, seperti saat Natal, Paskah, atau persiapan menghadapi pemilu 2014. Bambang berharap, jika banyak orang muda terlibat dalam gowes bareng ini, berbagai rencana di atas bisa lebih mudah dikomunikasikan dengan mereka.

Hari itu, orang muda memang tidak terlihat. Mereka yang ikut gowes didominasi orang tua dan beberapa anak usia Sekolah Dasar. Menurut Bambang, yang juga Ketua Seksi Kerasulan Awam, orang muda sempat terlibat pada bulan sebelumnya. Namun, karena berbagai kesibukan mereka tidak bisa hadir saat itu.

Cinta Lingkungan
Sudah tiga tahun Komsep Bonaven mengayuh sepeda untuk mengunjungi sesama umat di berbagai wilayah. Kebiasaan ini pun berkembang. Menurut Bambang yang juga anggota Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) KAJ, belakangan ini banyak umat yang mulai bersepeda jika pergi ke gereja. “Selain mengurangi kemacetan saat masuk atau keluar parkiran, sepeda juga bisa menjadi syiar bahwa umat Katolik, khususnya di Paroki Bonaventura, mencintai alam dengan meminimalisasi polusi kendaraan bermotor,” tandasnya.

Meski demikian, Bambang mengakui tidak mudah menjadikan bersepeda sebagai gerakan massal. Jarak rumah dengan gereja adalah salah satu alasan yang mengemuka. Namun, paroki senantiasa mengimbau agar umat yang bermukim dekat dengan gereja bisa meminimalisasi penggunaan kendaraan bermotor. Dulu, kata Bambang, sempat tercetus pembagian umat berdasarkan ring. Umat yang berada di radius satu kilometer dari paroki, masuk dalam ring satu. Mereka diminta agar tidak membawa kendaraan. Sementara umat yang berada di radius dua-tiga kilometer, masuk dalam ring dua. Mereka juga disarankan agar tidak menggunakan mobil atau motor. Sedangkan mereka yang berada di ring tiga, lebih dari tiga kilometer, diberi kebebasan untuk
memilih; membawa kendaraan bermotor atau tidak.

Paroki terus menggalakkan upaya mengembangkan Komsep Bonaven. Umat yang ingin menjadi bagian komunitas itu bisa langsung datang dan gowes bareng, tanpa harus menulis atau mengisi formulir. Sementara jika ada umat yang ingin bergabung namun tidak memiliki sepeda, bisa mengajukan pinjaman di credit union milik paroki.

Yanuari Marwanto




Kunjungan: 512
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com