JESUIT MISTERIUS ITU TELAH BERPULANG

Perayaan 50 Tahun KMKI di Gedung Yustinus Unika Atma Jaya Jakarta.
[Hamidi Soetopo]
JESUIT MISTERIUS ITU TELAH BERPULANG
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – NAMA Franciscus Xaverius Danuwinata SJ begitu akrab di berbagai kalangan. Maklum saja, semasa hidupnya, banyak posisi penting menggelayut di pundaknya. Kepercayaan demi kepercayaan untuk memikul tugas perutusan besar, pernah ia rasakan. Sepak terjangnya di dunia formasi Serikat Jesus (SJ) mewarnai perjalanan hidupnya. Pun sama halnya keaktifannya dalam lingkungan pendidikan tinggi dan karya sosial.

Bagi banyak Jesuit muda dan mantan Jesuit yang pernah tinggal satu komunitas dengannya, Romo Danu digambarkan sebagai sosok yang amat misterius. Lekat dalam benak mereka, Romo Danu biasa tampil dengan sangat sederhana. Kesan yang senantiasa muncul adalah pribadinya pendiam. Bahkan sedikit pelit dengan senyum.

Kesan lain yang menyeruak adalah sosok Romo Danu yang tegas, keras, sekaligus hangat ketika berjumpa secara personal. Kesan penampilannya yang diam dan dingin seolah luruh kala bercakap dengannya, muka bertemu muka.

Dalam balutan aneka persepsi itu, Romo Danu terus berkarya dalam diam. Ketika orang mengetahui bahwa pribadi ini pernah mengampu berbagai jabatan penting, yang hinggap hanyalah kekaguman bercampur tanda tanya. Ia pernah duduk sebagai Ketua Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) kala masih berusia 36 tahun. Sejak saat itu, ia memulai kiprahnya di dunia pendidikan tinggi. Selama 33 tahun, Romo Danu tercatat sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta, bahkan pernah menjadi Ketua STF Driyarkara pada paruh kedua tahun 1970-an. Selama mengabdi di STF Driyarkara, Serikat Jesus pernah mempercayakan tampuk Rektor Kolese Hermanum di pundaknya. Ia mendampingi formasi para Frater Jesuit yang sedang belajar Filsafat di STF Driyarkara.

Lepas dari Ketua STF Driyarkara, Romo Danu didaulat menjadi Rektor Universitas Katolik (Unika) Atmajaya Jakarta. Di sinilah terjadi sebuah tindakan heroik menentang rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Salah satu kolega dosennya di Unika Atmajaya, Chris Siner Key Timu (1939-2015) ikut dalam gerakan “Petisi 50”, yang diterbitkan pada 5 Mei 1980. Konon sebagai rektor, Romo Danu dipaksa rezim pemerintah untuk memecat Chris Siner. Alih-alih melaksanakan perintah penguasa, mantan Ketua Pusat Kajian dan Pengembangan Etika Unika Atmajaya ini justru dengan keras menolak, bahkan “pasang badan” terhadap ancaman pemerintah. Alhasil, Romo Danu “diselesaikan” dari jabatannya sebagai Rektor Unika Atmajaya, yang baru dua tahun ia emban.

KOMENTAR ANDA:

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*