HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

KASUS TEROR BOM DAN PENYERANGAN PASTOR HARUS DIUSUT TUNTAS

10
Pastor Albert S. Pandingan OFMCap
[Dok. FB Paroki St Yosep Medan]
KASUS TEROR BOM DAN PENYERANGAN PASTOR HARUS DIUSUT TUNTAS
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – MENANGGAPI peristiwa penyerangan yang melukai tangan Pastor Albert S. Pandingan OFMCap dan teror bom di Gereja Santo Yosep Medan, Sumatera Utara, Minggu, 28/8, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa mengecam keras kejadian tersebut.

Walaupun tidak mengakibatkan adanya korban jiwa dan pelaku terkesan amatiran, peristiwa penyerangan dan teror bom ini menurut anggota DPR RI 2014-2019, Komisi IX, Fraksi PDI Perjuangan ini tidak boleh dianggap sepele. Bagi Karolin, aparat harus mengusut tuntas kasus tersebut supaya dapat diketahui kejelasannya, sebagai aksi tunggal atau bagian dari gerakan kelompok lebih besar yang kemungkinan sedang berkembang di Indonesia. “Termasuk apakah suatu kebetulan atau tidak, hal ini terjadi setelah sebelumnya ada kejadian di Tanjung Balai yang juga telah menodai keberagaman dan toleransi di Indonesia,” ungkapnya kepada HIDUPKATOLIK.com ketika dihubungi melalui email, Minggu, 28/8.

Menurut perempuan kelahiran Mempawah, Kalimantan Barat, 12 Maret 1982 ini, aksi penyerangan pastor dan teror bom tersebut bisa jadi diakibatkan oleh budaya intoleransi kehidupan beragama yang menjadi ancaman serius bagi persatuan dan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dan supaya tidak terulang kembali, Karolin berharap kasus tersebut disikapi secara serius oleh seluruh pihak sehingga dapat tuntas dan jelas motif pelakunya. “Sehingga ke depan penyerangan dan teror bom jangan terjadi lagi di Indonesia ,” tegas Karolin.

[nextpage title=”KASUS TEROR BOM DAN PENYERANGAN PASTOR HARUS DIUSUT TUNTAS”]

Pastor Albert S. Pandingan OFMCap[Dok. FB Paroki St Yosep Medan]
Pastor Albert S. Pandingan OFMCap
[Dok. FB Paroki St Yosep Medan]
Tanggapan juga datang dari Romo Antonius Benny Susetyo. Menurutnya, peristiwa penyerangan pastor dan teror bom di Medan ini mengingatkan kembali kepada masyarakat akan budaya kekerasan yang merusak keadaban kemanusian dan menghancurkan martabat kehidupan.

Supaya peristiwa penyerangan dan teror bom ini tidak terjadi lagi, Romo Benny berharap masyarakat bergerak memutus tali kekerasan dengan gerakan cinta kehidupan. “Selain itu, perlu juga diadakan pendidikan literasi media sosial kepada anak muda, agar para anak muda tidak mudah dirasuki paham-paham radikal,” ungkap Romo Benny lewat pesan pendek kepada HIDUPKATOLIK.com, Minggu sore, 28/8.

Menurut Romo Benny, yang tidak kalah penting untuk dilakukan segenap pihak sebagai upaya untuk mengatasi kejadian-kejadian teror ini, yaitu dengan cara memutus tali kekerasan intoleransi dengan menyebarkan paham “agama ke indonesiaan”. “Caranya dengan memperkuat kesadaran hidup berbangsa dan bernegara, juga menjadikan Pancasila sebagai habitus bangsa,” pesannya.

A. Nendro Saputro

(Visited 1 times, 1 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here