HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

GEREJA ZAMBIA DESAK PEMERINTAH SETOP PEMBEREDELAN MEDIA

12
Edgar Lungu saat berkampanye pada Pemilu Presiden beberapa waktu lalu.
[faceofmalawi.com]
GEREJA ZAMBIA DESAK PEMERINTAH SETOP PEMBEREDELAN MEDIA
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – KOMUNITAS Ekumenisme di Zambia mengeluarkan pernyataan bersama guna menanggapi kebijakan represif pemerintah baru di negara Afrika bagian Selatan itu, Kamis, 1/9. Pemerintahan baru hasil Pemilu, 11 Agustus 2016, baru saja melakukan penutupan paksa beberapa stasiun radio swasta. “Kami sungguh sedih dan khawatir dengan pemberedelan, pelecehan, dan penganiayaan yang dilakukan pemerintah terhadap beberapa media swasta,” ungkap pernyataan bersama beberapa Gereja di Zambia, seperti dilansir Agenzia Fides, Jumat (2/9).

Menanggapi kebijakan pemerintahan baru tersebut, Konferensi Waligereja Katolik Zambia juga secara khusus mengeluarkan pernyataan resmi. Para uskup di Zambia memang mengapresiasi Pemilu Presiden dan Parlemen yang telah terselenggara dengan damai. Namun para uskup juga merasa kecewa dan prihatin dengan munculnya ketegangan dan kekerasan yang membabi-buta pasca Pemilu. Pemenang Pemilu, Patriotic Front Party secara serampangan dengan menggunakan kekuasaannya mengebiri hak-hak asasi oposisi, United Party for National Development.

[nextpage title=”GEREJA ZAMBIA DESAK PEMERINTAH SETOP PEMBEREDELAN MEDIA”]

Edgar Lungu saat berkampanye pada Pemilu Presiden beberapa waktu lalu.[faceofmalawi.com]
Edgar Lungu saat berkampanye pada Pemilu Presiden beberapa waktu lalu.
[faceofmalawi.com]
Selain kebijakan otoriter pemerintahan baru di bawah presiden terpilih, Edgar Lungu, para pemuka agama juga menunjukkan keprihatinan atas penggunaan alat negara–militer–untuk mengancam institusi resmi pengadilan. Tekanan terhadap institusi pengadilan ini dilakukan karena partai oposisi ingin mempermasalahkan secara hukum keabsahan hasil Pemilu yang baru saja dilakukan. Gereja Katolik berinisiatif untuk meminta Presiden Edgar Lungu mencabut kembali kebijakan pemberedelan terhadap beberapa stasiun radio swasta. Gereja juga meminta agar pihak oposisi secara profesional menempuh langkah-langkah yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum dan moral, serta menjauhkan diri dari praktik-praktik ujaran kebencian.

R.B.E. Agung Nugroho

(Visited 2 times, 1 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here