JADI PEJABAT BUKAN SOAL AGAMA

62
Ignasius Jonan (kiri) mendengarkan sharing Wakil Bupati Banyumas, Laurentius Budhi Setiawan.
[HIDUP/Sutriyono]
JADI PEJABAT BUKAN SOAL AGAMA
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSebaiknya agama tidak dijadikan alasan ketika menempati jabatan publik tertentu. Integritas pribadi menjadi lebih utama serta penting.

MANTAN Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan mengingat­kan umat Katolik agar tidak menjadikan agama sebagai halangan untuk menempati jabatan publik terten­tu. “Jangan terlalu berpikir kita dipersu­lit karena agama. Sekian tahun menjadi pejabat, saya tidak mengalami hal itu,” katanya saat berbicara dalam Hari Studi Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Purwokerto awal September lalu.

Lanjut Jonan, baik orang Katolik mau pun para pemimpin Katolik, jangan terlalu melankolis, apalagi menjadikan agama sebagai alasan. Bagi Jonan, yang mesti diusahakan adalah integritas. “Kalaupun seorang pemimpin tidak mempunyai pengetahuan dan keteram­pilan yang cukup, minimal bisa mem be­ri teladan yang baik.”

Jonan berbagi pengalaman, pada ma­sa awal menempati jabatan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, per­usahaan menetapkan kereta api bebas asap rokok. Maka meskipun ia seorang perokok, ia menahan diri untuk tidak merokok selama perjalanan naik kereta api. “Jangan membuat pengecualian apa pun, jika Anda menjadi pemimpin,” ujarnya.

[nextpage title=”JADI PEJABAT BUKAN SOAL AGAMA”]

Ignasius Jonan (kiri) mendengarkan sharing Wakil Bupati Banyumas, Laurentius Budhi Setiawan. [HIDUP/Sutriyono]
Ignasius Jonan (kiri) mendengarkan sharing Wakil Bupati Banyumas, Laurentius Budhi Setiawan.
[HIDUP/Sutriyono]
Menyinggung pencopotan dirinya dari Kabinet Kerja Presiden RI Joko Wi­dodo, Jonan menjawab, “Kalau sudah tidak digunakan lagi, ya tinggalkan dan pergi ke tempat yang membutuhkan. Rejeki dari Tuhan tidak akan pernah tertukar. Lakukan saja dengan sungguh­-sungguh dan sebaik-­baiknya setiap tu­gas dan pekerjaan yang dipercayakan kepada Anda.” Pada akhir pertemuan, Jonan berpesan agar umat Katolik ja­ngan melupakan identitas sebagai orang Katolik dan tetap memegang nilai­-nilai cinta kasih. “Apapun jabatan Anda, laku­kanlah itu dengan cinta kasih!”

Jonan diangkat menjadi Direktur Uta­ma PT Kereta Api Indonesia pada 25 Fe­bruari 2009 sampai 27 Oktober 2014. Saat Joko Widodo terpilih menjadi Pre­siden RI, Jonan diangkat menjadi Men­teri Perhubungan pada 26 Oktober 2014. Hanya satu setengah tahun memangku tanggung jawab itu, Jonan dicopot pada 27 Juli 2016.

Sekitar seratus pejabat publik ber­agama Katolik yang berkarya di wilayah Keuskupan Purwokerto hadir dalam acara yang berlangsung di Hotel Domi­nic Purwokerto, Jawa Tengah ini. Me­reka adalah pejabat dari yang paling rendah, seperti Ketua RW hingga Wakil Bupati Banyumas, Laurentius Budhi Se­tiawan.

Sutriyono (Purwokerto)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here