Renungan Kamis, 29 Desember 2016 : Tantangan Natal

[en.wikipedia.org]

HIDUPKATOLIK.com – Hari Kelima Oktaf Natal; 1 Yoh 2:3- 11; Mzm 96; Luk 2:22-35.

DUA ketaatan penting ditunjukkan dalam kisah Yesus “dibawa ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan” (lih. Luk 2:22-40). Pertama, ketaatan Maria dan Yusuf pada hukum Taurat Musa mengenai pentahiran. Kedua, ketaatan Simeon dan Hana pada dorongan kuasa Roh Kudus untuk tetap memiliki pengharapan akan keselamatan Mesianis. Lukas memperlihatkan, melalui dua ketaatan itu, manusia bisa mengenal kesejatian Yesus yang sesungguhnya.

Dua bab pertama Injil Lukas merupakan presentasi mengenai kesejatian Yesus. Puncaknya adalah kisah Yesus dipersembahkan ke kenisah. Dalam kisah tersebut ditunjukkan makna dan program “kehadiran Yesus”. Dia adalah “Yang dikuduskan bagi Allah” sekaligus “Mesias, yaitu yang diurapi oleh Tuhan”. Para malaikat mengidungkan “kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di Bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 1:14), maknanya harus dipahami dalam konteks Magnificat Maria (lih. Luk 1:46-55), yaitu bahwa “yang congkak, yang berkuasa dan yang kaya diceraiberaikan, di rendahkan, diturunkan serta diusir, sedangkan yang rendah dan lapar ditinggikan serta dilimpahi”. Inilah mengapa menjadi murid dan pengikut Yesus akan selalu ikut dalam pengalaman Bunda Maria, di mana “sebuah pedang akan menembus jiwa” (ay. 35).

 Henricus Witdarmono

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*