Renungan Minggu, 8 Januari 2017 : Berani Mengambil Risiko

HIDUPKATOLIK.com – Hari Raya Penampakan Tuhan: Yes 60:1-6; Mzm 72:1-2,7-8,10-11,12-13; Ef 3:2-3a,5-6; Mat 2:1-12

EPIFANI adalah Hari Raya Penampakan Tuhan. Kemuliaan Tuhan terbit atas seluruh bangsa. Dalam diri Yesus, seluruh kemuliaan Allah tampak di dunia. Dalam Injil Matius 12:1-12 gejala-gejala yang menyertai penampakan Tuhan adalah bintang di timur, ketakutan raja Herodes, Betlehem sebagai tempat kelahiran, penyembahan oleh para majus dari Timur.

“Bangkitlah, menjadi teranglah” (Yes 60:1) merupakan sapaan terhadap Yerusalem sebagai kota Tuhan. Sapaan itu tidak dibatasi waktu sebagaimana penampakan Tuhan dalam diri Yesus Kristus juga tidak dibatasi oleh hidup dan karya-Nya selama di dunia. Gereja tetap dan terus-menerus menghadirkan Yesus melalui pengudusan, pewartaan, dan kepemimpinan kristiani. Melalui tritugas Kristus, Gereja menyinarkan terang-Nya.

Orang-orang majus yang “telah melihat bintang-Nya di Timur” (Mat 2:2) dapat dibaca dengan terang Yesaya 60:3: “bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepadamu”. Mereka mencari keterangan mengenai Kristus melalui ilmu yang mereka kuasai. Mereka tidak merasa lelah sebelum mereka bertemu dengan Yesus. Mereka mempercayakan diri pada pimpinan bintang (ay. 2 dan 10). Mereka bersukacita ketika menemukan Yesus.

Kini, kita yang sudah menyaksikan dan mengalami sentuhan kasih Tuhan melalui hidup pribadi, keluarga, dan bangsa, apakah cenderung meminta Tuhan untuk datang menghampiri, menolong, dan membuat mukjizat bagi kita? Atau kita mencari Tuhan dengan segenap ilmu yang kita miliki, segenap akal budi, tenaga, dan pikiran?

Persembahan yang dihaturkan orang-orang majus menunjukkan pengakuan mereka bahwa Yesus adalah Raja. Persembahan mereka bukan berarti bahwa kelak Ia akan menjadi raja tetapi sudah terlahir sebagai raja. Yang pokok dalam persembahan adalah sujud menyembah (ay. 11), menyatakan kerendahan. Dalam sujud menyembah terdapat sikap merunduk, yakni menyatakan kerendahan dan ketidaklayakan terhadap yang disembah.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*