Satu Uskup Diangkat, Satu Pensiun | | HIDUPKATOLIK.com

Satu Uskup Diangkat, Satu Pensiun

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Romo Samuel Oton Sidin menerima Kalpataru dari Presiden SBY
[Dok. HIDUP]
Satu Uskup Diangkat, Satu Pensiun
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Uskup baru Sintang telah ditunjuk. Uskup Purwokerto dikabulkan pengajuan pensiunnya. Kini di Indonesia, masih ada empat keuskupan lowong.

GEREJA Katolik Sintang menerima kado Natal yang paling indah dari Paus Fransiskus. Setelah “ditinggalkan” gembala utamanya Mgr Agustinus Agus sejak 3 Juni 2014 untuk bertugas sebagai Uskup Agung Pontianak, Bapa Suci menunjuk Pastor Samuel Oton Sidin OFM Cap untuk melanjutkan tampuk penggembalaan Keuskupan Sintang. Sukacita umat Katolik Keuskupan Sintang ini diumumkan oleh Administrator Apostolik Sintang, Mgr Agustinus Agus, Rabu, 21/12.

Mgr Samuel menceritakan, dua hari sebelum ditunjuk resmi menjadi Uskup, ia dipanggil oleh Nunsius Apostolik untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi. Ia diberitahu bahwa Paus menunjuknya menjadi Uskup Sintang. Mendengar itu, Pastor Samuel mengatakan, “Nuncio, saya sudah tua”. “Ada banyak juga yang tua,” ujar Mgr Samuel menirukan jawaban Mgr Filipazzi. Setelah beberapa saat, Mgr Samuel mengatakan, “Dengan segala kerendahan hati, saya menerima penunjukkan Takhta Suci untuk tugas yang mulia dan berat ini.”

Saat dihubungi secara terpisah, Mgr Filipazzi mengatakan, pengangkatan Mgr Samuel menjadi Uskup Sintang merupakan berita gembira bagi umat Katolik Keuskupan Sintang. Mgr Filipazzi yakin Uskup yang baru terpilih ini bisa menggembalakan Keuskupan Sintang karena ia pernah berkarya di sana dan pernah menjabat Provinsial Kapusin Pontianak. “Dengan pengalaman yang dimilikinya, dia bisa menggembalakan Keuskupan Sintang,” imbuh Mgr Filipazzi.

Dengan pengangkatan ini, Mgr Samuel akan menjadi gembala keempat yang menduduki Takhta Keuskupan Sintang. Uskup pertama Sintang adalah Mgr Lambertus van Kessel SMM. Mgr Lambertus mulai menggembalakan Sintang sebagai Prefek Apostolik pada 4 Juni 1948, lalu menjabat Uskup Sintang pada 16 Mei 1961–25 Mei 1973. Setelah takhta lowong selama tiga tahun, Vatikan mengangkat Mgr Isak Doera menjadi Uskup kedua Sintang. Ia ditunjuk oleh Bapa Suci Paulus VI pada 9 Desember 1976, kemudian mengundurkan diri sebagai Uskup Sintang pada 1 Januari 1996. Uskup ketiga adalah Mgr Agustinus Agus. Imam Keuskupan Sanggau ini menjadi gembala utama di Keuskupan Sintang sejak 29 Oktober 1999. Pada 3 Juni 2014, Mgr Agus ditunjuk sebagai Uskup Agung Pontianak, menggantikan Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap yang mencapai usia pensiun. “Saya berharap dengan hadirnya Mgr Samuel, umat semakin terbuka menerima Kristus,” ungkap Mgr Agus.

Porwokerto Lowong
Sementara itu, Paus Fransiskus telah menerima surat pengunduran diri Uskup Purwokerto
Mgr Julianus Kema Sunarka SJ, Kamis, 29/12. Dalam surat yang disampaikan oleh Mgr Filipazzi, Bapa Suci menulis, “Kami sungguh menghargai pelayanan Mgr Sunarka. Kami bersyukur atas pelayanan Anda yang murah hati sebagai Uskup Purwokerto. Saya mengapresiasi tugas penggembalaan dan dedikasi Anda dalam doa saya.”

Menanggapi surat pengunduran dirinya, Mgr Sunarka pamit kepada seluruh umat Keuskupan Purwokerto, Jumat, 30/12, melalui milis Serayu-net. Ia menulis, “Bapa Suci telah mengizinkan kegembiraan kepada saya. Mohon pamit, selamat tinggal dan selamat menikmati hidup Katolik. Kalau Anda baru ke Semarang, silakan mampir Girisonta. Selamat berjumpa lagi di surga.” Mgr Sunarka masih tetap di Keuskupan Purwokerto sampai akhir Januari 2017. Selanjutnya ia akan tinggal di Wisma Emaus Girisonta, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Selama sede vacante, tugas penggembalaan Keuskupan Purwokerto dijalankan oleh Adiministrator Diosesan Romo Tarcisius Puryatno.

Yusti H.Wuarmanuk

Comments on Facebook