DIREKTUR EKSEKUTIF SPI: RADIKALISME SEPERTI VIRUS

Direktur Eksekutif Stundent Peace Institute, Doddy Abdallah (Dok. Pribadi)

Direktur Eksekutif Stundent Peace Institute (SPI) Doddy Abdallah menganalogikan paham radikalisme seperti virus yang mengancam dan menyebar dalam perilaku warga negara. Ironisnya virus radikalisme itu telah menyasar para pelajar dan mahasiswa di tanah air.

“Doktrin radikalisme sudah ada pada anak-anak usia dini khususnya pelajar dan mahasiswa. Radikalisme itu virus yang membahayakan,” terang Doddy ketika menjadi salah satu pembicara dalam diskusi kebangsaan bertajuk “Mengawal Kebhinnekaan Indonesia Dari Ancaman Radikalisme,” di Gedung Margasiswa PMKRI, Jalan Samratulangi 1 Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 9/1.

Maraknya virus radikalisme yang menjangkiti para generasi muda Indonesia, SPI katanya, telah melakukan sejumlah aksi konkrit, misal sosialisasi makna dan nilai-nilai kebhinnekaan kepada para pelajar. Tujuannya agar mereka bisa memahami dengan baik keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa ini.

Ada beberapa pembicara lain dalam diskusi yang diadakan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) dan SPI yaitu Ketua Umum PP PMKRI Angelius Wake Kako PMKRI, Koordinator Rumah Pelita Slamet Abidin, Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dan Dosen Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuludin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Media Zainun Bahri.

Karina Chrisyantia

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*