HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Musik Kolintang: Karya Allah dan Ekspresi Iman

22
Ibu-ibu pencinta kolintang isteri karyawan BRI sedang bermain kolintang/Yusti H.Wuarmanuk
Musik Kolintang: Karya Allah dan Ekspresi Iman
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM-SEJARAH mencatat bahwa peradaban berkembang ketika terjadi pertemuan antar budaya. Salah satu budaya yang terkenal dari Minahasa adalah Musik Kolintang. Musik Kolintang pun harus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Pernyataan ini disampaikan oleh Dosen Universitas Presiden Ferry Doringin dalam acara launching buku berjudul “Kolintang dan Kebudayaan antara Modernitas dan Tradisi, di Aula Sekolah St Fransiskus, Kramat, Jakarta, 22/1.

Ferry yang didaulat sebagai pembicara mengatakan, buku ini sangat kental dengan tesis mengenai identitas yang akarnya adalah budaya. “Tema ini sangat menarik dan relevan ketika situasi masyarakat kita terutama perang media sosial, dengan hoax dan serangan SARA, membuat banyak orang saling menuduh ‘tidak berbudaya,” ungkap Ferry.

Ambrosius Loho (kiri) dan Ferry Doringin (kanan)-Yusti H.Wuarmanuk
Ambrosius Loho (kiri) dan Ferry Doringin (kanan)-Yusti H.Wuarmanuk

Sementara itu, penulis buku Ambrosius Loho mengatakan, buku ini terwujud karena kesadaran akan budaya lokal khususnya kolintang yang kian hari terkikis oleh perkembangan alat musik moderen. Ambrosius menambahkan, meski musik kolintang ini khas budaya tetapi dibeberapa daerah musik kolintang sudah digunakan sebagai musik dalam setiap perayaan Ekaristi. Misalnya, di daerah-daerah Minahasa, musik kolintang tak bisa dipisahkan dari nyanyian liturgi. Sebab sebagian besar melodi khas dalam musik kolintang mengekspresikan iman Gereja yang dirayakan dalam liturgi. “Musik kolintang digunakan dalam liturgi setidaknya menggambarkan dua hal yaitu apa yang dilakukan Allah (karya Allah) dan tanggapan manusia beriman (syukur dan puji-pujian, sembah dan permohonan),” ujar Mahasiswa Pascaserjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara Jakarta ini.
Kegiatan ini dibuka dengan persembahan musik kolintang dari ibu-ibu karyawan BRI se-Jakarta. Di akhir acara, Ambrosius berkenan memberikan beberapa penghargaan berupa buku kepada beberapa pemerhati kolintang di Jakarta.

Yusti H. Wuarmanuk

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here