HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Misionaris MEP Kunjungi Amboina

38
Dua imam MEP bersama Mgr Mandagi dan para imam di depan Kantor Keuskupan Amboina.
[Fr Joseph Ell]
Misionaris MEP Kunjungi Amboina
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com - Keuskupan Amboina menerima kedatangan dua imam MEP dari Paris, Perancis. Selain live in, kedua imam ini juga mengunjungi makam Mgr Johannes Aerts MSC di Pulau Kei.

USKUP Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC menerima dua imam Serikat Misi Imam-imam Keuskupan Paris (Société des Missions étrangères de Paris/MEP) di Keuskupan Amboina, Jumat, 20/1. Dua imam itu adalah Pater Paul Billaud MEP dan Pater Joseph Gourdon MEP. Ada dua kegiatan yang mereka lakukan selama mengunjungi Ambon, yakni live in dan ziarah rohani ke tempat-tempat spiritual di sekitar Keuskupan Amboina, seperti Catholic Centre, Goa Maria Airlow, Seminari Tinggi St Fransiskus Xaverius Poka- Rumah Tiga dan Sekolah Tinggi Pastoral Agama Katolik.

Mereka juga mengadakan kunjungan ke wilayah pastoral Keuskupan Amboina di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Di Pulau Kei, mereka mengunjungi makam para martir, salah satunya makam Vikaris Apostolik Nuova Guinea Olandese Mgr Arnoldus Johannes Hubertus Aerts MSC.

Menurut Mgr Mandagi, kehadiran dua misionaris MEP di Keuskupan Amboina bukan hal baru. Sebab satu dekade terakhir ini, Keuskupan Amboina dan Serikat MEP sudah menjalin kerjasama, yang nampak dalam bantuan Serikat MEP kepada beberapa imam Keuskupan Amboina yang studi di Paris. Kesempatan ini juga digunakan Mgr Mandagi untuk menjelaskan tentang arah dan medan pastoral Keuskupan Amboina kepada para imam MEP.

Mgr Mandagi mengatakan, medan pastoral Keuskupan Amboina sering dijuluki pastoral “Seribu Pulau”. Banyak pulau masuk wilayah Keuskupan Amboina sehingga medan pastoral di sana ditempuh dengan menyeberang laut. Mgr Mandagi juga menjelaskan situasi dan kondisi para imam Keuskupan Amboina, terutama mengenai kedisiplinan, persaudaraan, dan kematangan diri sebagai imam diosesan. Menurutnya, nilai-nilai inilah yang membuat orang mengenal lebih jelas kualitas seorang imam.

Pater Paul dan Pater Joseph juga memperjelas kerjasama di bidang studi lanjut para imam diosesan Amboina. Sampai sekarang, baru satu romo yang menyelesaikan studi di Paris. Tahun ini akan dikirimkan lagi seorang imam muda, yaitu Pastor Agustinus Jabarmase ke Paris untuk studi kateketik. “Tentu semua ini berkat bantuan Serikat MEP. Jasa-jasa mereka sangat besar untuk para imam Keuskupan Amboina,” ungkap Mgr Mandagi.

Dari Kota Ambon, dua imam MEP ini melanjutkan perjalanan ke Kepulaun Kei. Di sana mereka secara khusus mengunjungi makam Mgr Aerts. Menurut Pater Paul, Mgr Aerts adalah misionaris MSC yang telah meletakan dasar yang kuat bagi iman umat Keuskupan Amboina.

Sejak 1970, para imam MEP telah hadir berkarya di Keuskupan Tanjungkarang. Uskup Tanjungkarang kala itu Mgr Albertus Hermelink Gentiaras SCJ meminta para misionaris MEP membantu pelayanan di Keuskupan Tanjungkarang. Permintaan itu ditanggapi Pemimpin Umum MEP dengan mengirimkan empat imam MEP, yaitu Pater Vincent le Baron, Pater Paul Billaud, Pater Joseph Gourdon, dan Ferdinando Pecoraro. “Saya tidak asing di Indonesia. Saya pernah menjadi imam muda di Paroki Pringsewu, Keuskupan Tanjungkarang. Saya punya banyak kenangan di Indonesia,” ujar Pater Joseph.

Fr Joseph Ell (Amboina)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here