HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Mengenang Irma: Istri Pejuang Chris Siner Key Timu

20
Irma Chris Siner Key Timu, istri dari Chris Siner Key Timu, salah satu tokoh petisi 50.
Mengenang Irma: Istri Pejuang Chris Siner Key Timu
Mohon Beri Bintang

TELAH 10 hari, Irma Chris Siner Key Timu pergi meninggalkan dunia ini. Kepergiannya sontak membangkitkan kembali kenangan orang akan Chris Siner Key Timu, salah satu penggagas Petisi 50: yang mengoreksi kebijakan pemerintah mantan Presiden Soeharto dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (sekarang TNI) yang dinilai melenceng dari nilai-nilai Pancasila pada 1980. Irma, adalah istri dari pejuang itu. Irma menyusul sang suami Chris Siner Key Timu yang meninggal setahun silam.

Di momen tujuh hari kepergian Irma, ketiga putranya menggelar acara tujuh hari di kediaman Key Timu di Kemanggisan Slipi, Jakarta Barat. Beberapa tokoh seperti Cosmas Batubara, hadir dalam upacara tujuh hari itu. Pun demikian dengan para aktivis yang sebagian besar alumni PMKRI juga menghadiri acara itu.

Di momen tujuh hari itu, ketiga putra-putri pasutri Key Timu bercerita soal sosok ibu mereka; perannya dalam keluarga dan cara dia mendukung perjuangan sang suami. Maria Patricia Vanesa Key Timu, mengenal ibunya sebagai sosok yang bersahaja. Maria sangat terpukul dengan kepergian ibunya. Sebagai putri satu-satunya, Maria memiliki kedekatan yang dalam dengan sang Ibu. “Saya paling sering bersama mama. Ia selalu mendengarkan setiap keluhan saya,” kenang Maria. Sang ibu, lanjut Maria adalah suri tauladan bagi hidupnya. “Mama itu suka berdoa, ceria, tegas, dan sederhana.”

Segendang sepenarian dengan Maria, B.Mario Ralfi Key Timu, sang putra bungsu menyebut mamanya sebagai sosok yang dekat dan aktif dalam kegiatan Gereja. Bahkan di pesan terakhir kepada mereka, Sang Ibu meminta ketiga anaknya agar rukun dan memberikan pendidikan agama yang baik kepada cucu-cucu Key Timu. “Mama mengajarkan kejujuran, tanggungjawab, kepedulian dan integritas,” terang Mario.

Mario menilai, ibu mereka adalah sosok yang mendukung perjuangan ayah mereka, Chris Siner Key Timu. Irma meninggalkan tiga orang anak dan empat orang cucu. Anak pertamanya adalah Thomas Aquino Key Timu. Thomas tidak sempat bercerita tentang sosok ibunya. Irma meninggal dalam usia 72 tahun dan dimakamkan dalam liang lahat yang sama dengan suaminya Chris Siner Key Timu di Pemakaman Pondok Rangon.

Edward Wirawan

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here