HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Perempuan Cipayung Plus, Menilai Nawacita Gagal Melindungi Perempuan

14
Perempuan Cipayung Plus usai konferensi pers dalam rangka Hari Perempuan Internasional , di Resto Handayani Matraman, Jakarta Pusat, Rabu, 8/3. (Dok. Hanny)
Perempuan Cipayung Plus, Menilai Nawacita Gagal Melindungi Perempuan
Mohon Beri Bintang

Hidupkatolik.com – SEJUMLAH elemen organisasi menjadikan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret sebagai momen menyuarakan keadilan. Di sekitar Monumen Nasional misalnya; ada demo yang menyuarakan penolakan terhadap diskriminasi, permasalahan ketenagakerjaan dan semua soal yang menyangkut hak-hak perempuan.

Dengan cara yang berbeda, Perempuan Cipayung Plus menggelar konferensi pers perihal ‘Nawacita Gagal Memberikan Perlindungan Terhadap Perempuan’ di Matraman, Rabu, 8/3. Perempuan Cipayung Plus merujuk pada perwakilan perempuan dari rumpun Cipayung dengan beberapa organisasi lain. Cipayung Plus antara lain, KOPRI, PMKRI, KOHATI, GMNI, GMKI, KMHDI, KAMMI, IMMawati.

Hanny Ika Yuniati, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menjelaskan, kasus buruh migran dan human trafficking (red-perdagangan manusia) masih marak terjadi dan banyak yang belum tuntas. Hanny, sapaannya, mengatakan, perempuan kerapkali menjadi korban perdagangan manusia dengan modus penipuan. “Banyak perempuan asal NTT, yang memilih bekerja keluar negeri untuk mencukupi kebutuhan keluarga dengan iming-iming pendapatan besar. Tercatat sepanjang tahun 2016 ada 96 kasus human trafficking di NTT, itu hanya di NTT belum daerah lain,” tulis Hanny dalam pesan Whatsapp yang diterima redaksi HIDUP.

Alumna STKIP PGRI Bandar Lampung ini menilai, keterbatasan informasi dan pengetahuan menjadi sebab ihwal terjadinya human trafficking. Hal ini, lanjutnya, bisa dilihat, bahwa daerah pelosok yang minim arus informasi menjadi lahan basah bagi para pelaku human trafficking.

Karena itu, Hanny menambahkan, Perempuan Cipayung Plus, meminta pemerintah harus berperan aktif dalam kemandirian, pengetahuan, dan perkembangan intelektual perempuan Indonesia. Dengan demikian, simpul Hanny, perempuan memiliki kapasitas yang mumpuni sehingga siap tampil di depan. “Tentu harus ada perlindungan legal di bidang birokrasi mengenai legalitas pekerja perempuan dan hak haknya. Mari perempuan bangkit dan bergerak,” pungkas nona asal Bandar Lampung ini.

Segendang sepenarian, Shanty, kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menyerukan kepada seluruh perempuan untuk bangkit dan bergerak dari segala bentuk ketertindasan dan ketidakadilan. “Otoritas organisasi perempuan di sini menjadi penting untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan,” pungkas Shanty.

Shanty dan Hanny sama-sama menegaskan kembali, komitmen, bahwa Perempuan Cipayung Plus siap mengawal NKRI dan nilai nilai pancasila. Hal ini sehaluan dengan komitmen organisasi-organisasi Cipayung Plus.

Edward Wirawan

(Visited 1 times, 1 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here