Kamping Orang Muda Kapusin | | HIDUPKATOLIK.com

Kamping Orang Muda Kapusin

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Wajah-wajah gembira Peserta Capuchin’s Camp III di Sanggau.
[Elisa Eni Kristantiyetta]
Kamping Orang Muda Kapusin
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Pendampingan kepada kaum muda adalah proses tanpa henti. Usaha ini menuntut daya juang dan kreativitas yang tinggi. Mereka sangat rentan terhadap setiap pengaruh negatif sekitar.

SEKITAR 300-an orang muda berkumpul. Mereka berhimpun untuk mewujudkan impian dan harapan bersama lewat Capuchin Camp (CC) III. Acara ini diadakan di Wisma Tabor Pusat Damai, Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat-Senin, 17-20/2. Para biarawan Kapusin Provinsi Pontianak mengumpulkan orang muda dari 16 Paroki yang mereka layani di seluruh Indonesia. Kegiatan dibuka dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Emeritus Pontianak Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun OFMCap, 17/2.

Perhatian kepada pendampingan kaum muda merupakan proses tanpa henti. Pendampingan kepada mereka menuntut daya juang dan kreativitas yang tinggi. Kaum muda juga sangat rentan terhadap pengaruh negatif di sekitar lingkungan tinggal mereka. Hal inilah yang mendorong Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum Provinsi Pontianak mengadakan pendampingan kaum muda dengan lebih intensif. Dalam pendampingan, nilai-nilai spiritualitas Kristiani ditanamkan dan terus dikembangkan. Usaha ini dijalankan baik secara komunal maupun personal dalam diri orang muda Katolik.

Romo Amandus Ambot OFMCap mengungkapkan, orang muda adalah harapan Gereja dan negara. “Bila Anda ingin sukses, menjadi orang besar dan terkemuka, Anda harus memiliki jiwa dan sikap seorang pelayan,” kata Romo Ambot. Provinsial Kapusin Provinsi Pontianak ini menambahkan, CC III menjadi kesempatan untuk memahami, mendalami, dan mempraktikkan semangat pelayanan itu.

Waktu dan kebersamaan dalam CC III ini diharapkan menjadi kesempatan bagi kaum muda untuk menempa diri dalam aneka bentuk pelayanan. “Saya mengharapkan Anda mengikuti CC III dengan sebaik-baiknya, sehingga mendatangkan manfaat bagi pembentukan pribadi dan karakter Anda sebagai orang muda Katolik,” kata Romo Ambot.

Selama empat hari, para peserta melakukan beragam kegiatan berupa live in, out bound, mengajar anak Sekolah Minggu, dan pertemuan dengan umat di Paroki Maria Tak Bernoda Pusat Damai, Keuskupan Sanggau. Seselia Sri Rahayu Ningsih mengungkapkan, selama kegiatan ia merasa senang bertemu dengan banyak teman baru dan datang ke tempat yang belum pernah ia kunjungi. “Dalam kegiatan ini saya belajar banyak hal yang bermanfaat untuk kehidupan,” kata volunteer kesehatan dalam CC III ini.

Peserta dari Paroki-paroki yang dilayani Kapusin Provinsi Pontianak hadir dalam CC III ini. Mereka datang dari Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Palangkaraya, dan Keuskupan Sanggau. Bahkan ada juga peserta dari Paroki St Stefanus, Bau, Serawak, Keuskupan Agung Kuching, Malaysia. Saat semua berkumpul menjadi satu di Sanggau tak ada lagi sekat-sekat perbedaan di antara mereka. Semua menjadi satu dalam kasih dan keceriaan.

Kegiatan ini pertama kali diadakan di Sanggau pada 2015. Setahun kemudian, CC II diadakan di Sungai Ambawang, Kubu Raya dan di Pontianak. Kegiatan ini merupakan program tahunan Kapusin Provinsi Pontianak.

Antonius E. Sugiyanto (Pontianak)

Comments on Facebook