Paus Fransiskus: Salib Bukan Sekadar Perhiasan

Paus Fransiskus usai mencium salib saat ibadat Jumat Agung (Foto: L'Osservatore Romano)

HAMPIR di setiap rumah orang kristiani tergantung salib. Tak sedikit pula kalung salib melingkar di leher para pengikut Kristus. Meski demikian, dihadapan para peziarah yang berkumpul di alun-alun St Petrus Vatikan, Minggu, 12/3, Paus Fransiskus berharap,  salib tak sekadar dipandang sebagai aksesoris.

“Salib bukan semata-mata hiasan rumah atau aksesoris tubuh. Tapi suatu panggilan seperti Yesus yang mencintai dan mengorbankan nyawa -Nya untuk manusia agar terbebas dari kejahatan dan dosa,” ujar Bapa Suci, seperti dilansir Catholic News Agency, Minggu, 12/3.

Selain itu, Paus juga mengajak agar umat Kristiani sungguh-sungguh menghayati wafat Yesus di salib. Paus pertama asal Benua Amerika itu juga mendorong agar umat kristiani mampu meneladani totalitas cinta Yesus kepada umat manusia. “Pada masa Prapaskah ini, marilah kita merenungkan simbol salib, Yesus yang tergantung di salib. Inilah simbol iman kristiani, Yesus yang wafat dan bangkit bagi kita,” ajaknya, seperti diberitakan Breitbart.com.

 

Karina Chrisyantia

 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*