Asah Bakat Anak ASAK | | HIDUPKATOLIK.com

Asah Bakat Anak ASAK

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Pemenang ASAK’s Got Talent bersama Kepala Paroki Kosambi, Romo A. Susilo Wijoyo.
[HIDUP/Edward Wirawan]
Asah Bakat Anak ASAK
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – BEBERAPA orang penerima beasiswa program Ayo Sekolah Ayo Kuliah Keuskupan Agung Jakarta (ASAK KAJ) menari dengan iringan lagu “Gemu Fa Mi Re”, dalam ASAK’s Got Talent. Kegiatan yang menjadi rangkaian menyambut hari jadi ASAK kesepuluh itu berlangsung di aula Paroki St Matias Rasul Kosambi, Jakarta Barat, Sabtu, 4/3.

Ketua panitia acara, Chandra Khumara mengatakan, tujuan kegiatan itu agar anak-anak ASAK berani tampil dan mengembangkan bakat mereka. Ada 15 finalis kategori kelompok dan perorangan yang unjuk kebolehan dalam acara ini. Mereka mewakili Dekanat Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bekasi. Para pemenang mendapat piala dan uang tunai.

Romo Justinus Sigit Prasadja SJ menilai, ASAK’s Got Talent mengajak anak-anak melihat sisi lain kehidupan dengan mengembangkan potensi seni mereka. Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KAJ melanjutkan, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan karya Allah lewat Gereja kepada mereka. “Anak-anak akan menjadi aktor gerakan belarasa pendidikan, bukan hanya sebagai penerima beasiswa belarasa pendidikan,” ujarnya.

Selain ASAK’s Got Talent, akan ada serangkaian acara menuju puncak perayaan, seperti lomba membaca Kitab Suci dan mendaraskan Mazmur, pembuatan buku dan video perjalanan ASAK, Jambore Seribu Anak ASAK di Cibubur, dan Misa.

ASAK merupakan gerakan membantu anak-anak tak mampu agar bisa menikmati pendidikan. Berdasarkan ayosekolah.org, dari 66 paroki di KAJ, ada 30 Paroki yang sudah meluncurkan program ini. Jumlah anak ASAK tingkat TK-SMU 3.260 orang, 481 orang di perguruan tinggi, dan 13 seminaris.

Edward Wirawan

Comments on Facebook