HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Keuskupan Agung Semarang, Sejarah Singkat

27
Katedral Keuskupan Agung Semarang dan Insert Mgr Robertus Rubiyatmoko
Keuskupan Agung Semarang, Sejarah Singkat
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Keuskupan Agung Semarang merupakan metropolit Provinsi Gerejani dalam kesatuan dengan tiga keuskupan sufragan di dekatnya, yaitu keuskupan Malang, keuskupan Surabaya dan keuskupan Purwokerto.

Sejarah awal kekatolikkan di Keuskupan Agung Semarang ini terjadi pada 1640 ketika dua orang imam Dominikan (OP), yaitu Manuel de St Maria OP dan Pedro de St Joseph OP mendapat sebidang tanah dari Sultan Mataram untuk tempat melayani umat Katolik yang terdiri dari para pedagang Portugis di Jepara. Belakangan komunitas awal itu cerai berai dibawah VOC Belanda.

Pada tahun 1808 Semarang adalah stasi dari Prefektur Apostolik Batavia (Jakarta) yang dilayani oleh Pastor L. Prinsen. Pada 1818 Pastor L. Prinsen ditarik ke Jakarta dan diangkat menjadi Prefek Apostolik Batavia.

Semarang kemudian dilayani oleh dua pastor baru. Pada 1859 Ambarawa menjadi stasi baru dengan datangnya imam-imam Serikat Jesus (SJ). Pada 1865 Yogyakarta menjadi stasi baru, disusul Magelang.

Pada 1904 Pastor Fransiskus Georgius J. van Lith, SJ mendirikan sekolah guru di Muntilan dan penyebaran para guru selanjutnya menyebabkan Gereja Katolik berkembang lebih pesat di Jawa Tengah. Perkembangan ini kemudian menyeluruh di Jawa. Seminari Menengah didirikan di Muntilan pada 1911 dan nantinya pindah ke Mertoyudan. Pada 1936 didirikan Seminari Tinggi di Yogyakarta.

Vikariat Apostolik Semarang didirikan pada 1940, dan dengan berdirinya hierarki Gereja Katolik di Indonesia pada 3 Januari 1961 berubah statusnya menjadi Keuskupan Agung Semarang. Umat Katolik bertumbuh jumlahnya dari 47.000 di 23 paroki pada 1950, menjadi 204.000 pada 1970, selanjutnya 302.000 pada 1980, 424.000 di 79 paroki pada 1990 dan 483.000 di 88 paroki pada 2000. Menurut statistik 2005, umat Katolik Keuskupan Agung Semarang berjumlah 504.000 pada 2004.

Saat ini, Keuskupan Agung Semarang tersebar di area seluas lebih dari 21 km, jumlah umat keuskupan ini  lebih dari 404.000 dari total populasi 22,8 juta. Ada 98 paroki yang dilayani oleh 399 imam (203 diosesan dan 196 religius). Keuskupan Agung ini juga memiliki 221 bruder, 1162 biarawati serta 60 frater.

PAUS Fransiskus pada hari Sabtu, 18 Maret 2017 mengumumkan penunjukkan Uskup Agung Semarang di Jawa Tengah, Indonesia, Mgr Robertus Rubiyatmoko. Mgr Rubiyatmoko selama ini adalah vikaris Yudisial KAS serta pembina dari Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta. Kepemimpinan Keuskupan Agung Semarang sebelumnya lowong setelah Mgr Johannes Pujosumarta wafat pada 10 November 2015 karena sakit.

Antonius E. Sugiyanto

 

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Kirim ke email: [email protected].

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here