Mgr Robertus Rubiyatmoko : Tunda Ketemu Nuncius

Mgr Robertus Rubiyatmoko
[HIDUP/Edward Wirawan]

HIDUPKATOLIK.com – USKUP Agung Semarang yang baru terpilih Mgr Robertus Rubiyatmoko hadir di Sintang saat penahbisan Uskup Sintang Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap akhir Maret lalu. Saat perkenalan para Uskup dari seluruh Indonesia, ia ikut diperkenalkan. Takhta Suci mengumumkan penunjukannya pada 18 Maret. Jauh sebelum itu, Nuncius Apostolik Indonesia Mgr Antonio Guido Fillipazzi telah memanggil Uskup kelahiran Sleman, 10 Oktober 1963 ini. “Pada 4 Maret, Nuncius meminta saya ke Jakarta, namun saya baru berangkat ke Jakarta 10 Maret.”

Menurut Mgr Rubiyatmoko, ia punya “firasat” tentang panggilan itu. “Saat dipanggil, saya sudah rasa sih. Berat rasanya. Maka saya baru datang tanggal sepuluh. Saya tidak siap kalau seandainya ditunjuk,” katanya. Mgr Rubiyatmoko mengaku harus mempersiapkan batin dan menata hati untuk bertemu Nuncius. Panggilan Nuncius rasanya sangat berat. Ketika Nuncius menyatakan penunjukan itu, Mgr Rubiyatmoko hanya bisa menerima demi ketaatan kepada panggilan dan Takhta Suci.

Ia rencana akan ditahbiskan pada 19 Mei mendatang. Mgr Rubiyatmoko belum menentukan moto episkopalnya. Namun, ia terinspirasi pernyataan Paus Fransiskus akhir-akhir ini terkait Kerahiman Ilahi hingga Amoris Laetitia yang fokus pada keluarga. “Hal-hal itu kurang lebih mempengaruhi pemikiran saya saat ini.”

Baginya, Keuskupan Agung Semarang (KAS) bukan tempat yang asing. Ia pernah ada di kuria sebagai Vikaris Yudisial. Meski tak lama berpengalaman sebagai pastor paroki, ia sudah sering keliling paroki. Menurutnya, KAS sudah sangat berkembang. “Gereja Semarang disebut mandiri, karena umatnya terlibat dan sistem sudah terbentuk, sehingga walau selama ini nggak ada Uskup, pastoral tetap berjalan.”

Edward Wirawan

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*