Salib di Puncak Piebulak | | HIDUPKATOLIK.com

Salib di Puncak Piebulak

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Tentara Yonif Raider 641/Beruang bersama umat menancapkan salib di Bukit Piebulak.
[Romo Inosensius Nahak]
Salib di Puncak Piebulak
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – SEJARAH baru terukir di Bukit Piebulak, perbatasan Indonesia dengan Timor Leste di Atambua, NTT. Sebuah salib berwarna putih dengan panjang sekitar delapan meter terpancang di atas bukit tersebut, Sabtu,1/4. Semua ini berkat bantuan anggota Yonif Raider 641/Beruang bersama umat Paroki St Gerardus Nualain, Keuskupan Atambua.

Anggota Dewan Pastoral Paroki Nualain, Vinsensius Loe mengungkapkan apresiasinya yang luar biasa karena ada hal baru yang terjadi dan terkesan unik. “Sejak saya tinggal di Paroki Nualain, baru pertama kali terjadi. Ada kerjasama yang begitu apik antara umat dan tentara perbatasan dalam prosesi penancapan salib ini,” ungkap Vinsensius.

Sementara itu, Komandan Pos Fohuk. Lettu Inf. Kusno merasa bangga karena telah terlibat dalam kegiatan rohani ini. “Kehadiran kami dalam penugasan memang tidak begitu lama karena hanya sembilan bulan saja. Keterlibatan seperti ini bersama umat menjadi kesempatan berharga yang bisa mendukung kami untuk selalu dekat dengan masyarakat,” kata Kusno.

Prosesi perarakan salib diawali dengan doa bersama dengan diiringi tarian daerah Likurai dari anak-anak SMPN Perbatasan Piebulak. Upacara berlangsung dalam keadaan yang berbeda karena diiringi juga dengan nyanyian adat Lorosae khas daerah Bunaq. Umat yang hadir pun memakai baju khas daerah sebagai bentuk kecintaan akan budaya, tak terkecuali anggota Pos Fohuk.

Romo Inosensius Nahak (Atambua)

Comments on Facebook