Gereja Berkembang Lewat Kesaksian Hidup | | HIDUPKATOLIK.com

Gereja Berkembang Lewat Kesaksian Hidup

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Mgr Julius Giulio Mencuccini, CP bersama Bupati Sanggau Paolus Hadi serta umat Stasi St Yusuf Lape-Dok. Panitia
Gereja Berkembang Lewat Kesaksian Hidup
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM-AWAL tahun 2017 menjadi momen penting bagi umat Paroki Santa Maria Bunda Pengharapan (SMBP) Bunut. Paroki yang terletak di Jalan Sabang Merah, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas ini mendapat kado istimewa dari Tuhan sebuah gereja baru untuk Stasi St Yusuf Lape yang baru diresmikan pada Minggu, 07/05. Momen ini menjadi penting karena bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan Sedunia. “Setidaknya umat merasa terpanggil untuk terus tegar dalam iman dan berusaha keluar dari godaan-godaan duniawi,” ungkap Pastor Paroki, Romo Ricahardus Riadi.

Gereja ini diberkati oleh Uskup Sanggau Mgr Julius Giulio Mencuccini CP, bersama Bupati Kabupaten Sanggau Paolus Hadi serta wakil bupati, Yohanes Ontot. Dalam sambutannya, Paolus Hadi menegaskan agar umat jangan cepat gembira dengan adanya gereja baru. Gereja baginya hanyalah bangunan tetapi gereja itu hidup dan berkembang lewat kesaksian hidup umat sendiri. Maka paling penting, katanya, iman umat harus tetap kokoh sehingga dalam proses itu umat menjadi manusia baru.

Gedung Gereja Stasi St Yusuf Lape-Dok. Panitia

Selain itu, Paolus Hadi juga mengharapkan agar gereja baru menjadi tanda kesadaran umat akan identitas kekatolikan. Atas dasar ini, umat perlu meningkatkan lagi Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga dengan SDM, umat bisa menjadi manusia yang mampu berpikir secarah jernih dan mampu menjadi saksi pewartaan Kristus di tengah dunia. “Tanpa SDM, umat tidak bisa berbicara tentang Kristus,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Stasi St Yusuf Lape, Yohanes Pundi merasa sangat bersyukur dengan adanya gedung gereja baru ini. Sebab gedung baru ini telah menjadi impian umat dari dulu tetapi belum bisa terwujud. Baru pada tahun ini, sebuah gereja megah diresmikan. Bila melihat kedudukannya, Gereja ini berdiri di ketinggian tanah. Tujuannya satu, Gereja ini bisa menjadi tanda pertobatan banyak umat yang masih jauh dari Tuhan. “Semoga umat yang memandang Gereja semakin tergerak hati untuk tetap setia pada iman Katolik,” kata Pundi.

Yusti H. Wuarmanuk

 

 

Comments on Facebook