Pemuda Katolik Desak Polri Tegakan Hukum Secara Adil

29
FX Endro Tri Guntoro (Dok. Penabulualliance.org)
Pemuda Katolik Desak Polri Tegakan Hukum Secara Adil
2 (40%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – ORGANISASI kepemudaaan nasional Pemuda Katolik (PK) Komisariat Cabang Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum Kepolisian RI bertindak adil dalam penanganan penegakan hukum tiga kasus yang belum menunjukkan progres memenuhi rasa keadilan. Ketiga kasus sudah ditangan kepolisian RI adalah kasus makar, penghinaan lambang negara dan pornoaksi.

“Kami mendesak pemerintah khususnya Kapolri untuk kembali melanjutkan tiga proses hukum supaya tidak menjadi tunggakan kasus ditangan penyidik Polri sendiri,” kata Ketua PK Komcab Gunungkidul, FX Endro Tri Guntoro, usai mengikuti temu aktivis di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), akhir pekan lalu.

Tiga kasus hukum dugaan makar, penodaan lambang negara, dan pornoaksi, menurut Endro, kunci tumbuhnya kepercayaan masyarakat secara utuh terhadap institusi kepolisian RI. Ia menyatakan, tidak mudah membangun kembali kepercayaan rakyat terhadap korps Polri penegak hukum itu.

“Dengan dukungan kuat rakyat Kapolri Pak Tito ini harus bekerja sungguh-sungguh mewujudkan penegakan hukum yang adil tanpa tekanan dari mana pun agar kepercayaan rakyat pada Polri tidak pudar. Tentunya ini menjadi babak penentuan bagi Kapolri,” ujar Endro.

Endro mengingatkan, kepolisian RI tercatat pernah mengamankan 15 nama diduga terlibat aksi makar dalam dua kali penangkapan menjelang aksi bela Islam. Adapun seorang lain bernama Rizieq Shihab yang telah dilaporkan putri presiden pertama Soekarno karena dugaan penodaan lambang negara. Baru-baru ini Polri juga memeriksa seorang yang diduga mengenakan kaos bergambar presiden dan Gubernur DKI berbadan seekor babi. Tak kalah penting bagi penegakan keadilan, dugaan kasus porno tokoh agama melalui chat media sosial.

Endro menilai, apabila dugaan pelanggaran hukum tersebut tidak segera disikapi secara serius pihak kepolisian, berdampak buruk merosotnya kepercayaan rakyat. Merosotnya kepercayaan rakyat bukan saja kepada pimpinan kepolisian saat ini, melainkan juga kepada hukum Indonesia. Pasalnya, Polri berada di garda depan penegakan hukum dan perwujudan keadilan bagi rakyat Indonesia.

Ia mengingatkan kepada Polri, maraknya ujaran kebencian yang terus berlangsung baik melalui kegiatan keagamaan, aksi masa, hingga penyebaran melalui media sosial.

Pemuda Katolik Komcab Gunungkidul telah menyerukan seluruh elemen masyarakat mengajak kekuatan persatuan nasional dari pusat hingga desa untuk dapat menempatkan Pancasila sebagai pandangan, sikap, dan tindakan, dalam menjaga kemajemukan NKRI. Endro mengajak kekuatan jejaring rakyat sipil harus terus diperkuat kembali dalam mendukung Pancasila serta merawat keberagaman Indonesia dengan aksi-aksi nyata di tengah masyarakat.

Putut Prabantoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here