Pastor Redemptus Simamora OFMCap : Maria dan Menteri | | HIDUPKATOLIK.com

Pastor Redemptus Simamora OFMCap : Maria dan Menteri

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

[HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]
Pastor Redemptus Simamora OFMCap : Maria dan Menteri
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – RADIO Maria milik Keuskupan Agung Medan sudah bergaung di 68 negara. Radio berfrekuensi 104.2 FM ini memiliki lebih dari seribu pemancar dengan lima juta pendengar di dunia. Semua ini tak lepas dari sang pelopor, Pastor Redemptus Simamora OFMCap. Pastor Redemptus, demikian sapaannya, dikenal sebagai imam yang tak pernah lelah mewartaan Sabda Tuhan lewat program radio. Direktur Radio Maria Indonesia ini mengatakan, program radio harus fresh from the oven, agar umat Katolik tidak cepat bosan mendengar radio.

Kehadiran Radio Maria di Keuskupan Agung Medan pun menarik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Ignasius Jonan. Saat hadir dalam Musyawarah Nasional Ikatan Sarjana Katolik Indonesia di Medan, Sumatera Utara akhir Maret lalu, Jonan sempat bertandang ke studio Radio Maria.

Pastor Redemptus pun menjelaskan kepada Jonan tentang sejarah radio yang mulanya masih dibantu dari Italia, hingga kini bisa mandiri. Menurutnya, Radio Maria ini setidaknya menjadi sarana pewartaan, terutama menggali kembali khazanah penghormatan orang Katolik kepada Bunda Maria. Pribadi Bunda Maria menjadi Bunda Pengantara bagi manusia. “Peranannya dalam sejarah keselamatan begitu penting. Maka kami merasa perlu untuk mewartakan Bunda Maria,” ujar Pastor Redemptus.

Pertemuan singkat dengan Jonan itu menjadi kenangan tersendiri bagi pendiri Magnificat Choir Keuskupan Agung Medan ini. Setidaknya, ia bisa berkatekese tentang Maria dihadapan seorang menteri. “Jarang-jarang, imam menjelaskan Maria kepada menteri. Pun ada, itu terjadi di mimbar dan altar Gereja,” katanya.

Yusti H. Wuarmanuk

Comments on Facebook