Tahbisan Uskup Agung Semarang | | HIDUPKATOLIK.com

Tahbisan Uskup Agung Semarang

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Prosesi penumpangan tagan dalam pentahbisan Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko
Tahbisan Uskup Agung Semarang
Mohon Beri Bintang

SEJAK jam tujuh pagi, Theresia Rina Ernawati sudah berangkat dari Sragen beserta sekitar 50-an umat lain separokinya. Ia tidak bekerja hari ini. Rina yang sehari-hari bekerja sebagai guru di salah satu SD di ota Sragen sengaja meninggalkan pekerjaannya hari ini untuk mengikuti Tahbisan Uskup Agung Semarang di Lapangan Bayangkara, Akpol Semarang, 19/5.

Setelah sekitar satu setengah tahun menanti, hari ini Keuskupan Agung Semarang (KAS) resmi memiliki Gembala baru, Mgr Robertus Rubiyatmoko ditahbiskan menjadi Uskup Agung Semarang. Mgr Ignatius Suharyo, mantan Uskup Agung Semarang yang kini menjadi Uskup Agung Jakarta, menjadi pentahbis utama pada hari ini. Ia didampingi oleh Mgr Antonius Bunjamin Subianto OSC, Uskup Bandung dan Mgr Henricus Pidyarto Gunawan.

Rina yang datang jauh dari Sragen menjadi saksi sejarah KAS. “Ini kan ga setahun sekali jadi saya usahakan ikut, saya juga ingin melihat Uskup yang baru. Rina tak sendiri masih banyak umat yang lain yang datang dari pelbagai pelosok KAS. Agustinus Dalijo misalnya, ia datang dari Paroki St Athanasius Karangpanas, Semarang. Bagi Dalijo, peristiwa pentahbisan ini merupakan kali kedua ia mengikuti tahbisan seorang uskup. “Sebelumnya saat Mgr Suharyo saya juga ikut,” kisahnya.

Mgr Suharyo mengungkapkan, kata Uskup berasal dari bahsaa asing yang berarti penilik. “Saya yakin setelah ditahbiskan menjadi uskup, Mgr Rubiyatmoko akan menilik umat-umatnya.”

Sesaat setelah dibertahu bahwa ia terpilih menjadi Uskup Agung Semarang, Mgr Suharyo juga mengisahkan bahwa Mgr Rubiyatmoko sempat bertanya perihal kumisnya. “Mgr Rubiyatmoko bertanya apakah dia harus mencukur kumisnya?”.

Namun Mgr Suharyo menilai bahwa pertanyaan ini justru menunjukkan kesiap sediaan Mgr Rubiyatmoko untuk menanggalkan segala sesuatu untuk melayani Yesus dan umat. “Selama menjadi imam, baru kali ini ia diminta pertimbangan mengenai kumis,” kata Mgr Suharyo.

Tahbisan uskup selalu menjadi penanda baru pagi perjalanan sebuah keuskupan. Duta besar Vatikan untuk Indonesia mengungkapkan. “

Antonius E. Sugiyanto

Comments on Facebook