Telegram Paus kepada Presiden Perancis | | HIDUPKATOLIK.com

Telegram Paus kepada Presiden Perancis

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Paus Fransiskus (kiri), Presiden Macron dan istrinya Brigitte (kanan).
Telegram Paus kepada Presiden Perancis
5 (100%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Paus Fransiskus mengirimkan telegram berisi ucapan selamat kepada Presiden baru Perancis, Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron. Macron memenangkan pemilu di Perancis melawan pesaingnya, Marion Anne Perrine “Marine” Le Pen. Dalam telegramnya, Bapa Suci menuliskan, “Pada kesempatan pemilihan Anda sebagai Presiden Republik Perancis, saya mengucapkan selamat dan harapan saya kepada Anda untuk melaksanaan tugas-tugas baru Anda, dan melayani rakyat Anda,” seperti dilansir news.va, 16/5.

Bapa Suci juga mendoakan agar Perancis selalu memperjuangkan untuk membangun masyarakat yang semakin adil dan penuh persaudaraan, mewujudkan keanekaragaman yang kaya dari banyak tradisi moral, termasuk Kristianitas di dalamnya. Dalam telegramnya, Paus asal Argentina itu menggarisbawahi pelayanan terhadap kaum marjinal yang di ambang bahaya dan rentan tereksklusi dari masyarakat. Harapannya, lanjut Paus, Perancis akan terus melanjutkan untuk mengembangkan kerjasama dan solidaritas dengan negara-negara lain. Bapa Suci juga memberikan berkatnya bagi presiden baru tersebut.

Macron tercatat sebagai Presiden Perancis termuda, yang terpilih pada usia 39 tahun. Pria kelahiran Amiens, Perancis, 21 Desember 1977 ini juga termasuk pimpinan negara termuda di Perancis sejak Napoleon Bonaparte (1769-1821). Secara ofisial, Macron menjadi Presiden Perancis pada Minggu, 14/5.

Selain masih begitu muda sebagai Presiden, nama Macron menjadi begitu tenar karena kisah cintanya yang terbilang unik. Alumnus jurusan Filsafat dari Universitas Paris-Ouest Nanterre La Défense ini menikah dengan Brigitte Trogneux tahun 2007. Usia istrinya lebih tua 24 tahun dibandingkan Macron. Brigitte adalah gurunya ketika Macron bersekolah di La Providence, Amiens. Saat itu, alumnus program master dari École Nationale d’Adminstration (ENA, 2004) ini baru berumur 15 tahun, sementara Brigitte sudah berumur 39 tahun. Ketika menikah dengan Macron, Brigitte sudah mempunyai tiga anak, Sébastien, Laurence, dan Tiphanine. Dua anak pertamanya justru lebih tua dibandingkan dengan Macron, yakni Sébastien lahir tahun 1975 dan Laurence lahir pada 1977.

R.B.E. Agung Nugroho

Comments on Facebook