HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Trump Bertemu Paus Fransiskus

6
Trump Bertemu Paus Fransiskus
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com - Meski berbeda pandangan soal perubahan iklim dan imigrasi, Paus menyambut terbuka kedatangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

DONALD Trump, Presiden Amerika Serikat mengunjungi Vatikan pada Rabu, 24/5. Selain bertemu Paus di Istana Apostolik Vatikan, Presiden Trump bertemu dengan Sekretaris Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, dan Sekretaris Vatikan untuk Hubungan Internasional, Mgr Paul Gallagher. Kunjungan yang menjadi bagian dari rangkaian safari politik luar negeri presiden ke-45 negeri Paman Sam itu mengundang tanda tanya besar. Pasalnya, ada perbedaan tajam antara kebijakan Trump soal imigrasi dan perubahan iklim dengan pandangan Paus Fransiskus.

Alhasil, dalam konferensi pers di pesawat setelah ziarah 100 tahun Fatima di Portugal, seorang jurnalis menghujani Paus Fransiskus soal kunjungan Trump itu. Namun, Paus menegaskan bahwa ia tidak akan memberi penilaian soal Trump sampai setelah mereka bertemu. “Saya tidak pernah menghakimi seseorang tanpa mendengarkan mereka. Saya percaya bahwa saya seharusnya tidak melakukan ini. Dalam pembicaraan nanti, banyak hal akan diutarakan, saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan, dia akan mengatakan apa pendapatnya, tapi saya tidak pernah ingin membuat keputusan tanpa mendengar orang itu,” jawab Bapa Suci seperti dilansir CNA, medio Mei ini.

Pintu Terbuka
Sejak kampanye, Trump membuat sejumlah pernyataan kontroversial. Misal, untuk melindungi keamanan Amerika, ia membangun tembok di perbatasan negara adidaya itu dengan Meksiko untuk mengurangi arus imigrasi ilegal dan mencegah opsi masuknya teroris. Meski tidak secara gamblang, Paus Fransiskus menyebut Trump bukan umat Kristiani. “Seseorang yang hanya berpikir tentang membangun tembok, di manapun mereka berada, dan tidak membangun jembatan, bukanlah orang Kristen,” kata Paus saat itu.

Tak tinggal diam, Trump dalam situs kampanyenya menjawab, “Tidak ada pemimpin, terutama pemimpin agama, yang memiliki hak untuk menanyai agama atau kepercayaan orang lain.”

Setelah menjabat, Trump melaksanakan janji kampanyenya. Ia melarang imigrasi dari beberapa negara Islam. Ia memerintahkan pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko. Trump juga skeptis terhadap ‘perubahan iklim akibat perbuatan manusia’. Pandangan Trump soal lingkungan hidup bertolak belakang dengan Paus Fransiskus yang melihat perubahan iklim sebagai sesuatu yang nyata dan terutama akibat aktivitas manusia.

Meski berbeda pendapat dalam berapa isu, Paus Fransiskus menyambut terbuka kedatangan Trump. “Selalu ada pintu yang tidak tertutup. Carilah pintu yang setidaknya sedikit terbuka, masuk dan bicarakan hal-hal umum dan teruskan. Selangkah demi selangkah.”

Thomas Williams, seorang ahli Teologi di Roma menilai, pertemuan kedua tokoh ini akan membicarakan isu-isu terkini, termasuk menyampaikan persepsi masing-masing soal migran dan perubahan iklim. Mereka berdua, kata Williams, menentang aborsi dan euthanasia, dan membela kebebasan beragama. Keduanya juga menekankan penciptaan lapangan kerja, mendukung keluarga tradisional, dan telah berbicara dengan kuat dalam membela orang-orang Kristen yang teraniaya di Timur Tengah dan tempat lain.

Edward Wirawan

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here