HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Dua Misi Katolik Diserang; Beberapa Suster Sempat Disandera

28
Pastor Aurelio Gazzera OCD sedang memimpin Misa di salah satu misi Katolik di Bozoum, Keuskupan Bouar, Republik Afrika Tengah.[www.acn-aed-ca.org]
Dua Misi Katolik Diserang; Beberapa Suster Sempat Disandera
5 (100%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Beberapa suster asal Kongo dari Kongregasi The Daughters of Our Lady of Mercy of Savona sempat disandera oleh kelompok bersenjata di Ngaoundaye, sebuah kota kecil di ujung barat laut Republik Afrika Tengah, 4 April lalu. Setelah dilepaskan, para suster ini memberikan kesaksian kepada Pastor Aurelio Gazzera OCD, seorang misionaris Karmelit asal Italia yang berkarya di Bozoum, sebuah kota di sebelah tenggara Ngaoundaye. “Beberapa suster misionaris yang sedang menuju ke arah perbatasan menggunakan mobil van, tiba-tiba dicegat dalam perjalanan oleh 30 orang bersenjata. Komplotan bersenjata itu memaksa para suster mengikuti mereka masuk ke Ngaoundaye, yang terletak di daerah sekitar perbatasan Republik Afrika Tengah dengan Chad dan Kamerun,” ungkap Pastor Gazzera, seperti dilansir Agenzia Fides (6/4).

Meski informasi dari para suster tersebut tidak begitu lengkap, Pastor Gazzera memastikan bahwa komplotan yang disinyalir merupakan para kombatan pemberontak Selaka telah membuat kekacauan di Ngaoundaye. Mereka memporak-porandakan banyak rumah, termasuk dua misi Katolik di daerah itu. Dua misi Katolik ini merupakan karya para imam misionaris Kapusin dan para suster misionaris asal Polandia dari Kongregasi Divine Charity of Saint Giovanna Antida Thouret. Aksi brutal para kombatan tersebut memakan korban setidaknya empat orang tewas.

Situasi di Ngaoundaye akhirnya mereda berkat datangnya Minusca, pasukan misi perdamaian di bawah bendera PBB yang bertugas di Republik Afrika Tengah. Ditengarai kuat bahwa kelompok bersenjata tersebut ingin memanfaatkan arus keluar-masuk barang di sekitar perbatasan Kamerun untuk kepentingan mereka. Mereka juga ingin mengambil keuntungan dari keberadaan pasar yang besar di wilayah perbatasan tersebut. Namun, dengan hadirnya Minusca di daerah itu, diharapkan bahwa wilayah perbatasan di barat laut mendapat jaminan keamanan dari misi perdamaian PBB terhadap ancaman para kombatan Seleka.

R.B.E. Agung Nugroho

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here