Romo Benny Susetyo Masuk Dalam Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila | | HIDUPKATOLIK.com

Romo Benny Susetyo Masuk Dalam Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Romo Antonius Benny Susetyo
Romo Benny Susetyo Masuk Dalam Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila
4 (80%) 5 votes

HIDUPKATOLIK.com – DIMULAI sejak 20 Juni yang lalu, Romo Antonius Benny Susetyo masuk dalam Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Dalam lembaga ini, Romo Benny didapuk sebagai penasehat khusus.

Dalam surat yang dilayangkan pada 1 Juli yang lalu, Yudi latif selaku ketua UKP-PIP mengirimkan surat ucapan terima kasih kepada Mgr Henricus Pidyarto Gunawan O. Carm yang telah memberi izin kepada Romo Benny untuk bekerja dalam lembaga ini. Romo Benny adalah imam Keuskupan Malang, sehingga diperlukan izin dari Uskup Malang agar dapat menjalankan tugas ini.

Romo Benny Pastor lahir di Malang, Jawa Timur, 10 Oktober 1968. Romo Benny alumni Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang tahun 1996. Sebagai pastor, ia ditahbiskan pada 1996, dan pertama kali ditempatkan melayani sebagai pastor pembantu di Paroki Situbondo dan Bondowoso. Selama ini Romo Benny juga aktif dalam beragam komunitas sosial kemasyarakatan.

Sedangkan UKP-PIP adalah unit kerja yang dibentuk Presiden Jokowi untuk mengebangkan pembinaan terhadap Pancasila. Unit kerja ini dibentuk dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) pada 23 Mei lalu. Pasal 3 Perpres tersebut mengungkapkan bahwa UKP-PIP mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan umum pembinaan ideologi Pancasila dan melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

 

Antonius E. Sugiyanto

 

 

 

Comments on Facebook